Jelang Idul Adha, Harga Cabai Besar di Majene Meroket, Tembus Rp80 Ribu Perkilo
- account_circle Juita
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di pasar Sentral Majene, Lingkungan Pakkola, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat mulai mengalami kenaikan, Sabtu (23/5/2026).
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tinggi adalah cabai besar yang kini menembus harga Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan para pedagang maupun masyarakat karena dinilai sangat memberatkan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat hari besar keagamaan.
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Majene, Fitri, mengatakan kenaikan harga cabai besar terjadi dalam beberapa hari terakhir dan terus mengalami peningkatan hingga hari ini.
“Awalnya harga cabai besar masih sekitar Rp35 ribu per kilogram, tapi hari ini sudah naik drastis menjadi Rp80 ribu per kilogram,” ujar Fitri kepada wartawan Sulbarupdate.id.
Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai besar. Sementara itu, harga cabai kecil masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan signifikan.
“Kalau cabai kecil masih normal, begitu juga bawang putih harganya masih stabil,” katanya.
Selain cabai besar, komoditas lain yang ikut mengalami kenaikan yakni tomat. Harga tomat saat ini dijual Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp18 ribu per kilogram.
Meski kenaikannya tidak sebesar cabai besar, kondisi tersebut tetap memengaruhi daya beli masyarakat di pasar Sentral Majene.
Fitri berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya cabai besar yang saat ini mengalami kenaikan cukup tajam.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu menurunkan harga supaya masyarakat dan pedagang tidak terlalu terbebani,” harapnya.
Di sisi lain, Fitri juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum memberikan dampak terhadap penjualan pedagang di pasar Sentral Majene.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelanggan program MBG yang membeli bahan pangan dari pedagang pasar karena pengambilan bahan dilakukan langsung dari petani.
“Kalau terkait MBG, di sini belum ada yang berlangganan karena mereka ambil langsung dari petani,” jelasnya.
Pedagang berharap kondisi harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam waktu dekat agar aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan normal dan masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
