Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 829
  • comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali dikeluhkan oleh kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Selain sulit didapat, harga di tingkat pengecer kini melonjak drastis hingga menembus angka Rp 50.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. FD, seorang ibu rumah tangga di daerah Benteng, Kecamatan Tobadak, mengaku terkejut saat harus merogoh kocek dalam-dalam untuk satu tabung “melon” tersebut.

​”Harga tabung sekarang sudah berlebih-lebihan (tallewa-lewa). Saya baru saja beli di daerah Benteng dekat Pertamina harganya Rp 50.000. Alasan pengecer karena mereka juga ambil mahal dari agen,” ujar FD kepada Sulbarupdate.id, Rabu (18/2/2026).

​Senada dengan FD, Nia (42), warga lainnya, merasa kesal karena harus “berburu” tabung hingga ke wilayah Topoyo.

“Sangat langka. Kalau mau dapat harus kerja ekstra berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain. Saya dapat di Topoyo harganya Rp 40.000 karena di pangkalan cepat sekali habis,” keluh Nia.

​Menanggapi fenomena ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Mateng, Sudir, angkat bicara. Menurutnya, lonjakan harga yang fantastis ini diduga kuat akibat adanya praktik “tangan kedua” atau permainan antar pengecer.

​”Terjadi rantai distribusi yang tidak sehat di tingkat pengecer. Pengecer A membeli dari pengecer B dengan harga di atas HET, lalu dijual kembali ke masyarakat dengan margin keuntungan lagi. Inilah yang membuat harga membengkak di tangan konsumen,” jelas Sudir.

​Sudir menegaskan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, harga di tingkat pangkalan resmi sebenarnya masih terpantau normal sesuai aturan.

“Di pangkalan harganya tetap normal sesuai HET, yakni Rp 18.600. Masalahnya ada di perputaran antar pengecer ini,” tambahnya.

​Selain masalah permainan harga, Sudir mengungkapkan bahwa kelangkaan juga dipicu oleh kendala teknis pada distribusi agen.

Berdasarkan konfirmasi pihak dinas, sempat terjadi kerusakan armada pengangkut yang menyebabkan keterlambatan pasokan selama dua hari.

​Sebagai langkah antisipasi, Dinas Koperindag Mateng telah lakukan kroscek langsung ke pangkalan dan agen untuk memastikan stok.

​Pihaknya juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pangkalan agar tidak melakukan praktik curang atau menyalurkan barang ke pihak yang berniat menimbun.

​Pemerintah berharap distribusi kembali normal dalam waktu dekat agar beban ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan rumah tangga kecil, tidak semakin berat.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran melanda satu unit mobil Daihatsu Grandmax Pick Up di Bengkel Agung Pratama Motor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar pada Jumat pagi. Insiden yang terjadi padaJumat (17/04/2026) sekira pukul 11.00 WITA. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. ​Personel piket […]

  • Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Minggu dini hari (3/5/2026) sekitar pukul 02.20 WITA. Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus Daihatsu Sigra berwarna silver dengan nomor polisi DD 1544 MS. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Fattoni (29), warga Dusun […]

  • Rekonsiliasi Keuangan SKPD Sulbar: BPKAD Kawal Akuntabilitas

    Rekonsiliasi Keuangan SKPD Sulbar: BPKAD Kawal Akuntabilitas

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan rekonsiliasi laporan keuangan SKPD Tahun Anggaran 2025 lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan akan berlangsung selama 5 hari, mulai 19 hingga 23 Januari 2026, bertempat di ruang […]

  • Terduga Pelaku Pembacokan Warga Tobadak Masuk DPO, Polisi Masih Diburu

    Terduga Pelaku Pembacokan Warga Tobadak Masuk DPO, Polisi Masih Diburu

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, masih memburu terduga pelaku pembacokan terhadap seorang warga berinisial DJ di Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Terduga pelaku kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran Tim Unit […]

  • Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ironi terjadi di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur yang telah puluhan tahun jadi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus, mendadak disegel oleh ahli waris lahan, Sabtu (2/5/2026). Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti […]

  • Kenalkan Avdal Saputra Asal Salutambun Mamasa, Tembus Skuad Timnas Pelajar U-16

    Kenalkan Avdal Saputra Asal Salutambun Mamasa, Tembus Skuad Timnas Pelajar U-16

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Nama Avdal Saputra kini menjadi buah bibir di kancah sepak bola Sulawesi Barat. Remaja asal Kabupaten Mamasa ini sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menembus skuad elit Tim Nasional (Timnas) Pelajar U-16 di bawah naungan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI). Lahir di Salutambun pada 14 November 2010, Avdal bukan sekadar pelengkap tim. […]

expand_less