Jejak Kasih di Tanah Mamasa, Manifestasi Iman Melalui Aksi Nyata GMKI
- account_circle Ancha
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- visibility 554
- comment 0 komentar

Ketua Panitia Natal GMKI 2025, Yehisker. Dok. Ancha
MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Tawalian, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar) yang teduh, sebuah komitmen mulia dipancangkan.
Perayaan Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) 2025 tidak sekadar bertumpu pada kemegahan seremoni, melainkan membumi melalui tindakan filantropis yang menyentuh sanubari umat di Jemaat Sadabossa.
Hari ini menjadi momentum sakral saat batu pertama pembangunan Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Sadabossa diletakkan.

Suasana saat peletakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Sadabossa, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa oleh Ketua Panitia Natal GMKI 2025, Yehisker. Dok. Ancha.
Prosesi ini bukan sekadar menandai dimulainya konstruksi fisik, melainkan simbolisasi dari persatuan dan pengabdian yang menjadi ruh dari tema Natal tahun ini.
Ketua Panitia Natal Nasional GMKI 2025, Yehisker, menegaskan bahwa napas dari perayaan kali ini adalah kerja nyata.
Baginya, terpilihnya Kabupaten Mamasa sebagai tuan rumah merupakan amanah yang harus dijawab dengan dedikasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Peletakan batu pertama ini adalah representasi dari wajah Natal yang kami dambakan—sebuah kristalisasi dari iman, pelayanan, dan persaudaraan yang kokoh,” ujar Yehisker dengan nada penuh optimisme, Jumat 19 Desember 2025.
Antusiasme warga Sadabossa yang tumpah ruah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi sosial yang kuat di Bumi Kondosapata.
Yehisker meyakini, melalui kolaborasi lintas elemen, bangunan suci ini kelak akan berdiri tegak sebagai mercusuar berkat bagi banyak orang.
Sinergi dalam Keberagaman
Kehadiran Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Prima Surbakti, mempertegas dukungan institusional terhadap transformasi spiritual dan infrastruktur ini.
Welem apresiasi langkah progresif GMKI yang memilih bakti sosial sebagai pintu pembuka rangkaian Natal Nasional.
Senada dengan hal tersebut, Prima Surbakti memandang pembangunan ini sebagai bentuk kehadiran organisasi yang relevan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa gereja ini nantinya akan menjadi monumen hidup atas kerja sama yang harmonis antara pemuda, pemerintah, dan jemaat.(*)
- Penulis: Ancha
