Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Arwin Rahman Apresiasi Respon Kodim Mamasa Atas Jembatan Gantung di SDN Botteng

Arwin Rahman Apresiasi Respon Kodim Mamasa Atas Jembatan Gantung di SDN Botteng

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 19 Des 2025
  • visibility 547
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di balik riak sungai pembela siswa di SDN 006 Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, tersimpan sebuah narasi tentang keteguhan hati para pencari ilmu.

Belum lekang dari ingatan, potret siswa dan guru SDN 006 Botteng yang harus bertaruh nyawa, menantang derasnya arus sungai demi mencapai gerbang sekolah.

Kondisi ini terpaksa dilakukan, lantaran jembatan gantung menuju sekolah lapuk dan rusak total. Terpisah hanya dua tali penyangga. Itupun sudah karatan pula.

Namun kini, kecemasan itu telah bertransformasi menjadi garis senyum yang membentang kokoh.

Keberhasilan restorasi jembatan gantung tersebut menuai apresiasi mendalam dari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman.

Ia menilai, langkah taktis yang diambil oleh Kodim 1428/Mamasa bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan sebuah manifesto nyata dari kehadiran negara di tengah urgensi publik.

Arwin Rahman menegaskan bahwa kecepatan respons Dandim 1428/Mamasa beserta jajarannya merupakan bukti otentik dari sinergi yang harmonis antara aparat keamanan dan kebutuhan krusial masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh jajaran Kodim 1428/Mamasa adalah bukti nyata sebuah dedikasi yang melampaui tugas pokok. Ini adalah respons progresif terhadap jeritan nurani pendidikan kita,” ujar Arwin Rahman saat dihubungi pada Jumat, 19 Desember 2025.

Bagi politisi ini, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung dua daratan, melainkan urat nadi bagi masa depan generasi muda di pelosok Mamasa.

Ia menitikberatkan bahwa sektor pendidikan tidak boleh terhambat oleh kendala geografis yang mengancam keselamatan.

Dulunya kondisi memprihatinkan dengan hanya menyisakan tali penyangga yang memicu kekhawatiran publik secara masif, kini sebuah jembatan gantung yang representatif telah terbentang rapi, menjadi “Titian Asa” yang memastikan langkah para siswa menuju sekolah tak lagi dihantui rasa takut.

Kini, jembatan menuju sekolah SDN Botteng berdiri sebagai monumen kepedulian.

Kehadiran TNI dalam menginisiasi pengerjaan baru jembatan ini membuktikan bahwa ketika solidaritas bertemu dengan ketegasan manajerial, kendala seberat apa pun dapat teratasi dengan tempo yang singkat.

Keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan dapat memantik semangat baru bagi tenaga pendidik dan siswa di SDN 006 Botteng untuk terus berkarya, tanpa perlu lagi menantang maut di atas derasnya arus sungai.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial. Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025. Melalui hasil investigasi […]

  • Hardiknas 2026, Bupati Mamasa: Pendidikan Adalah Kunci Utama Membangun Daerah

    Hardiknas 2026, Bupati Mamasa: Pendidikan Adalah Kunci Utama Membangun Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan penuh khidmat di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Sabtu (2/5/2026). Peringatan yang jatuh setiap tanggal 2 Mei ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Ada yang menarik dalam upacara kali ini, jajaran Forkopimda dan tamu undangan […]

  • Selamat Jalan Pak Salim Mengga, Sosok Pemimpin, Orang Tua Sekaligus Kakak

    Selamat Jalan Pak Salim Mengga, Sosok Pemimpin, Orang Tua Sekaligus Kakak

    • 0Komentar

    Oleh: Suhardi Duka (Gubernur Sulawesi Barat) JAKARTA- Kabar mengejutkan itu datang. Pagi-pagi betul, kabar duka itu sampai ke saya. Pak Salim S Mengga telah meninggalkan saya, meninggalkan kita semua. Kabar berpulangnya Pak Salim jelas bikin saya shock. Baru beberapa hari lalu saya sempat menjenguk beliau dengan kondisinya yang berangsur membaik usai operasi lutut yang ia […]

  • SPPG Messawa Salurkan MBG kepada 1.589 Penerima di Sekolah dan 430 Kelompok 3B

    SPPG Messawa Salurkan MBG kepada 1.589 Penerima di Sekolah dan 430 Kelompok 3B

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makuang Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat, Selasa (13/10/2026). Penyaluran menyasar 29 sekolah dengan total 1.589 penerima manfaat, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Program ini juga menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B […]

  • Optimalisasi Kinerja OPD, DKPPKB Sulbar Finalkan Rencana Aksi 2026

    Optimalisasi Kinerja OPD, DKPPKB Sulbar Finalkan Rencana Aksi 2026

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memfinalkan penyusunan Rencana Aksi Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mempercepat capaian kinerja dan memastikan seluruh program berjalan selaras dengan target pembangunan daerah menuju Sulbar Maju dan Sejahtera. Kegiatan penyusunan rencana aksi dilaksanakan di Aula Ammana Wewang DKPPKB Sulbar, Jumat (13/2/2026), […]

  • Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional. Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara. Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik […]

expand_less