Filantropi di Balik Pena, IJS Mamuju Tengah Tebarkan Asa bagi Lansia Disabilitas
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar

TOPOYO, Sulbarupdate.id – Di balik rutinitas mengejar tenggat dan menghimpun informasi, urgensi kemanusiaan tetap menjadi denyut nadi bagi para pewarta yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Kabupaten Mamuju Tengah.
Organisasi profesi ini kembali merealisasikan program “Jumat Berkah Berbagi” sebagai wujud konkret kepedulian sosial terhadap masyarakat prasejahtera.
Langkah kaki para jurnalis kali ini tertuju pada sebuah kediaman sederhana di Dusun Lomba Bou, Desa Topoyo. Di sana, seorang wanita lanjut usia bernama Ta Ama, atau yang akrab disapa Mama Aco, menyambut dengan keterbatasan yang memilukan, Jum’at (13/2/2026).
Di usianya yang telah menyentuh tujuh dekade, janda tua itu harus menjalani hari-harinya dalam sunyi akibat gangguan penglihatan total (tunanetra).
Dalam kunjungan tersebut, IJS Mamuju Tengah menyerahkan paket bantuan logistik berupa kebutuhan pokok esensial, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga bahan pangan instan lainnya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga Ta Ama yang memiliki tiga orang anak.
Jumadi, putra kedua Ta Ama, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur saat menerima bantuan tersebut. Baginya, kehadiran para jurnalis bukan sekadar bantuan materi, melainkan jaminan ketenangan menjelang bulan suci Ramadan.
”Alhamdulillah dan terima kasih banyak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk memenuhi kebutuhan saat memasuki bulan puasa nanti,” ujar Jumadi dengan nada haru.
Ketua IJS Mamuju Tengah, Sirajuddin, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Sebelumnya, program serupa telah menyasar keluarga Arief Usman di Dusun Kampung Baru, Desa Kuo.
Menurutnya, inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari program kerja IJS yang disokong secara kolektif oleh seluruh anggota.
Penyerahan sembako ini adalah realisasi dari program Jumat Berkah yang diinisiasi oleh seluruh Anggota IJS Mamuju Tengah.
“Kami percaya bahwa semangat berbagi harus terus dipupuk agar keberadaan organisasi ini dapat memberikan kemaslahatan seluas-luasnya bagi masyarakat di sekitar kita,” tutur Sirajuddin.
Melalui gerakan ini, IJS Mamuju Tengah membuktikan bahwa jurnalisme tidak hanya bekerja melalui tulisan dan kritik, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh relung kemanusiaan paling dasar.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
