Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Filantropi di Balik Pena, IJS Mamuju Tengah Tebarkan Asa bagi Lansia Disabilitas

Filantropi di Balik Pena, IJS Mamuju Tengah Tebarkan Asa bagi Lansia Disabilitas

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
  • visibility 288
  • comment 0 komentar

TOPOYO, Sulbarupdate.id – Di balik rutinitas mengejar tenggat dan menghimpun informasi, urgensi kemanusiaan tetap menjadi denyut nadi bagi para pewarta yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Sulbar (IJS) Kabupaten Mamuju Tengah.

Organisasi profesi ini kembali merealisasikan program “Jumat Berkah Berbagi” sebagai wujud konkret kepedulian sosial terhadap masyarakat prasejahtera.

​Langkah kaki para jurnalis kali ini tertuju pada sebuah kediaman sederhana di Dusun Lomba Bou, Desa Topoyo. Di sana, seorang wanita lanjut usia bernama Ta Ama, atau yang akrab disapa Mama Aco, menyambut dengan keterbatasan yang memilukan, Jum’at (13/2/2026).

Di usianya yang telah menyentuh tujuh dekade, janda tua itu harus menjalani hari-harinya dalam sunyi akibat gangguan penglihatan total (tunanetra).

​Dalam kunjungan tersebut, IJS Mamuju Tengah menyerahkan paket bantuan logistik berupa kebutuhan pokok esensial, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga bahan pangan instan lainnya.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga Ta Ama yang memiliki tiga orang anak.

​Jumadi, putra kedua Ta Ama, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur saat menerima bantuan tersebut. Baginya, kehadiran para jurnalis bukan sekadar bantuan materi, melainkan jaminan ketenangan menjelang bulan suci Ramadan.

​”Alhamdulillah dan terima kasih banyak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk memenuhi kebutuhan saat memasuki bulan puasa nanti,” ujar Jumadi dengan nada haru.

​Ketua IJS Mamuju Tengah, Sirajuddin, menegaskan bahwa aksi ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Sebelumnya, program serupa telah menyasar keluarga Arief Usman di Dusun Kampung Baru, Desa Kuo.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari program kerja IJS yang disokong secara kolektif oleh seluruh anggota.

Penyerahan sembako ini adalah realisasi dari program Jumat Berkah yang diinisiasi oleh seluruh Anggota IJS Mamuju Tengah.

“Kami percaya bahwa semangat berbagi harus terus dipupuk agar keberadaan organisasi ini dapat memberikan kemaslahatan seluas-luasnya bagi masyarakat di sekitar kita,” tutur Sirajuddin.

​Melalui gerakan ini, IJS Mamuju Tengah membuktikan bahwa jurnalisme tidak hanya bekerja melalui tulisan dan kritik, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh relung kemanusiaan paling dasar.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    • 0Komentar

    BERN, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Swiss memasuki Piala Dunia 2026 dengan status yang sangat berbeda dibanding banyak negara Eropa lainnya. Mereka mungkin tidak memiliki sorotan sebesar England, France atau Spain namun dalam satu dekade terakhir Swiss justru menjadi salah satu tim paling konsisten di sepak bola internasional. Swiss hampir selalu hadir di turnamen besar. Mereka […]

  • Perayaan Natal Nasional GMKI, Gubernur Sulbar Ajak Jaga Toleransi dan Tingkatkan Ketaatan Hukum

    Perayaan Natal Nasional GMKI, Gubernur Sulbar Ajak Jaga Toleransi dan Tingkatkan Ketaatan Hukum

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id- Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menghadiri Perayaan Natal Nasional GMKI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dan masyarakat Mamasa Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Senin malam 29 Desember 2025. Gubernur Suhardi Duka hadir didampingi Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Biro Umum, Plt Kasatpol PP dan Damkar, serta […]

  • Mahasiswa Mamasa Ajak Masyarakat Dukung Kejari Selesaikan 30 SKK Temuan BPK

    Mahasiswa Mamasa Ajak Masyarakat Dukung Kejari Selesaikan 30 SKK Temuan BPK

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kelompok mahasiswa Kabupaten Mamasa secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa yang menyerahkan 30 Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa. Dukungan ini berkaitan dengan upaya penegakan hukum dan penyelesaian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Salah satu mahasiswa Mamasa, Riskul Tona’, menegaskan bahwa langkah Pemda menggandeng Jaksa […]

  • Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Poros Topoyo–Tumbu, tepatnya di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat pada Rabu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Peristiwa tragis yang melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha RX-King dan truk tersebut mengakibatkan dua orang pemuda meninggal dunia di tempat. ​Bripda I Made Tresna, Personel […]

  • Perkuat Pengawasan KDMP, Pemkab dan Kejari Mamasa Teken PKS

    Perkuat Pengawasan KDMP, Pemkab dan Kejari Mamasa Teken PKS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa resmi menjalin sinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa untuk memperketat pengawalan dan pengawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Kamis (22/1/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dan Kepala Kejaksaan […]

  • Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026). Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas. 1. Kebebasan […]

expand_less