Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 632
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menuai polemik di tingkat daerah.

Pasalnya, beredar kabar bahwa Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman menyebut, harga MBG per porsi berada di harga Rp. 5 ribu. Pernyataan ini menjadi sorotan sejumlah aktivis di Bumi Kondosapata.

Aktivis Muda Mamasa, Tambrin, menyampaikan kritik tajam terhadap pernyataan Wakil Bupati Mamasa yang dinilai kontraproduktif terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Tambrin menyayangkan sikap Wakil Bupati yang terkesan skeptis dalam menyoroti implementasi MBG di Kabupaten Mamasa.

Menurutnya, sebagai representasi pemerintah daerah sekaligus Ketua Satgas di tingkat lokal, Wakil Bupati seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal dan mensosialisasikan program strategis nasional tersebut.

Lebih lanjut, Tambrin menyoroti dualitas posisi yang diemban oleh Wakil Bupati. Selain menjabat sebagai pucuk pimpinan di eksekutif daerah, yang bersangkutan juga merupakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Mamasa.

“Bagaimana masyarakat bisa menaruh kepercayaan pada program unggulan Presiden jika perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah justru melontarkan pernyataan yang keliru? Ini menjadi pertanyaan besar,” ujar Tambrin dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa secara politik, Partai Golkar merupakan bagian dari koalisi utama yang mendukung penuh visi-misi Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, inkonsistensi sikap antara kebijakan pusat dan pernyataan di daerah dianggap sebagai bentuk disonansi politik yang dapat membingungkan masyarakat.

Aktivis muda ini mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mamasa menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis nasional demi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya perbaikan gizi melalui program MBG.

“Pemerintah daerah seharusnya menyelaraskan langkah dengan visi pusat. Jangan sampai polemik komunikasi di tingkat elit lokal justru menghambat akselerasi program yang sangat dibutuhkan rakyat,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis, upaya konfirmasi laman ini kepada Wakil Bupati Mamasa, belum berhasil. (*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana turun langsung mengecek kesiapan sejumlah organisasi perangkat daerah hasil restrukturisasi, Senin, 5 Januari 2026. Didampingi Asisten I Muh Jaun dan Asisten III Amujib. Pengecekan dilakukan untuk memastikan proses penggabungan OPD berjalan sesuai rencana dan bisa langsung beroperasi di awal tahun ini seperti yang diharapkan oleh Gubernur Sulbar, […]

  • BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengelolaan BMD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar melaksanakan pendampingan penginputan aset Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025. Pendampingan berlangsung di ruang rapat Bidang BMD BPKAD Sulbar, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan tata kelola aset pendidikan […]

  • Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    • 0Komentar

    MAMASA – SMPN 1 Mamasa memanfaatkan momentum Pameran Budaya dalam rangka karnaval Bulan Mamase sebagai sarana edukasi luar ruangan bagi para siswa. Kegiatan kunjungan studi ini dilangsungkan di area Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Selasa (7/4/2026). ​Kehadiran stan budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa menjadi daya tarik utama bagi pihak sekolah untuk memberikan wawasan […]

  • Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Praktik verbal berupa makian dengan menyebut nama fauna, seperti “anjing” atau “babi”, kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai degradasi etika sosial. Dilansir dari laman, Wartabanjar.com, menyebut pakar hukum pidana menegaskan bahwa tindakan tersebut memiliki implikasi yuridis yang serius dan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana penghinaan ringan di bawah payung hukum Indonesia. Landasan […]

  • Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Puluhan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, mendatangi Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026) sore. Kedatangan massa bertujuan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan seorang pria berinisial IW (50), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan agar polisi tidak mengulur waktu […]

  • Tim Setwapres Tinjau Penanganan Stunting di Mamuju Tengah

    Tim Setwapres Tinjau Penanganan Stunting di Mamuju Tengah

    • 0Komentar

    TOPOYO, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menerima kunjungan kerja dari Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres Program Percepatan Penurunan Stunting tahun 2026 di wilayah Sulawesi Barat. ​Rombongan tim disambut langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary Anwar, di Ruang Aula Lantai […]

expand_less