Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Nadi Budaya di Festival Bulan Mamase 2026 

Nadi Budaya di Festival Bulan Mamase 2026 

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 843
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa sering dijuluki sebagai “Kepingan Surga yang Jatuh ke Bumi.” Namun, keindahan alam yang memukau dan kekayaan budaya yang luhur memerlukan medium presentasi yang kuat agar dapat dikenal dunia.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosandi) resmi menggaungkan Festival Bulan Mamase.

​Kepala Dinas Kominfosandi Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan menegaskan, festival ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya strategis untuk mempromosikan potensi daerah secara holistik.

Festival Bulan Mamase akan menyuguhkan berbagai atraksi seperti pertunjukan kesenian tradisi dan permainan rakyat yang sarat nilai filosofis, penonjolan destinasi alam Mamasa yang autentik, pameran kekayaan alam dan produk lokal serta rangkaian bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

​Pemilihan bulan April sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan teknis. Secara historis dan sosiologis, April merupakan masa “pulang kampung” bagi para diaspora Mamasa yang merantau di berbagai belahan dunia.

​Kehadiran para perantau ini diharapkan menjadi katalisator yang menambah semarak festival, sekaligus menjadi duta informasi bagi masyarakat luar.

Melalui integrasi publikasi, informasi, dan promosi yang masif, Pemerintah Kabupaten Mamasa optimis dapat menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik untuk mencicipi keramahan dan keindahan Bumi Kondosapata.

​”Masyarakat luar Mamasa diharapkan melirik daerah ini sebagai destinasi yang indah, ramah, dan memikat untuk dikunjungi,” ujar Kadis Kominfosandi dalam seruannya, Sabtu (28/3/2026).

​Ajakan Kolektif

​Sebagai putra daerah, Kadis Kominfosandi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu menyukseskan perhelatan ini. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam memposisikan Mamasa di peta pariwisata nasional.

​Sebuah pesan reflektif menutup ajakan tersebut yakni “Lebih baik bergerak lambat, daripada berdiam diri dalam keraguan.”

Sebuah kutipan yang menegaskan bahwa langkah sekecil apa pun untuk kemajuan daerah jauh lebih berharga daripada skeptisisme yang melumpuhkan inovasi.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema takbir bersahutan memecah keheningan malam di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Jumat 20 Maret 2026 malam. Ribuan obor bambu dengan berbagai desain kreatif tampak berderet rapi, dibawa oleh warga yang antusias menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah. ​Kegiatan bertajuk Pawai Obor dan Lomba Takbiran antar-dusun ini merupakan hasil kolaborasi apik […]

  • Sinergi Pengawasan dan Pengelolaan Keuangan, Reviu LKPD 2025 Sulbar Masuki Tahap Final   

    Sinergi Pengawasan dan Pengelolaan Keuangan, Reviu LKPD 2025 Sulbar Masuki Tahap Final  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Kepala Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi, Syaharuddin, bersama Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD), Muhammad, serta staf teknis menghadiri kegiatan finalisasi laporan reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun 2025 bersama Tim Reviu Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut […]

  • Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

    Ahmad Ali: PSI Instruksikan Kader Bangun Dapur MBG di Setiap Daerah

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID — Dalam langkah yang dinilai tidak biasa bagi partai politik, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh struktur partainya untuk membangun minimal satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap provinsi di Indonesia — sebuah perintah organisasi yang jauh melampaui peran politik konvensional. Instruksi ini disampaikan oleh Ahmad Ali, Ketua Harian […]

  • PM Takaichi Bubarkan Parlemen di Tengah Krisis Biaya Hidup dan Ketegangan Geopolitik

    PM Takaichi Bubarkan Parlemen di Tengah Krisis Biaya Hidup dan Ketegangan Geopolitik

    • 0Komentar

    JAPAN, Sulbarupdate.id – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, resmi membubarkan Majelis Rendah (Diet) guna mempercepat pelaksanaan pemilihan umum sela. Langkah drastis ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan publik akibat krisis biaya hidup yang melonjak tajam serta ketidakpastian ekonomi nasional. Pertaruhan Politik dan Janji Populism Hanya berselang beberapa bulan setelah menjabat, PM Takaichi kini menghadapi […]

  • Sampah Menumpuk di Selokan Dekat Kampus Unsulbar

    Sampah Menumpuk di Selokan Dekat Kampus Unsulbar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id— Tumpukan sampah terlihat memenuhi selokan di Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (4/9/2026) pagi. Pantauan Sulbarupdate.id, sampah tersebut ditemukan di selokan yang berada tidak jauh dari Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan kawasan Jalan Poros Trans Sulawesi. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan. Sejumlah sampah plastik, termasuk botol bekas, tampak berserakan […]

  • Mobil Pengangkut Lumpur Tinja Diparkir di Area UMKM Kondosapata, Pengunjung Keluhkan Pemandangan

    Mobil Pengangkut Lumpur Tinja Diparkir di Area UMKM Kondosapata, Pengunjung Keluhkan Pemandangan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Keberadaan sebuah mobil pengangkut lumpur tinja yang terparkir di area Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan pengunjung, Kamis (20/8/2026). Mobil tersebut terlihat berada di area yang sebagian dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan melalui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keberadaan kendaraan pengangkut lumpur tinja itu dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung yang […]

expand_less