Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 637
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa.

Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya ruang hampa yang panjang.

​Sebuah potret memilukan mendadak menggetarkan jagat maya setelah akun media sosial “Mambi Update” mengunggah keberanian tiga bocah sekolah dasar.

Tanpa seragam mewah, mereka berdiri tegar sambil membentangkan spanduk sederhana yang ditulis dengan sisa-sisa harapan.

Pesannya menusuk jantung siapa pun yang membacanya, sebuah laporan langsung kepada pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini bahwa Presiden, selama empat tahun mereka tidak belajar Agama Islam karena guru mereka tak pernah menginjakkan kaki di kelas.

​Luka pendidikan ini bukanlah rintihan yang baru kemarin sore terjadi. Sejak tahun 2021, bangku-bangku pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah itu telah berdebu, ditinggalkan kosong tanpa bimbingan seorang guru.

Selama seribu empat ratus hari lebih, anak-anak di pelosok Mamasa ini dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa identitas spiritual dan moral mereka seolah dianggap tidak penting oleh sistem yang berkuasa.

​Kenyataan pahit ini dikonfirmasi dengan nada getir oleh perwakilan Pemuda Pamoseang, Muhammad Ikbal.

Dengan suara yang bergetar menahan amarah, Ikbal menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis administrasi atau kekosongan jabatan, melainkan sebuah kelalaian sistematis yang menghancurkan pembentukan karakter generasi muda.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah sekolah dibiarkan lumpuh secara spiritual selama bertahun-tahun tanpa ada tangan pemerintah yang menjangkau mereka.

​Kejadian ini menjadi potret buram sekaligus monumen kegagalan distribusi tenaga pendidik di wilayah terpencil. Di saat anak-anak di kota besar berpindah dari satu pelajaran ke pelajaran lain dengan fasilitas lengkap, anak-anak Desa Pamoseang harus berjuang melawan pengabaian.

Spanduk yang mereka pegang bukan sekadar kain bertulisan, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang merampas hak mereka untuk mengenal Tuhan melalui pendidikan formal.

​Hingga saat ini, jeritan dari pegunungan Mambi itu masih menggantung di udara, menunggu jawaban nyata dari otoritas terkait.

Masyarakat kini menanti apakah pemerintah akan terus menutup mata atau akhirnya bergerak menjemput impian anak-anak SDN 014 Saluang yang hanya ingin belajar mengaji dan memahami agama mereka sendiri di sekolah kebanggaan mereka.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran Turun, Kemiskinan Masih 10,27 Persen, Rahim Minta Data Dibuka

    Pengangguran Turun, Kemiskinan Masih 10,27 Persen, Rahim Minta Data Dibuka

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id –  Klaim penurunan angka pengangguran di Sulawesi Barat mendapat sorotan dari Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Rahim. Menurutnya, meski data yang dirilis bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah perlu membuka secara transparan sektor dan lapangan kerja yang menjadi penyebab turunnya angka pengangguran tersebut, Mamuju 1 juni 3026. Rahim mengatakan, jika benar […]

  • Jembatan Utama di Poros Matangga-Keppe di Botteng Ambruk, Tiga Desa Terisolir

    Jembatan Utama di Poros Matangga-Keppe di Botteng Ambruk, Tiga Desa Terisolir

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa menyebabkan sebuah jembatan utama Poros Matangga – Keppe tepat di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, ambruk total pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan mobilisasi masyarakat di tiga desa lumpuh total. ​Ketiga desa yang terdampak langsung dan kini terisolasi adalah Desa Botteng, Desa Kondo, […]

  • RSUD Sulbar Ikuti Coaching Clinic Pemutakhiran Data SIASN dan MyASN, Dukung Manajemen Talenta ASN

    RSUD Sulbar Ikuti Coaching Clinic Pemutakhiran Data SIASN dan MyASN, Dukung Manajemen Talenta ASN

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dalam rangka mendukung penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat tanggal 6 Januari 2026 Nomor 800.1.14.1/4/2026 tentang Penjelasan Teknis Pemutakhiran Data SIASN, RSUD Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan Coaching Clinic Pendampingan Pemutakhiran Data SIASN dan MyASN bagi seluruh ASN lingkup RSUD Provinsi Sulawesi Barat. […]

  • Panitia Natal GMKI Mamasa Gelar Bakti Kesehatan Di Nosu, Warga Antri Berobat Gratis

    Panitia Natal GMKI Mamasa Gelar Bakti Kesehatan Di Nosu, Warga Antri Berobat Gratis

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Semangat pelayanan kasih mewarnai rangkaian perayaan Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 2025. Salah satu agenda krusial yang menyita perhatian publik adalah aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis dengan menghadirkan jajaran dokter spesialis langsung ke tengah masyarakat di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa. Bertempat di wilayah Lekkong, Desa Minanga Timur, Kecamatan Nosu, […]

  • Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025. Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut. ​Kelumpuhan total akses jalan ini […]

  • Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

    Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ketenangan warga di Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene, sempat terusik akibat perselisihan antar tetangga pada Selasa (12/5/2026). Masalah sepele berupa volume musik yang terlalu keras nyaris memicu konflik besar sebelum akhirnya berhasil diredam melalui pendekatan problem solving oleh kepolisian setempat. ​Insiden ini bermula saat warga berinisial E (Pihak I) melayangkan teguran […]

expand_less