Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

Jelang Ramadhan, Biro Pemkesra Sulbar Gelar Workshop Tematik & Temu Da’i, Perkuat Dakwah Progresif di Era Digital

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 367
  • comment 0 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menggelar Workshop Tematik & Temu Da’i/Muballigh di Mamuju. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Otoritas & Masa Depan Keagamaan” sebagai upaya strategis merespons perubahan lanskap dakwah di era digital, 14 Februari 2026.

Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

Workshop ini dihadiri para da’i/muballigh, pengurus masjid, aktivis dakwah, serta narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai forum silaturahmi, tetapi sebagai ruang konsolidasi dan penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulbar, Jaun, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memahami agama. Menurutnya, generasi muda kini banyak belajar dari potongan video singkat, konten viral, hingga siaran langsung di media sosial yang tidak selalu menghadirkan rujukan utuh dan mendalam.

“Perubahan ini tidak bisa kita tolak, tetapi harus kita pahami dan respons secara bijaksana. Di sinilah posisi da’i menjadi sangat strategis sebagai penjaga harmoni sosial, perekat kebangsaan, dan peneduh di tengah polarisasi,” ujar Jaun.

Ia menekankan pentingnya dakwah progresif, yakni dakwah yang tidak hanya normatif dan tekstual, tetapi juga kontekstual serta tepat secara sosial. Dakwah, lanjutnya, harus mampu menghadirkan agama sebagai solusi, bukan sumber kegelisahan sosial.

Jaun juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan yang pertama digelar secara terstruktur dan tematik oleh Pemprov Sulbar. “Ini bukan sekadar upgrading teknis, tetapi ruang konsolidasi high level untuk merumuskan bagaimana otoritas keagamaan tetap kokoh di tengah arus digitalitas. Da’i harus mampu hadir di ruang front stage—di mimbar, televisi, dan media sosial—tanpa kehilangan integritas back stage, yaitu keteladanan pribadi dan kedalaman ilmu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang mendengar dan memetakan tantangan nyata yang dihadapi para da’i di lapangan.

“Melalui pre-test, diskusi interaktif, sharing pengalaman, hingga post-test, kami ingin memetakan potensi dan preferensi para da’i. Hasilnya akan menjadi basis data dan rekomendasi strategis untuk penguatan ekosistem dakwah di Sulawesi Barat secara berkelanjutan,” kata Murdanil.

Menurutnya, ruang digital bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, narasi keagamaan harus menjadi penyejuk dan perekat, bukan pemicu polarisasi.

Ditempat yang sama akademisi STAIN Majene yang didaulat menjadi salah satu narasumber, Prof. Muhammad Nasir, menegaskan bahwa dakwah tidak boleh dipahami semata sebagai aktivitas ceramah, melainkan sebagai proses transformasi sosial.

“Dakwah adalah misi peradaban. Ia menjaga harmoni masyarakat, merawat persatuan di tengah polarisasi, dan menghadirkan nilai rahmah serta toleransi dalam ruang publik,” ujar Prof. Nasir.

Ia mengingatkan bahwa di era digital, siapa pun dapat berbicara atas nama agama, sementara popularitas kerap dianggap sebagai otoritas. “Inilah tantangan kita. Muncul ustaz viral tanpa kompetensi, informasi agama tidak terverifikasi, dan masyarakat sulit membedakan antara ahli dan influencer. Karena itu, diperlukan standar keilmuan, sanad yang jelas, serta literasi keagamaan digital,” tegasnya.

Prof. Nasir juga menekankan pentingnya konsistensi antara front stage dan back stage dalam diri seorang da’i. Menurutnya, kredibilitas da’i ditentukan oleh keselarasan antara ucapan dan tindakan, kejujuran ilmiah, serta akhlak sebagai dakwah utama.

“Konten viral belum tentu valid. Potongan ceramah tanpa konteks bisa memicu salah paham. Maka budaya tabayyun digital harus menjadi etika bersama dalam berdakwah,” tambahnya.

Pada workshop ini, selain unsur pemerintah provinsi dan akademisi, turut hadir dalam memberi penguatan materi dari TNI, Pakar Hukum Tata Negara dan Professional Broadcaster. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan bersama dalam membangun masa depan keagamaan yang lebih kokoh, harmonis, dan strategis di Mamuju dan seluruh wilayah Sulawesi Barat.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    JSM: Saya Bangga Bekerja Bersama SDK Bangun Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menyampaikan rasa bangganya bisa bekerja bersama Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dalam membangun Sulbar. Ia menyebut kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka terbukti kuat, terutama dalam pengelolaan pemerintahan dan pengendalian ekonomi. “Saya sungguh merasa bangga bekerja sama dengan bapak Suhardi Duka dalam membangun Sulbar,” ujarnya saat […]

  • 2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Balla, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar pada Selasa (14/4/2026). Api yang diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan tersebut sempat menghanguskan area seluas dua hektare sebelum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, api dipicu oleh […]

  • Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    • 0Komentar

    JAKARTA,Sulbarupdate.id – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang dilaksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (1/2/2026). Sejumlah pimpinan daerah dari Sulawesi Barat tampak hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok jenderal bintang dua tersebut. Salah satu yang hadir langsung […]

  • MBG Targetkan 2.023 Penerima Manfaat di Messawa, Kepala SPPG: Kami Pastikan Nutrisi Anak dan Ibu Terpenuhi

    MBG Targetkan 2.023 Penerima Manfaat di Messawa, Kepala SPPG: Kami Pastikan Nutrisi Anak dan Ibu Terpenuhi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada ribuan penerima manfaat di wilayah Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (8/10/2026). Kegiatan pendampingan dan pemantauan distribusi ini turut dikawal langsung oleh Babinsa Kelurahan Messawa, Sertu Paulus, guna memastikan seluruh proses berjalan tertib dan lancar. Penyaluran makanan bergizi ini dikelola oleh Satuan […]

  • Sisa Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

    Sisa Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

    • 0Komentar

    Jakarta – Sulbarupdate.id – Pernahkah kamu mengalami sisa kuota internet masih tersedia, namun tidak bisa digunakan karena masa aktif paket telah berakhir,? Biasa pemberitahuan tersebut melalui layanan SMS 3636. Pengalaman tersebut dialami banyak pengguna layanan seluler di Indonesia. Kini, kebijakan hangusnya sisa kuota internet itu resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut diajukan oleh […]

  • Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

    Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah naungan atap Banua Layuk Buntukasisi, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa yang megah, sejarah seolah kembali memanggil para penjaganya. Suasana di jantung Kabupaten Mamasa itu tidak sekadar riuh oleh kehadiran manusia, melainkan khidmat oleh semangat “Kombongan Ada’”—sebuah musyawarah besar yang bertujuan membasuh kembali akar kearifan lokal yang mulai tertutup debu […]

expand_less