Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah skandal pasokan energi rakyat kecil terkuak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tabung gas Elpiji 3 KG, yang seharusnya menjadi hak subsidi bagi masyarakat kurang mampu, kini seolah menguap ditelan bumi.

Kelangkaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sebuah indikasi kegagalan sistematis yang mencekik ekonomi rakyat.

Keluhan masif dari berbagai pelosok Mamasa kini membuktikan satu hal bahwa distribusi Elpiji 3 KG sedang lumpuh total, atau lebih buruk lagi, dikendalikan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Situasi ini telah berlangsung beberapa hari, memicu kepanikan dan memaksa warga kembali ke metode masak yang jauh lebih mahal atau berisiko.

Salah seorang warga Tatoa, yang hanya berani disebut inisial L, melontarkan protes kerasnya. Ia menggambarkan kondisi di lapangan sebagai sandiwara yang keji.

“Sejak beberapa hari ini, tabung gas 3 KG benar-benar langka dari peredaran di Mamasa,” ujarnya dengan nada penuh kemarahan dan kekecewaan yang mendalam.

Setiap upaya warga untuk mendapatkan hak mereka berakhir di pintu pangkalan dengan jawaban klise dan memuakkan: “Habis!” Dalih ini bukan hanya tidak meyakinkan, tetapi juga terdengar seperti upaya menutup-nutupi praktik penimbunan atau pengalihan jatah subsidi ke pasar gelap.

“Ini ada apa dengan pangkalan-pangkalan ini? Setiap didatangi, selalu beralasan habis. Kami cari di pengecer juga kosong melompong. Tabung yang dikirim ke Mamasa ini sebenarnya lari ke mana?!” cecar L, menuntut jawaban yang transparan dari pihak berwenang dan Pertamina.

Puncak ironi dari krisis ini adalah pengakuan pangkalan yang justru membongkar skema baru yang mencekik.

Beberapa pangkalan terang-terangan mengatakan bahwa bahkan ketika stok tabung masuk, mereka sudah memiliki daftar “pendaftar” yang full.

Pengakuan ini sontak memicu pertanyaan serius, sejak kapan gas subsidi rakyat jelata harus didapatkan melalui sistem pendaftaran eksklusif? Apakah ini mekanisme baru untuk membatasi akses, ataukah hanya kedok untuk menutupi praktik kartel dan ‘calo’ yang bermain di belakang layar distribusi?

“Ini kan subsidi untuk masyarakat miskin! Kita harus mendaftar baru bisa dapat tabung? Di mana logika keadilan sosialnya jika hak dasar rakyat harus diembel-embeli birokrasi yang rumit dan tidak transparan?” gugat L.

Praktik ini secara telanjang memperlihatkan bagaimana hak rakyat kecil dipermainkan. Kelangkaan ini jelas bukan fenomena alamiah.

Ini adalah kegagalan struktural yang melibatkan rantai distribusi, mulai dari pengawas di tingkat kabupaten hingga para pemilik pangkalan yang diduga menutup mata, atau bahkan terlibat aktif, dalam permainan harga dan stok.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak bisa lagi berdiam diri melihat hak masyarakat diinjak-injak seperti ini.

Audit mendalam dan investigasi tegas harus segera dilakukan untuk membongkar praktik culas yang menyebabkan kelangkaan Elpiji 3 KG.

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    • 0Komentar

    ​JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pemerintah resmi menyepakati pengaturan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa sekolah selama bulan Ramadan 2026. Keputusan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara pemenuhan hak belajar, penguatan nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik. ​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) […]

  • Aktivis Desak Pemkab Mamasa Pasang Rambu Lalin di Jalur Anak Sekolah dan Mobil MBG

    Aktivis Desak Pemkab Mamasa Pasang Rambu Lalin di Jalur Anak Sekolah dan Mobil MBG

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Seorang aktivis muda dari Tabulahan, Mawar Apriani, desak Pemerintah Kabupaten Mamasa segera memasang rambu lalu lintas (Lalin) pada ruas jalan poros Mamasa–Mamuju. Penekanan diberikan pada segmen jalan yang vital karena menjadi akses harian bagi anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK, sekaligus merupakan rute tetap Mobil Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan […]

  • Bapperida Sulbar Koordinasikan Pembentukan Forum Ketahanan Pangan Daerah

    Bapperida Sulbar Koordinasikan Pembentukan Forum Ketahanan Pangan Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berencana membentuk Forum Ketahanan Pangan Daerah sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan wilayah. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar, Hasanuddin, didampingi Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Arjanto, saat menerima kunjungan Plt. […]

  • Kesiapan Fiskal Bencana, Pemerintah Siapkan Cadangan Rp 65 Triliun

    Kesiapan Fiskal Bencana, Pemerintah Siapkan Cadangan Rp 65 Triliun

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah memiliki kapabilitas fiskal yang memadai guna merespons dan menanggulangi kebutuhan kebencanaan sepanjang tahun 2025 dan 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto terkait alokasi bantuan bencana, yakni sebesar Rp 4 miliar bagi 52 kabupaten/kota dan Rp 20 miliar untuk setiap provinsi yang […]

  • Istri Almarhum Wagub Sulbar Berbagi Al-Qur’an

    Istri Almarhum Wagub Sulbar Berbagi Al-Qur’an

    • 0Komentar

    Polewali Mandar – Sulbarupdate.id – Di saat duka belum sepenuhnya reda, ketika kepergian orang tercinta masih menyisakan sunyi yang panjang, Hj. Fatmawati Salim memilih jalan yang penuh makna berbagi Al-Qur’an kepada komunitas pengajian di Polewali Mandar. Kepergian almarhum Salim S Mengga, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, bukan sekadar perpisahan antara dunia dan akhirat, tetapi juga pengingat […]

  • Tahun 2025 Sebanyak 1.434 Janda di Bone, “Lemah Syahwat” Salah Satu Pemicu

    Tahun 2025 Sebanyak 1.434 Janda di Bone, “Lemah Syahwat” Salah Satu Pemicu

    • 0Komentar

    Bone, Sulbarupdate.id – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, merilis data mengejutkan terkait angka perceraian di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025. Tercatat, sebanyak 1.434 wanita resmi menyandang status janda baru setelah gugatan cerai mereka dikabulkan oleh pihak pengadilan. Data ini mencuat ke publik melalui informasi resmi yang disebarkan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Bone pada […]

expand_less