DPRD Mamasa Minta Tim Penyusun LKPJ 2025 Lakukan Perbaikan Total
- account_circle Whelson
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- visibility 231
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar rapat kerja guna membedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa Tahun Anggaran 2025.
Pertemuan yang diwarnai kritikan terkait validitas data dari DPRD ini berlangsung di Ruang Paripurna DPRD pada Kamis (9/4/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman Tona, dengan menghadirkan Tim Penyusun LKPJ Pemda Mamasa.
Agenda ini menjadi panggung bagi legislatif untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap capaian kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir.
Sorotan tajam datang dari legislator muda Fraksi Partai Golkar, Yeheskier. Ia secara terbuka mempertanyakan metodologi penghimpunan data yang dilakukan tim penyusun.
Menurutnya, terdapat diskrepansi atau kesenjangan yang mencolok antara angka-angka di atas kertas dengan realitas faktual di lapangan.
”Apakah tim penyusun LKPJ ini melakukan verifikasi langsung ke lapangan atau hanya sekadar mengolah data administratif? Saya menemukan banyak kejanggalan yang tidak sinkron dengan kondisi riil di masyarakat,” tegas Yeheskier di hadapan forum.
Lebih jauh, ia melayangkan kritik keras mengenai orisinalitas dokumen tersebut. Ia mengkhawatirkan LKPJ Tahun 2025 ini tidak disusun berdasarkan analisis mendalam, melainkan sekadar replikasi dari tahun-tahun sebelumnya.
”Ini dokumen negara yang menyangkut pertanggungjawaban publik. Patut kita pertanyakan, jangan sampai LKPJ ini hanya hasil copy-paste,” lanjutnya dengan nada lugas.
Menanggapi tekanan dari pihak legislatif, Tim Penyusun LKPJ Pemda Mamasa memberikan klarifikasi bahwa basis data yang mereka gunakan bersumber sepenuhnya dari Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida).
Namun, penjelasan tersebut nampaknya belum cukup memuaskan para anggota dewan yang mengharapkan adanya sinkronisasi lintas sektor.
Selain Yeheskier, sejumlah anggota DPRD lainnya juga melontarkan interupsi senada, meminta penjelasan rinci mengenai beberapa poin kegiatan yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Mamasa.
Menutup pertemuan tersebut, DPRD Kabupaten Mamasa secara resmi menginstruksikan Tim Penyusun LKPJ untuk segera melakukan tinjauan ulang dan perbaikan data.
Dewan menegaskan bahwa laporan yang diserahkan harus mencerminkan keadaan objektif demi menjaga transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
Perbaikan dokumen ini diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat sebelum memasuki tahapan pembahasan lebih lanjut dalam sidang paripurna berikutnya.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
