Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 521
  • comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali dikeluhkan oleh kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Selain sulit didapat, harga di tingkat pengecer kini melonjak drastis hingga menembus angka Rp 50.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. FD, seorang ibu rumah tangga di daerah Benteng, Kecamatan Tobadak, mengaku terkejut saat harus merogoh kocek dalam-dalam untuk satu tabung “melon” tersebut.

​”Harga tabung sekarang sudah berlebih-lebihan (tallewa-lewa). Saya baru saja beli di daerah Benteng dekat Pertamina harganya Rp 50.000. Alasan pengecer karena mereka juga ambil mahal dari agen,” ujar FD kepada Sulbarupdate.id, Rabu (18/2/2026).

​Senada dengan FD, Nia (42), warga lainnya, merasa kesal karena harus “berburu” tabung hingga ke wilayah Topoyo.

“Sangat langka. Kalau mau dapat harus kerja ekstra berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain. Saya dapat di Topoyo harganya Rp 40.000 karena di pangkalan cepat sekali habis,” keluh Nia.

​Menanggapi fenomena ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Mateng, Sudir, angkat bicara. Menurutnya, lonjakan harga yang fantastis ini diduga kuat akibat adanya praktik “tangan kedua” atau permainan antar pengecer.

​”Terjadi rantai distribusi yang tidak sehat di tingkat pengecer. Pengecer A membeli dari pengecer B dengan harga di atas HET, lalu dijual kembali ke masyarakat dengan margin keuntungan lagi. Inilah yang membuat harga membengkak di tangan konsumen,” jelas Sudir.

​Sudir menegaskan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, harga di tingkat pangkalan resmi sebenarnya masih terpantau normal sesuai aturan.

“Di pangkalan harganya tetap normal sesuai HET, yakni Rp 18.600. Masalahnya ada di perputaran antar pengecer ini,” tambahnya.

​Selain masalah permainan harga, Sudir mengungkapkan bahwa kelangkaan juga dipicu oleh kendala teknis pada distribusi agen.

Berdasarkan konfirmasi pihak dinas, sempat terjadi kerusakan armada pengangkut yang menyebabkan keterlambatan pasokan selama dua hari.

​Sebagai langkah antisipasi, Dinas Koperindag Mateng telah lakukan kroscek langsung ke pangkalan dan agen untuk memastikan stok.

​Pihaknya juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pangkalan agar tidak melakukan praktik curang atau menyalurkan barang ke pihak yang berniat menimbun.

​Pemerintah berharap distribusi kembali normal dalam waktu dekat agar beban ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan rumah tangga kecil, tidak semakin berat.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Ketahanan Pangan dan MBG Sulbar, Dinas PUPR Bekali Petugas Hidrologi dan Klimatologi

    Perkuat Ketahanan Pangan dan MBG Sulbar, Dinas PUPR Bekali Petugas Hidrologi dan Klimatologi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan serta menjaga keberlanjutan suplai Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan pembekalan bagi petugas hidrologi dan klimatologi, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas data sumber daya air sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis pemerintah daerah. Pembekalan tersebut menjadi […]

  • Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa Welem Sambolangi, melantik enam orang Pejabat Stuktural Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Daerah( Pemda) Kabupaten Mamasa. Pelantikan di laksanakan di Tribun Kondosapata, Jl. Demmajannang, Kelurahan Mamasa, Jumat (10/04/2026) Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengucapkan selamat kepada delapan orang Eselon II yang di lantik. “Banyak selamat kepada bapak dan ibu yang telah […]

  • Pemprov Sulbar Galang Koordinasi Solidaritas Regional Pasca Bencana Alam di Sumatera 

    Pemprov Sulbar Galang Koordinasi Solidaritas Regional Pasca Bencana Alam di Sumatera 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan komitmen teguh dalam kerangka solidaritas nasional pasca-musibah bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, turut serta dalam Rapat Koordinasi Tanggap Darurat yang diselenggarakan sebagai respons cepat dan terukur terhadap banjir […]

  • Bulog Majene dan Pemkel Labuang Utara Bersinergi Percepat Penyaluran Minyak dan Beras yang Tertunda

    Bulog Majene dan Pemkel Labuang Utara Bersinergi Percepat Penyaluran Minyak dan Beras yang Tertunda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kelurahan Labuang Utara menerima kunjungan monitoring dari Pimpinan Cabang Bulog Majene, Kabupaten Majene, bersama tim teknis, Kamis (21/5/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka memantau kondisi penyaluran bantuan pangan berupa minyak goreng dan beras yang hingga saat ini masih terdapat sebagian bantuan yang belum tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Kegiatan monitoring tersebut berlangsung […]

  • Dominasi Asia Timur, Vietnam Terkepung di Semifinal Piala Asia U-23 2026

    Dominasi Asia Timur, Vietnam Terkepung di Semifinal Piala Asia U-23 2026

    • 0Komentar

    JEDDAH, Sulbarupdate.id – Peta persaingan babak semifinal Piala Asia U-23 2026 telah lengkap. Timnas Vietnam menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang tersisa di tengah kepungan tiga raksasa Asia Timur yakni China, Korea Selatan, dan Jepang. Kepastian ini didapat setelah China dan Korea Selatan menyusul langkah Vietnam dan Jepang ke babak empat besar pada laga perempat […]

  • Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) akhirnya ungkap motif dan kronologi kasus penikaman yang terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.  Diketahui insiden berdarah ini terjadi di salah satu Caffe di Topoyo, pada Jumat (5/6/2026) lalu.  Akibatnya dua orang pria mengalami luka sabetan senjata tajam. Saat ini, terduga pelaku berinisial H […]

expand_less