Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Wakil Ketua DPRD Mamasa Sarankan Pemda Kunci Perencanaan OPD Lewat Tiga Pintu

Wakil Ketua DPRD Mamasa Sarankan Pemda Kunci Perencanaan OPD Lewat Tiga Pintu

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin, mengkritik pola perencanaan dan penganggaran daerah yang dinilai masih berjalan parsial dan belum terintegrasi antar lembaga kunci.

Ia menegaskan perlunya skema review berantai yang melibatkan Bapperida, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), dan Inspektorat dalam satu alur yang utuh sejak tahap awal perencanaan OPD.

Menurut Arwin, selama ini proses perencanaan cenderung berjalan sendiri-sendiri. Bapperida menyusun arah, OPD merancang program, BPKD mengelola aspek keuangan, sementara Inspektorat baru masuk di tahap pengawasan akhir. Pola seperti ini dinilai membuka ruang ketidaksinkronan, bahkan berpotensi melahirkan belanja yang tidak efektif.

“Kita ingin ada satu rangkaian review yang utuh. Perencanaan harus dikunci dari awal oleh Bapperida, BPKD, dan Inspektorat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Arwin.

Ia menjelaskan, Bapperida harus memastikan setiap program benar-benar selaras dengan dokumen strategis seperti RPJMD, Renja, dan Renstra, sehingga arah pembangunan tidak melenceng. Setelah itu, BPKD berperan menguji kelayakan dan rasionalitas struktur anggaran, termasuk memastikan efisiensi dan konsistensi dalam pengalokasian belanja.

Sementara itu, Inspektorat ditempatkan sebagai pengawal kepatuhan yang memastikan seluruh perencanaan telah sesuai dengan regulasi serta prinsip akuntabilitas. Dengan skema ini, setiap program tidak hanya “benar arah”, tetapi juga “tepat hitung” dan “sesuai aturan”.

Namun, Arwin menilai mekanisme seperti ini belum berjalan optimal. Ia melihat masih adanya celah di mana perencanaan OPD bisa lolos tanpa pengujian menyeluruh, sehingga pola belanja yang tidak berdampak terus berulang dari tahun ke tahun.

Ia kembali menyoroti dominasi belanja rutin seperti makan minum, alat tulis kantor (ATK), dan perjalanan dinas (SPPD) yang kerap muncul dalam rincian kegiatan. Tanpa review terintegrasi, komposisi belanja semacam ini sulit dikendalikan karena tidak ada satu sistem yang secara simultan menguji relevansi, efisiensi, dan kepatuhannya.

“Kalau tidak ada review yang terintegrasi, kita hanya mengulang pola yang sama. Anggaran terserap, tapi manfaatnya tidak maksimal,” kata Arwin.

Dalam pandangannya, persoalan utama bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada lemahnya orkestrasi antar lembaga. Ketika Bapperida, BPKD, dan Inspektorat tidak bekerja dalam satu siklus yang terkoneksi, maka perencanaan kehilangan kontrol sejak awal.

DPRD, kata dia, mendorong agar review berantai ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi ditetapkan sebagai mekanisme wajib dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Setiap dokumen OPD harus melewati tahapan pengujian berlapis, dari sisi kebijakan, keuangan, hingga kepatuhan, sebelum masuk ke tahap penetapan anggaran.

Arwin menegaskan, titik paling krusial dalam pengelolaan anggaran adalah perencanaan. Jika pada tahap ini sudah lemah, maka pelaksanaan hanya akan memperbesar inefisiensi yang sudah terbentuk sejak awal.

Dengan mendorong integrasi review antara Bapperida, BPKD, dan Inspektorat, DPRD Mamasa ingin memastikan bahwa anggaran daerah tidak lagi disusun secara administratif semata, tetapi melalui proses yang ketat, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Potensi sektor peternakan, khususnya ternak babi di Kabupaten Mamasa, dinilai menjadi kunci strategis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih serius melakukan intervensi anggaran serta membangun kolaborasi lintas instansi hingga ke tingkat kementerian. Anggota DPRD Mamasa, Arwin Rahman, […]

  • Arwin Rahman: Manifestasi Nilai Natal dalam Harmoni Keluarga dan Falsafah Budaya

    Arwin Rahman: Manifestasi Nilai Natal dalam Harmoni Keluarga dan Falsafah Budaya

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Natal DPRD dan Sekretariat DPRD Kabupaten Mamasa, tahun ini membawa pesan mendalam bagi segenap jajaran di lembaga wakil rakyat itu sendiri. Dengan mengangkat tema sentral “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, momentum ini menjadi panggilan spiritual untuk merefleksikan kembali peran sakral keluarga dalam tatanan kehidupan. Dalam untaian pesannya, Wakil Ketua DPRD Mamasa, […]

  • SDN 26 Pakkola Tampil Memukau Di Depan Juri dan Penonton di Semarak Merdeka 2026

    SDN 26 Pakkola Tampil Memukau Di Depan Juri dan Penonton di Semarak Merdeka 2026

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat nasionalisme dan kreativitas pelajar di Kabupaten Majene semakin terasa. Salah satunya ditunjukkan oleh siswa-siswi SDN 26 Pakkola yang tampil memukau di hadapan dewan juri dan penonton dalam ajang Semarak Merdeka 2026 yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, […]

  • 2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    2 Hektare Lahan di Anreapi Polman Terbakar

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Balla, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar pada Selasa (14/4/2026). Api yang diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan tersebut sempat menghanguskan area seluas dua hektare sebelum berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, api dipicu oleh […]

  • Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Persoalan pembayaran hak tenaga medis di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memasuki babak panjang dan belum menemukan titik terang. Sejumlah dokter mengungkapkan masih adanya hak mereka yang disebut belum dibayarkan sejak 2024.  Persoalan tersebut bukan baru sekali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa. Berbagai jalur telah ditempuh, mulai dari menemui kepala daerah, menyampaikan aspirasi […]

  • Bapperida Sulbar dan DPD RI, Bahas Tantangan dan Arah Pembangunan Daerah

    Bapperida Sulbar dan DPD RI, Bahas Tantangan dan Arah Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, terima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Sulbar, Jupri Mahmud. Kunjungan kerja ini berlangsung di Kantor DPD RI Sulbar, Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa, 16 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan mendapatkan gambaran komprehensif kondisi pembangunan Sulbar dari […]

expand_less