Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Dana Klaim Non Kapitasi Belum di Salurkan, LSM GERAK Desak APH Usut Tuntas Dugaan KKN

Dana Klaim Non Kapitasi Belum di Salurkan, LSM GERAK Desak APH Usut Tuntas Dugaan KKN

  • account_circle Amr
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Skandal pengelolaan keuangan daerah kembali mencuat di Kabupaten Mamasa. Puluhan miliar rupiah dana Non Kapitasi (klaim) BPJS Kesehatan yang seharusnya dibayarkan kepada 18 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit hingga kini tidak kunjung disalurkan. Kondisi ini memantik reaksi keras dari LSM GERAK, yang mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap kas daerah (Kasda).

Berdasarkan temuan LSM GERAK DPC Mamasa, dana Non Kapitasi untuk 18 Puskesmas pada tahun 2024 tidak dibayarkan selama tiga bulan berturut-turut, yakni Oktober, November, dan Desember. Ironisnya, kondisi serupa kembali terjadi pada tahun 2025, di mana dana Non Kapitasi untuk periode Oktober hingga Desember kembali belum dibayarkan.

Total tunggakan dana Non Kapitasi tahun 2024–2025 (enam bulan) tersebut mencapai miliaran rupiah. Tidak hanya Puskesmas, Rumah Sakit Kondo Sapata juga mengalami nasib serupa. Pada tahun 2025, dana Non Kapitasi rumah sakit tersebut yang nilainya mencapai sekitar Rp4 miliar dilaporkan belum dibayarkan sama sekali.

Ketua LSM GERAK DPC Mamasa, Andi Waris Tala, dengan tegas mempertanyakan kinerja pengawasan pemerintah daerah.

“Inspektorat, kepolisian, dan kejaksaan jangan tinggal diam. Ini uang negara, uang pelayanan kesehatan rakyat. Harus segera diaudit dan dilidik, di mana sebenarnya dana ini tersangkut,” tegasnya.

Menurut Andi Waris, dana Non Kapitasi merupakan anggaran rutin yang setiap triwulan ditransfer langsung oleh BPJS Kesehatan ke Kasda. Oleh karena itu, alasan keterlambatan pembayaran dinilai tidak masuk akal dan patut diduga kuat terjadi pengalihan atau penyalahgunaan anggaran di lingkup Pemerintah Daerah Mamasa.

“Kalau uangnya sudah masuk ke Kasda, kok tidak sampai ke pengelola 18 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit. Di mana nyangkutnya dana ini? Siapa yang bertanggung jawab,” ujar Andi Waris dengan nada geram.

LSM GERAK menilai, carut-marut pengelolaan dana kesehatan ini berpotensi menghancurkan kualitas layanan publik, merugikan tenaga medis, serta mengkhianati tujuan program nasional BPJS Kesehatan. Program pemerintah untuk pelayanan kesehatan yang maksimal, kata dia, mustahil terwujud jika anggaran kesehatan justru “dipermainkan.

“Ini bukan sekadar administrasi. Ini menyangkut hak tenaga medis dan hak masyarakat atas layanan kesehatan. APH harus segera mengungkap kejanggalan ini sampai terang benderang,” tutup Andi Waris Tala

HIngga berita ini diturunkan, pihak media melakukan upaya konfirmasi kepada BPKAD Kabupaten Mamasa, namun belum mendapatkan jawaban. (*)

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026). Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas. 1. Kebebasan […]

  • Sidak Dapur MBG Aralle, Satgas Mamasa Pastikan Kualitas Menu Sesuai Standar

    Sidak Dapur MBG Aralle, Satgas Mamasa Pastikan Kualitas Menu Sesuai Standar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Mamasa melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Aralle. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan masyarakat terkait kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mamasa selaku Ketua Satgas Kabupaten, H. Sudirman, dengan melibatkan unsur […]

  • Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    Demonstran Desak Mentri Keuangan Copot Kepala KPP Pratama Mamuju Atas Dugaan Pungli

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju kembali menjadi sasaran demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) pada Selasa, 16 Desember 2025. Aksi yang telah memasuki kali keempat ini menuntut penindakan tegas atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta pemeriksaan pajak yang dinilai tidak profesional dan tidak berkeadilan terhadap Wajib Pajak (WP) di wilayah […]

  • Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE-Sulbarupdate.id – Warga Kabupaten Majene digegerkan dengan penemuan seorang wanita berusia 44 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Kabupaten Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026). Penemuan mayat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan […]

  • Lecehkan Penumpang di Bus TransJakarta, Dua Pria Diringkus Polisi

    Lecehkan Penumpang di Bus TransJakarta, Dua Pria Diringkus Polisi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pihak kepolisian berhasil meringkus dua pria yang nekat melakukan aksi asusila berupa onani di dalam bus TransJakarta (TransJ) rute 1A (Balai Kota – Pantai Maju). Insiden yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) tersebut kini telah masuk ke ranah hukum. Kronologi dan Penangkapan Aksi tidak terpuji ini terungkap setelah adanya laporan dari penumpang yang […]

  • Kajari Mamasa Bantah Isu Kasus Korupsi Rp81 Miliar: “Informasi Itu Tidak Berdasar Hukum”

    Kajari Mamasa Bantah Isu Kasus Korupsi Rp81 Miliar: “Informasi Itu Tidak Berdasar Hukum”

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa, Dr. Andi Faik Wana Hamzah, angkat bicara perihal beredarnya informasi mengenai dugaan penanganan kasus korupsi atau kerugian daerah senilai Rp81 miliar oleh pihaknya. Andi Faik menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum dan tidak sesuai dengan data di Kejari Mamasa. ​Andi Faik menjelaskan bahwa […]

expand_less