Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » JK Ungkap Kunci Damai Aceh, Kalau Mualem Tak Mau, Senjata Tetap Meletus

JK Ungkap Kunci Damai Aceh, Kalau Mualem Tak Mau, Senjata Tetap Meletus

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
  • visibility 328
  • comment 0 komentar

ACEH UTARA, Sulbarupdate.id – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), membongkar rahasia di balik layar tercapainya perdamaian antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

JK menegaskan bahwa sosok Muzakir Manaf alias Mualem, yang saat itu menjabat Panglima Komando Pusat Operasi GAM, merupakan pemegang kunci utama penghentian kontak senjata di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan JK saat menyerahkan bantuan kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) kepada Pemerintah Aceh yang diterima langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Aceh Utara, Senin (12/1/2026).

Menurut JK, proses negosiasi di tingkat atas tidak akan berarti jika pemegang komando senjata di hutan tidak sepakat untuk berdamai. Ia menyadari bahwa stabilitas keamanan di Aceh saat itu sangat bergantung pada restu Mualem.

“Pokok yang paling penting itu siapa yang pegang senjata. Walaupun di atas (pimpinan) mau, tapi kalau panglima tidak mau, itu susah. Kalau Mualem tak mau, senjata tetap meletus,” ujar JK dalam sambutannya yang kini viral di berbagai platform media sosial.

JK menjelaskan bahwa sejak awal dirinya bersikeras untuk menjalin komunikasi langsung dengan pimpinan GAM yang berada di Aceh, bukan hanya mereka yang berada di luar negeri.

Dalam upayanya mendekati Mualem, JK menempuh jalur yang tidak biasa. Mendapat informasi bahwa Mualem sangat patuh kepada ibundanya, JK kemudian memfasilitasi kehadiran sang ibunda ke Jakarta dengan bantuan mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh.

Melalui sambungan telepon, sang ibu berbicara langsung dengan Mualem yang saat itu masih berada di dalam hutan.

“Beliau berbicara di hutan dalam bahasa Aceh. Saya tidak mengerti apa yang dibicarakan, tapi diterjemahkan oleh Pak Abdullah Puteh,” kenang JK.

Percakapan Satu Jam yang Menentukan
Momen krusial terjadi saat JK berbicara langsung dengan Mualem melalui telepon. Komunikasi tersebut berlangsung sangat intens dan menjadi titik balik arah sejarah Aceh.

“Lebih dari satu jam saya bicara. HP saya sampai panas, baterai habis,” ungkap Ketua Umum PMI tersebut.

Dalam percakapan tersebut, tercapai kesepahaman untuk mengakhiri konflik. JK menirukan komitmen Mualem kala itu: “Kesimpulannya kita mau damai. Soal pimpinan di luar negeri, terserah. Tapi kalau setuju, Bapak juga ikut setuju.”

Diplomasi ini kemudian menjadi fondasi kuat menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005, yang secara resmi mengakhiri konflik bersenjata di Tanah Rencong yang telah berlangsung selama puluhan tahun.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) resmi memberhentikan Rudi Fair dari keanggotaan partai. Keputusan ini berdampak langsung pada posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Pemberhentian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua DPD Perindo Polman, Arham. Ia menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena Rudi dinilai tidak […]

  • Perkuat Sinergi, Ketua DPRD Sulbar Terima Kunjungan Perdana Pengurus SMSI

    Perkuat Sinergi, Ketua DPRD Sulbar Terima Kunjungan Perdana Pengurus SMSI

    • 1Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Di ruang kerja Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Amalia Fitri Aras, sebuah dialog penting tersaji, Rabu (13/5/2026). Bukan tentang perdebatan regulasi yang kaku, melainkan silaturahmi antara pucuk pimpinan DPRD Sulbar dan jajaran pengurus organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulbar. ​Pertemuan hangat tersebut menjadi panggung bagi Amalia Fitri Aras untuk menegaskan posisi […]

  • Nyaris Culik Anak Dengan Modus Beri Cuan, Pria Asal Mamuju Tengah Dibekuk Polisi di Mamasa

    Nyaris Culik Anak Dengan Modus Beri Cuan, Pria Asal Mamuju Tengah Dibekuk Polisi di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Keresahan menyelimuti warga Dusun Rea, Desa Tabang Barat, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang pria berinisial S (26), warga Rante Kumbiling, Mamuju Tengah, terpaksa diamankan personel Polsek Pana dan warga setempat setelah diduga kuat melakukan percobaan penculikan terhadap seorang anak di bawah umur, Minggu (10/5/2026). Aksi dugaan penculikan ini menimpa […]

  • Jelang Akhir Ramadan 1447 H, Mengintip Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026

    Jelang Akhir Ramadan 1447 H, Mengintip Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi, perhatian masyarakat Indonesia mulai tertuju pada penetapan Hari Raya Idul fitri. Meski pemerintah baru akan mengetuk palu melalui Sidang Isbat, sejumlah lembaga antariksa dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam telah merilis prediksi yang memunculkan potensi perbedaan tanggal perayaan. ​Secara garis besar, terdapat dua […]

  • Aktivis Desak Kejari Mamasa Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana BTT di Dinas PUPR

    Aktivis Desak Kejari Mamasa Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana BTT di Dinas PUPR

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan penyalahgunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa kini tengah jadi sorotan publik. Kasus yang diduga merugikan negara hingga hampir Rp1 miliar tersebut dilaporkan sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa. ​Isu ini mencuat ke publik seiring dengan adanya rencana […]

  • Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    Realisasi Program Pupuk Gratis WS – Hadir Menuai Kritik, Visi Misi Gagal? 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program bantuan pupuk gratis yang menjadi instrumen utama dalam visi-misi pasangan Welem Sambolangi dan H. Sudirman (WS-Hadir) kini tengah disorot tajam. Alih-alih meringankan beban sektor pertanian, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamasa justru mengeluhkan rumitnya birokrasi yang dinilai mempersulit masyarakat bawah. ​Sejumlah petani mengaku kecewa karena prosedur administrasi yang berbelit tak sebanding […]

expand_less