Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh di Mamuju. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan” sebagai upaya strategis merespons perubahan lanskap dakwah di era digital, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

Workshop ini dihadiri para da’i/muballigh, pengurus masjid, aktivis dakwah, serta narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum silaturahmi, tetapi sebagai ruang konsolidasi dan penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulbar, Jaun, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memahami agama. Menurutnya, generasi muda kini banyak belajar dari potongan video singkat, konten viral, hingga siaran langsung di media sosial yang tidak selalu menghadirkan rujukan utuh dan mendalam.

“Perubahan ini tidak bisa kita tolak, tetapi harus kita pahami dan respons secara bijaksana. Di sinilah posisi da’i menjadi sangat strategis sebagai penjaga harmoni sosial, perekat kebangsaan, dan peneduh di tengah polarisasi,” ujar Jaun.

Ia menekankan pentingnya dakwah progresif, yakni dakwah yang tidak hanya normatif dan tekstual, tetapi juga kontekstual serta tepat secara sosial. Dakwah, lanjutnya, harus mampu menghadirkan agama sebagai solusi, bukan sumber kegelisahan sosial.

Jaun juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan yang pertama digelar secara terstruktur dan tematik oleh Pemprov Sulbar. “Ini bukan sekadar upgrading teknis, tetapi ruang konsolidasi high level untuk merumuskan bagaimana otoritas keagamaan tetap kokoh di tengah arus digitalitas. Da’i harus mampu hadir di ruang front stage—di mimbar, televisi, dan media sosial—tanpa kehilangan integritas back stage, yaitu keteladanan pribadi dan kedalaman ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang mendengar dan memetakan tantangan nyata yang dihadapi para da’i di lapangan.

“Melalui pre-test, diskusi interaktif, sharing pengalaman, hingga post-test, kami ingin memetakan potensi dan preferensi para da’i. Hasilnya akan menjadi basis data dan rekomendasi strategis untuk penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” kata Murdanil.

Menurutnya, ruang digital bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, narasi keagamaan harus menjadi penyejuk dan perekat, bukan pemicu polarisasi.

Ditempat yang sama akademisi STAIN Majene yang didaulat menjadi salah satu narasumber, Prof. Muhammad Nasir, menegaskan bahwa dakwah tidak boleh dipahami semata sebagai aktivitas ceramah, melainkan sebagai proses transformasi sosial.

“Dakwah adalah misi peradaban. Ia menjaga harmoni masyarakat, merawat persatuan di tengah polarisasi, dan menghadirkan nilai rahmah serta toleransi dalam ruang publik,” ujar Prof. Nasir.

Ia mengingatkan bahwa di era digital, siapa pun dapat berbicara atas nama agama, sementara popularitas kerap dianggap sebagai otoritas. “Inilah tantangan kita. Muncul ustaz viral tanpa kompetensi, informasi agama tidak terverifikasi, dan masyarakat sulit membedakan antara ahli dan influencer. Karena itu, diperlukan standar keilmuan, sanad yang jelas, serta literasi keagamaan digital,” tegasnya.

Prof. Nasir juga menekankan pentingnya konsistensi antara front stage dan back stage dalam diri seorang da’i. Menurutnya, kredibilitas da’i ditentukan oleh keselarasan antara ucapan dan tindakan, kejujuran ilmiah, serta akhlak sebagai dakwah utama.

“Konten viral belum tentu valid. Potongan ceramah tanpa konteks bisa memicu salah paham. Maka budaya tabayyun digital harus menjadi etika bersama dalam berdakwah,” tambahnya.

Pada workshop ini, selain unsur pemerintah provinsi dan akademisi, turut hadir dalam memberi penguatan materi dari TNI, Pakar Hukum Tata Negara dan Professional Broadcaster. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan bersama dalam membangun masa depan keagamaan yang lebih kokoh, harmonis, dan strategis di Mamuju dan seluruh wilayah Sulawesi Barat.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat 2026 di Sentul

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Acara strategis ini diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini dihadiri oleh jajaran […]

  • Perkuat Fondasi, SMSI Mamuju Tengah Gelar Rapat Perdana Usai Terbentuk

    Perkuat Fondasi, SMSI Mamuju Tengah Gelar Rapat Perdana Usai Terbentuk

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai tancap gas. Pasca resmi terbentuk pada 5 Mei 2026 lalu, organisasi perusahaan media siber ini menggelar rapat perdana untuk menyatukan visi dan memperkuat struktur internal di Bumi Lalla’ Tassisara’. ​Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal bagi SMSI Mateng dalam membangun organisasi yang […]

  • Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    • 0Komentar

    ​MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Pamapta Polresta Mamuju mengamankan seorang pemuda berinisial RA (25) setelah kedapatan mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang di Jalan Angsa, samping Wisma Darussalam, Kabupaten Mamuju, Minggu (8/2/2026) dini hari. ​Aksi nekat pelaku sempat memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya diringkus oleh pihak kepolisian. ​Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman […]

  • Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    • 2Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir. ​Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, […]

  • Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    • 0Komentar

    JAKARTA,Sulbarupdate.id – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang dilaksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (1/2/2026). Sejumlah pimpinan daerah dari Sulawesi Barat tampak hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok jenderal bintang dua tersebut. Salah satu yang hadir langsung […]

  • 19 Tenaga Honorer Biro Organisasi Setda Sulbar Diangkat PPPK Paruh Waktu

    19 Tenaga Honorer Biro Organisasi Setda Sulbar Diangkat PPPK Paruh Waktu

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Sebanyak 19 tenaga honorer Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diangkat jadi PPPK paruh waktu. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, tentang PPPK Paruh Waktu Lingkup Pemprov Sulbar, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 22 Desember 2025. Acara Penyerahan SK tersebut menandakan bahwa sebanyak 4.179 […]

expand_less