Tragedi Berdarah Kembali Terjadi di Mamuju Tengah, Dua Pria Terluka Akibat Tikaman
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 135
- comment 0 komentar

Dok. Ilustrasi
MAMUJU TENGAH – SULBARUPDATE.ID, – Sebuah insiden kekerasan berdarah kembali nyaris merenggut nyawa di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar).
Peristiwa ini melibatkan tiga pria dewasa di salah satu kafe di Topoyo, Mateng pada Jumat, (5 /6/2026) subuh.
Meski tidak ada korban jiwa, tajamnya bilah senjata tajam sempat membanjiri lokasi kejadian dengan darah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sulbarupdate.id, ketegangan berujung anarki ini menyasar seorang warga Desa Tumbu berinisial SM.
Tanpa ampun, pelaku menghujamkan senjata tajam hingga membuat lengan kiri SM mengalami luka sobek menganga.
Melihat situasi yang kian tak terkendali, seorang warga Topoyo berinisial DL mencoba memberanikan diri masuk ke tengah lingkaran konflik.
Berniat melerai dan menyelamatkan nyawa, DL justru ikut menjadi sasaran amuk pelaku. Jari-jari tangannya robek tersayat mata pisau saat berupaya merebut senjata dari tangan pelaku.
Usai melancarkan aksi brutalnya, pelaku yang diduga merupakan warga Desa Tapilina tersebut langsung melarikan diri ke kegelapan malam.
Kepala Desa (Kades) Tumbu, Usman Jabi, membenarkan peristiwa yang menimpa warganya tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/6/2026).
Begitu menerima laporan darurat, Usman mengaku langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Iya, kejadiannya kemarin malam, Jumat 5 Juni 2026. Salah satu korbannya adalah keluarga kami yang mengalami luka sobek di lengan kiri,” ujar Usman.
“Temannya yang membantu melerai saat itu juga ikut terluka di jari karena terkena pisau pelaku,” ungkap Usman dengan nada prihatin. “Temannya ini warga Topoyo,” sambungannya.
Beruntung, nyawa kedua korban masih dapat terselamatkan setelah dievakuasi secara cepat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Korban sudah ditangani pihak Rumah Sakit Dinda, dan sekarang sudah ada di rumah (sudah pulang),” jelas Usman memastikan kondisi warganya kini telah stabil.
Rasa syok juga masih menyelimuti pihak keluarga korban. Bustamin, paman dari SM, turut mengonfirmasi insiden berdarah yang menimpa keponakannya tersebut.
“Iya, kejadiannya kemarin subuh, di salah satu kafe di Topoyo katanya, Jumat. Keponakan ku itu yang tangannya sobek,” ketusnya singkat, seraya menyerahkan kelanjutan kasus ini sepenuhnya kepada pihak desa dan kepolisian.
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons aksi premanisme ini. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamuju Tengah kini telah menerjunkan tim memburu pelaku yang melarikan diri.
Konfirmasi perburuan ini ditegaskan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muhammad Arifin, lelalui pesan singkat pada Sabtu (6/6/2026).
Arifin menyatakan bahwa pengejaran intensif tengah dilakukan di lapangan.
“Sementara kami tangani dan pelaku saat ini masih dalam pencarian di lapangan,” tegas Arifin.
Hingga berita ini diturunkan, tensi di lapangan masih dinamis seiring pengejaran ketat yang dilakukan oleh polisi.
Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan bersikap kooperatif dengan segera melaporkan ke petugas jika melihat keberadaan pelaku yang kini berstatus buron tersebut.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
