Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 996
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa.

Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya ruang hampa yang panjang.

​Sebuah potret memilukan mendadak menggetarkan jagat maya setelah akun media sosial “Mambi Update” mengunggah keberanian tiga bocah sekolah dasar.

Tanpa seragam mewah, mereka berdiri tegar sambil membentangkan spanduk sederhana yang ditulis dengan sisa-sisa harapan.

Pesannya menusuk jantung siapa pun yang membacanya, sebuah laporan langsung kepada pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini bahwa Presiden, selama empat tahun mereka tidak belajar Agama Islam karena guru mereka tak pernah menginjakkan kaki di kelas.

​Luka pendidikan ini bukanlah rintihan yang baru kemarin sore terjadi. Sejak tahun 2021, bangku-bangku pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah itu telah berdebu, ditinggalkan kosong tanpa bimbingan seorang guru.

Selama seribu empat ratus hari lebih, anak-anak di pelosok Mamasa ini dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa identitas spiritual dan moral mereka seolah dianggap tidak penting oleh sistem yang berkuasa.

​Kenyataan pahit ini dikonfirmasi dengan nada getir oleh perwakilan Pemuda Pamoseang, Muhammad Ikbal.

Dengan suara yang bergetar menahan amarah, Ikbal menegaskan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis administrasi atau kekosongan jabatan, melainkan sebuah kelalaian sistematis yang menghancurkan pembentukan karakter generasi muda.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah sekolah dibiarkan lumpuh secara spiritual selama bertahun-tahun tanpa ada tangan pemerintah yang menjangkau mereka.

​Kejadian ini menjadi potret buram sekaligus monumen kegagalan distribusi tenaga pendidik di wilayah terpencil. Di saat anak-anak di kota besar berpindah dari satu pelajaran ke pelajaran lain dengan fasilitas lengkap, anak-anak Desa Pamoseang harus berjuang melawan pengabaian.

Spanduk yang mereka pegang bukan sekadar kain bertulisan, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang merampas hak mereka untuk mengenal Tuhan melalui pendidikan formal.

​Hingga saat ini, jeritan dari pegunungan Mambi itu masih menggantung di udara, menunggu jawaban nyata dari otoritas terkait.

Masyarakat kini menanti apakah pemerintah akan terus menutup mata atau akhirnya bergerak menjemput impian anak-anak SDN 014 Saluang yang hanya ingin belajar mengaji dan memahami agama mereka sendiri di sekolah kebanggaan mereka.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pengembalian kerugian negara sebesar Rp81 miliar di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa hingga kini masih jalan di tempat. Mandeknya tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini memicu desakan luas agar aparat penegak hukum segera turun tangan. ​Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menyatakan bahwa polemik ini kini […]

  • Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    Bupati Mamasa Hadiri Pemakaman Wagub Sulbar di TMP Kalibata

    • 0Komentar

    JAKARTA,Sulbarupdate.id – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang dilaksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (1/2/2026). Sejumlah pimpinan daerah dari Sulawesi Barat tampak hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok jenderal bintang dua tersebut. Salah satu yang hadir langsung […]

  • BBM di Majene Kembali Langka, Antrean Kembali Terjadi di SPBU Muncul

    BBM di Majene Kembali Langka, Antrean Kembali Terjadi di SPBU Muncul

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat.  Sejumlah warga mengeluhkan antrean di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Padahal sebelumnya pemerintah daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan audiensi dan peninjauan terkait persoalan distribusi BBM. Keluhan tersebut kembali muncul pada Sabtu (26/9/2026). […]

  • Pemkab Mateng Salurkan 81,7 Ton Beras untuk 2.726 Warga Topoyo

    Pemkab Mateng Salurkan 81,7 Ton Beras untuk 2.726 Warga Topoyo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat. Untuk tahap awal, bantuan tersebut disalurkan kepada 2.726 warga yang tersebar di 15 desa se-Kecamatan Topoyo, dengan total beras mencapai 81 ton 789 kilogram. Pelepasan penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil […]

  • Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamasa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa dua orang kadernya. Insiden tersebut terjadi di Jalan Dahlia, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, pada Kamis (28/5/2026) malam. Peristiwa pengeroyokan dilaporkan berlangsung di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat […]

  • Polda Sulbar Akui Kesulitan dalam Proses Pengungkapan Oli Palsu di Polman

    Polda Sulbar Akui Kesulitan dalam Proses Pengungkapan Oli Palsu di Polman

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID, MAMUJU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui mengalami hambatan besar dalam membongkar sosok intelektual atau “bos besar” di balik peredaran ribuan botol oli palsu yang merambah wilayah tersebut. Hingga saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulbar baru menetapkan satu tersangka berinisial HZ yang berperan sebagai distributor di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). […]

expand_less