Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Membenteng Pesisir, Menjaga Nadi Ekonomi di Dusun Patulana Mamuju Tengah

Membenteng Pesisir, Menjaga Nadi Ekonomi di Dusun Patulana Mamuju Tengah

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Deru ombak dan angin kencang yang menyapu pesisir Dusun Patulana bukan lagi sekadar pemandangan alam bagi warga Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah.

Di balik pesonanya, tersimpan ancaman abrasi yang perlahan namun pasti mengintai akses jalan utama—nadi kehidupan bagi para nelayan setempat.

​Menyikapi kerentanan tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Budong-Budong mengambil langkah konkret melalui pengalokasian Dana Desa Tahun 2026.

Sebuah talud sepanjang 94 meter kini tengah bersolek di bibir pantai, berdiri sebagai benteng pertahanan bagi infrastruktur desa yang selama ini rapuh diterjang keadaan.

​Struktur tanah di wilayah ini didominasi oleh material pasir, membuatnya sangat rentan terhadap penurunan badan jalan (ambles), terutama saat musim penghujan tiba atau ketika gelombang pasang menghantam.

Kehadiran talud ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan manifestasi dari perlindungan kawasan pemukiman.

​Kepala Desa Budong-Budong, Badaruddin, menegaskan bahwa proyek senilai Rp 53.760.000 ini adalah buah dari aspirasi kolektif masyarakat yang lahir dalam ruang-ruang Musyawarah Desa (Musdes).

​”Warga sudah lama mengkhawatirkan terjadinya longsor di sisi jalan. Struktur dasar yang berpasir kerap memicu genangan saat hujan. Talud ini adalah jawaban atas keresahan tersebut,” ujar Badaruddin saat meninjau lokasi, Rabu (13/5/2026).

​Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir memang menuntut ketahanan ekstra. Badaruddin menyadari bahwa satu titik talud belum cukup untuk memayungi seluruh wilayah yang rawan.

Namun, ia memastikan bahwa pemerataan pembangunan akan dilakukan secara berkelanjutan.

​“Kami bergerak secara bertahap sesuai kondisi fiskal desa. Ke depan, titik-titik rawan lainnya akan mendapatkan penanganan serupa. Kami memohon kesabaran warga, karena komitmen kami adalah merealisasikan kebutuhan infrastruktur secara menyeluruh,” tambahnya dengan nada optimis.

​Bagi warga setempat, pembangunan ini membawa angin segar. Mama Ega, salah satu penduduk Dusun Patulana, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.

Baginya, perhatian pemerintah desa terhadap wilayah pesisir adalah bentuk pengakuan atas eksistensi mereka sebagai penggerak ekonomi laut.

​”Alhamdulillah, aspirasi kami didengar. Sebagai masyarakat pesisir, kami merasa tenang karena akses jalan yang kami gunakan setiap hari kini lebih aman,” ungkapnya haru.

​Kini, dengan berdirinya talud tersebut, masyarakat Patulana tak lagi sekadar menatap laut dengan rasa waswas.

Pembangunan ini menjadi simbol harapan bahwa di tengah ancaman alam, sinergi antara pemerintah desa dan warga mampu menciptakan ruang hidup yang lebih kokoh dan bermartabat.(ADV)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hangatkan Asa di Kole, Sinergi Menuju Tata Kelola Wisata Mamasa yang Mandiri

    Hangatkan Asa di Kole, Sinergi Menuju Tata Kelola Wisata Mamasa yang Mandiri

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Mamasa yang sejuk, sebuah langkah strategis diambil untuk menghidupkan kembali potensi wisata lokal. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meninjau Permandian Air Panas Kole, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Diketahui wisata ini adalah sebuah destinasi yang menyimpan potensi besar namun memerlukan sentuhan manajerial yang lebih modern. Dalam kunjungan itu, Bupati tidak […]

  • Membasuh Kasih di Parondobulawan, Kala Gereja dan Pemerintah Menenun Harmoni

    Membasuh Kasih di Parondobulawan, Kala Gereja dan Pemerintah Menenun Harmoni

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Parondobulawan yang khidmat, sebuah simfoni spiritualitas dan sinergi kemasyarakatan bergema, Senin 22 Desember 2025. Hari ini menjadi momentum sakral bagi segenap jemaat GPdI Ekklesia Parondobulawan yang merayakan dwi-peristiwa, pentahbisan gedung suci sekaligus peringatan hari jadinya. Kehadiran Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, tidak sekadar sebagai representasi formalitas birokrasi, melainkan sebagai bentuk […]

  • Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id — Talut penahan perkampungan di Dusun Salu Katambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kabupaten Mamasa, ambalas. Satu dusun terancam. Kondisi tersebut memicu krisis kecemasan mendalam di kalangan warga yang bermukim di zona rentan longsor. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dipicu tingginya curah hujan pada beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Mamasa. […]

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

  • Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi simpang siur informasi di media sosial mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Mamasa, Muh. Syahrul Gunawan, angkat bicara. Ia mengklarifikasi bahwa dana senilai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per porsi tidak seluruhnya habis untuk belanja bahan makanan, melainkan mencakup biaya operasional dan […]

  • Kedepankan Problem Solving, Polsek Kalukku Damaikan Dua Warga yang Berselisih

    Kedepankan Problem Solving, Polsek Kalukku Damaikan Dua Warga yang Berselisih

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Polsek Kalukku Polresta Mamuju kembali berhasil menyelesaikan konflik antar warga melalui pendekatan problem solving. Perselisihan yang melibatkan tindakan penganiayaan tersebut berakhir damai setelah kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menjalin kembali tali silaturahmi. Kasus ini bermula dari laporan saudara Sudarmin yang menjadi korban penganiayaan oleh Arnol. Namun, alih-alih melanjutkan perkara […]

expand_less