Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar
- account_circle Ancha
- calendar_month Jum, 20 Mar 2026
- visibility 172
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema takbir bersahutan memecah keheningan malam di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Jumat 20 Maret 2026 malam.
Ribuan obor bambu dengan berbagai desain kreatif tampak berderet rapi, dibawa oleh warga yang antusias menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan bertajuk Pawai Obor dan Lomba Takbiran antar-dusun ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Remaja Desa Saluahok dengan Pemerintah Desa setempat.

Suasana lomba takbiran dengan pawai obor di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa. (Dok. Ancha).
Tahun ini menjadi kali kedua ajang serupa digelar di tingkat desa, melibatkan partisipasi aktif dari empat dusun se-Desa Saluahok.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memukau. Setiap dusun berlomba memamerkan desain obor yang unik.
Ada yang menyusun bambu membentuk replika bintang, hingga formasi artistik lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menonton di pinggir jalan.
Kepala Desa Saluahok, Dahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk syukur masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
”Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk penyambutan 1 Syawal 1447 H. Selain nilai syiarnya, ini juga menjadi upaya konkret kita untuk mengalihkan pemuda dari kegiatan yang berisiko,” ujar Dahman saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Dahman menekankan pentingnya wadah positif bagi generasi muda saat malam lebaran.
Selama ini, malam takbiran sering kali diwarnai dengan arak-arakan kendaraan bermotor yang memicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
”Kami ingin menghindari kegiatan yang tidak berguna seperti arak-arakan kendaraan bagi anak muda. Pawai obor ini adalah ibadah sekaligus perayaan yang aman. Kami berharap kegiatan ini terus konsisten dilaksanakan setiap tahunnya,” tambahnya.
Acara yang berlangsung khidmat namun meriah ini ditutup dengan penilaian dari juri untuk menentukan dusun dengan performa takbir dan desain obor terbaik.
Selain mempererat silaturahmi, pawai ini sukses menciptakan suasana Lebaran yang tradisional dan religius di bumi Mamasa.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Sulbarupdate
