Bau Menyengat Selimuti DPRD Polman, Diduga Asal Limbah MBG
- account_circle Am*
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 306
- comment 0 komentar

Gambar ilustrasi
Polewali Mandar – Sulbarupdate.id Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Takatidung II, Kabupaten Polewali Mandar, menuai keluhan.
Limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur tersebut diduga memunculkan bau tidak sedap yang menyebar hingga ke Jalan Andi Depu, tepat di sekitar Gedung DPRD Polman.
Informasi ini dilansir dari media online SulbarExpres. Bau menyengat dari saluran limbah dapur SPPG disebut kerap muncul dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, yang dikenal sebagai salah satu titik dengan mobilitas tinggi.
Salah seorang pengunjung Kantor DPRD Polman, Fahrul, mengungkapkan ketidaknyamanannya akibat bau busuk yang terus tercium dari arah dapur SPPG. Ia menyebut aroma tersebut cukup menyengat hingga menimbulkan rasa pusing.
“Limbah yang dihasilkan dari SPPG MBG di samping kantor DPRD Polman baunya busuk, bikin sakit kepala, hampir tiap begini terus,” ungkap Fahrul.
Fahrul bahkan mengingatkan pengendara sepeda motor agar mengenakan masker saat melintasi area depan Kantor DPRD Polman demi mengurangi dampak bau tersebut.
Keluhan itu mendapat perhatian dari Ketua DPRD Polman, Fahri Fadly. Ia meminta pengelola SPPG MBG agar menjalankan pengelolaan limbah sesuai petunjuk teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, salah satu syarat utama operasional SPPG adalah ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, sehingga limbah tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Terkait limbah ini, juknis dari BGN sudah jelas. SPPG yang beroperasi harus dilengkapi IPAL dan mengikuti SOP yang ada, agar limbahnya tidak menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan,” tegas Fahri Fadly, Rabu, 28 Januari 2026.
Di sisi lain, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG MBG Kelurahan Takatidung II, Husni, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pembersihan saluran drainase setiap hari. Namun, ia mengakui sisa limbah makanan yang mengendap biasanya baru dibersihkan pada sore hari.
Persoalan ini menjadi perhatian publik karena program MBG merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Warga berharap pengelolaan limbah dapat segera dibenahi agar tujuan program tidak berbenturan dengan kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
- Penulis: Am*
- Editor: Tim Editor Sulbarupdate.id

