Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 716
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah skandal pasokan energi rakyat kecil terkuak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tabung gas Elpiji 3 KG, yang seharusnya menjadi hak subsidi bagi masyarakat kurang mampu, kini seolah menguap ditelan bumi.

Kelangkaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sebuah indikasi kegagalan sistematis yang mencekik ekonomi rakyat.

Keluhan masif dari berbagai pelosok Mamasa kini membuktikan satu hal bahwa distribusi Elpiji 3 KG sedang lumpuh total, atau lebih buruk lagi, dikendalikan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Situasi ini telah berlangsung beberapa hari, memicu kepanikan dan memaksa warga kembali ke metode masak yang jauh lebih mahal atau berisiko.

Salah seorang warga Tatoa, yang hanya berani disebut inisial L, melontarkan protes kerasnya. Ia menggambarkan kondisi di lapangan sebagai sandiwara yang keji.

“Sejak beberapa hari ini, tabung gas 3 KG benar-benar langka dari peredaran di Mamasa,” ujarnya dengan nada penuh kemarahan dan kekecewaan yang mendalam.

Setiap upaya warga untuk mendapatkan hak mereka berakhir di pintu pangkalan dengan jawaban klise dan memuakkan: “Habis!” Dalih ini bukan hanya tidak meyakinkan, tetapi juga terdengar seperti upaya menutup-nutupi praktik penimbunan atau pengalihan jatah subsidi ke pasar gelap.

“Ini ada apa dengan pangkalan-pangkalan ini? Setiap didatangi, selalu beralasan habis. Kami cari di pengecer juga kosong melompong. Tabung yang dikirim ke Mamasa ini sebenarnya lari ke mana?!” cecar L, menuntut jawaban yang transparan dari pihak berwenang dan Pertamina.

Puncak ironi dari krisis ini adalah pengakuan pangkalan yang justru membongkar skema baru yang mencekik.

Beberapa pangkalan terang-terangan mengatakan bahwa bahkan ketika stok tabung masuk, mereka sudah memiliki daftar “pendaftar” yang full.

Pengakuan ini sontak memicu pertanyaan serius, sejak kapan gas subsidi rakyat jelata harus didapatkan melalui sistem pendaftaran eksklusif? Apakah ini mekanisme baru untuk membatasi akses, ataukah hanya kedok untuk menutupi praktik kartel dan ‘calo’ yang bermain di belakang layar distribusi?

“Ini kan subsidi untuk masyarakat miskin! Kita harus mendaftar baru bisa dapat tabung? Di mana logika keadilan sosialnya jika hak dasar rakyat harus diembel-embeli birokrasi yang rumit dan tidak transparan?” gugat L.

Praktik ini secara telanjang memperlihatkan bagaimana hak rakyat kecil dipermainkan. Kelangkaan ini jelas bukan fenomena alamiah.

Ini adalah kegagalan struktural yang melibatkan rantai distribusi, mulai dari pengawas di tingkat kabupaten hingga para pemilik pangkalan yang diduga menutup mata, atau bahkan terlibat aktif, dalam permainan harga dan stok.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak bisa lagi berdiam diri melihat hak masyarakat diinjak-injak seperti ini.

Audit mendalam dan investigasi tegas harus segera dilakukan untuk membongkar praktik culas yang menyebabkan kelangkaan Elpiji 3 KG.

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjemput Kabut di Citol Hill, Wisata Favorit di Mamasa

    Menjemput Kabut di Citol Hill, Wisata Favorit di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa, yang masyhur dengan julukan Bumi Kondosapata, seolah tak henti memamerkan kemolekan paras alamnya. Di balik rimbunnya vegetasi Sulawesi Barat, terselip sebuah destinasi yang menawarkan harmoni antara ketenangan dan estetika modern yakni Bukit Citol Hill. Terletak di Desa Tondokbakaru, objek wisata ini kini menjadi magnet baru bagi mereka yang rindu akan […]

  • 12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan Tunggal di Bantaeng, Diduga Rem Bermasalah

    12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan Tunggal di Bantaeng, Diduga Rem Bermasalah

    • 0Komentar

    SULSEL, Sulbarupdate.id — Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026). Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di kawasan perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe. Para mahasiswa saat itu tengah berada dalam satu mobil pikap. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kendaraan […]

  • Aktivis Soroti Kondisi SDN 007 Botteng, Stenly: Jangan Biarkan Masa Depan Siswa Terkubur Libur Ilegal

    Aktivis Soroti Kondisi SDN 007 Botteng, Stenly: Jangan Biarkan Masa Depan Siswa Terkubur Libur Ilegal

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi SDN 007 Botteng di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, masih jadi sorotan tajam setelah viral di pemberitaan kerap meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. ​Ketidakhadiran tenaga pengajar ini memicu reaksi keras dari sejumlah aktivis di Kabupaten Mamasa. Stenly Gadion Buntukareang, seorang aktivis pemerhati pendidikan di […]

  • Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah. ​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang […]

  • Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan di Mamasa Alami Kenaikan

    Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan di Mamasa Alami Kenaikan

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai goyah. Sejumlah komoditas pangan dilaporkan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada Senin (16/2/2026). ​Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging ayam, telur, dan cabai. Harga daging ayam yang sebelumnya dibanderol […]

  • Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Menjaga Marwah di Tengah Turbulensi Kebebasan

    Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Menjaga Marwah di Tengah Turbulensi Kebebasan

    • 0Komentar

    Oleh: Hamsah Sabir Wartawan Muda PWI Sulawesi Barat Sembilan Februari kembali hadir bukan sekedar sebagai seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum kontemplasi mendalam bagi seluruh insan pers di tanah air. Sebagai bagian dari korps jurnalis yang telah tersertifikasi melalui jenjang Wartawan Muda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), hari ini disambut dengan rasa tanggung jawab yang kian membebani […]

expand_less