Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

  • account_circle Juita
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
  • visibility 732
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene tahun anggaran 2025 dan dilelang tahun 2025 mulai menjadi sorotan publik.

Pegiat hukum, Muh. Falar Anwar, meminta aparat penegak hukum segera melakukan pengusutan terhadap dugaan adanya satu perusahaan yang mendominasi sejumlah paket proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Menurut Falar, dominasi proyek oleh satu perusahaan dalam jumlah besar patut dipertanyakan karena berpotensi menimbulkan praktik persaingan usaha tidak sehat dalam proses tender pengadaan pemerintah.

“Jika benar satu perusahaan menguasai hingga 12 titik proyek pembangunan maupun rehabilitasi sekolah yang melekat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius. Karena ini berpotensi melanggar prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, praktik semacam itu dapat dikategorikan sebagai bentuk monopoli ataupun persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa pemerintah seharusnya dilaksanakan secara terbuka, transparan, kompetitif, dan akuntabel agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti proses tender proyek pemerintah.

“Ketika satu perusahaan mendominasi proyek dalam jumlah besar di satu instansi dan dalam satu tahun anggaran yang sama, tentu publik berhak mempertanyakan bagaimana mekanisme tender itu berjalan. Apakah benar-benar profesional atau justru ada pengondisian tertentu,” tegasnya.

Falar juga menduga adanya potensi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan bersama pihak panitia tender untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Ia menilai dugaan tersebut harus diusut secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya benturan kepentingan maupun praktik kolusi dalam proses pengadaan proyek pemerintah.

“Kalau memang ada indikasi pengaturan pemenang tender, maka itu bukan lagi persoalan administratif biasa. Itu sudah masuk ranah serius yang harus diusut aparat penegak hukum,” katanya.

Karena itu, ia mendesak Polres Majene untuk segera melakukan penyelidikan terhadap seluruh proses tender proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah tahun anggaran 2026 yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Majene.

Selain kepolisian, Falar juga meminta Kejaksaan Negeri Majene agar melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah di daerah tersebut.

Menurutnya, pengawasan dari aparat penegak hukum sangat penting guna mencegah potensi kerugian negara serta memastikan proyek pendidikan benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai proyek-proyek pendidikan yang seharusnya meningkatkan kualitas sarana belajar siswa justru dijadikan ladang kepentingan kelompok tertentu. Ini menyangkut masa depan pendidikan dan penggunaan uang rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta kelompok masyarakat sipil, lembaga pengawas, dan media untuk ikut mengawal proses pengadaan proyek pemerintah agar berjalan secara transparan dan bebas dari dugaan praktik monopoli.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang atas mencuatnya sorotan publik tersebut.

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, independen, dan transparan dalam menelusuri dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kabupaten Majene agar tidak menimbulkan keresahan serta menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Tenggelam di Sungai Budong-Budong Mamuju Tengah Ditemukan tak Bernyawa

    Pria Tenggelam di Sungai Budong-Budong Mamuju Tengah Ditemukan tak Bernyawa

    • 0Komentar

    MAMUJU – TENGAH, Sulbarupdate.id — Upaya pencarian terhadap Hariadi (30) warga Desa Babana yang tenggelam di Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sejauh kurang lebih 20 meter dari lokasi kejadian awal pada Senin (30/3/2026) sekira pukul 14:35 Wita. Diketahui Adi terjatuh dari perahu rakit saat hendak […]

  • Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana turun langsung mengecek kesiapan sejumlah organisasi perangkat daerah hasil restrukturisasi, Senin, 5 Januari 2026. Didampingi Asisten I Muh Jaun dan Asisten III Amujib. Pengecekan dilakukan untuk memastikan proses penggabungan OPD berjalan sesuai rencana dan bisa langsung beroperasi di awal tahun ini seperti yang diharapkan oleh Gubernur Sulbar, […]

  • Bupati dan Wabup Mamasa Temui Anggota DPR RI di Senayan

    Bupati dan Wabup Mamasa Temui Anggota DPR RI di Senayan

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, melakukan kunjungan kerja ke Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menemui anggota DPR RI asal Sulawesi Barat, Ajbar, guna membahas arah pembangunan Kabupaten Mamasa. ​Kabid Humas dan Protokol Pemda Mamasa, Demmaelo’ Pena’, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, agenda utama […]

  • Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari keempat pada Minggu (01/2/2026). Namun hingga saat ini keberadaan korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus diintensifkan. Diketahui korban bernama Muh. Rifai (32), seorang warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Ia […]

  • ASN Nongkrong dan Ngopi Saat Upacara HUT RI ke-81, Bupati Mamasa Beri Teguran

    ASN Nongkrong dan Ngopi Saat Upacara HUT RI ke-81, Bupati Mamasa Beri Teguran

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sorotan lantaran terlihat tidak mengikuti upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2026). Pantauan di lokasi, sejumlah pegawai terlihat berada di luar barisan upacara. Sebagian di antaranya memilih duduk berteduh di […]

  • Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Puluhan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, mendatangi Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026) sore. Kedatangan massa bertujuan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan seorang pria berinisial IW (50), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan agar polisi tidak mengulur waktu […]

expand_less