Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

  • account_circle Sulbarupdate.id
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 444
  • comment 0 komentar

JakartaSulbarupdate.id – Sejumlah elemen masyarakat sipil menyampaikan Petisi Selamatkan Demokrasi sebagai bentuk keprihatinan atas menguatnya wacana pengalihan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Petisi tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut berpotensi mencabut kedaulatan rakyat yang selama ini menjadi prinsip fundamental demokrasi Indonesia.

Koordinator Masyarakat Selamatkan Demokrasi, Aco Hatta Kainang, SH, menegaskan bahwa sejak diberlakukannya pemilihan kepala Daerah secara langsung pada tahun 2005, rakyat Indonesia telah menjalankan kedaulatannya secara nyata melalui pemilu lokal.

Menurutnya, pilkada langsung telah melahirkan pemimpin Daerah yang memiliki legitimasi kuat karena dipilih langsung oleh masyarakat.

“Demokrasi Indonesia mengalami turbulensi ketika kedaulatan rakyat dialihkan kepada DPRD. Padahal, sejak 2005 pilkada langsung menjadi instrumen utama pelaksanaan kedaulatan rakyat di daerah,” ujar Aco dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (6/1/2026).

Ia mengingatkan bahwa upaya perubahan sistem pemilihan kepala Daerah melalui DPR sempat terjadi pada 2014 melalui rapat paripurna DPR RI. Namun kebijakan tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya dibatalkan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang (Perppu).

Meski demikian, belakangan sejumlah elite partai kembali menggulirkan wacana serupa. Aco menilai, gagasan mengembalikan pemilihan kepala Daerah kepada DPRD bertentangan dengan Pasal 1 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.

Selain itu, wacana tersebut dinilai tidak sejalan dengan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang menempatkan pemilihan kepala daerah dalam satu rezim dengan pemilu, termasuk pengaturan mengenai pemilu nasional dan pemilu lokal.

Petisi tersebut juga merujuk Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang mempertegas bahwa rezim pemilu dan rezim pilkada merupakan satu kesatuan sistem konstitusional.

Dalam petisi yang disampaikan kepada publik dan partai politik, khususnya PDI Perjuangan, yang diterima langsung oleh Wakil ketua bidang pemenangan Pemilu eksekutif Dedi Sitorus dan wakil ketua bidang komunikasi politik adian Napitupulu ada lima tuntutan utama sebagai berikut :

Pertama, menolak pencabutan kedaulatan rakyat melalui pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Kedua, meminta PDI Perjuangan konsisten menolak skema pilkada tidak langsung.

Ketiga, mendesak PDI Perjuangan mengajukan permohonan fatwa konstitusional ke Mahkamah Konstitusi terkait pilkada langsung.

Keempat, menegaskan kembali keberlakuan Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024. Kelima, mendorong dilaksanakannya Rembuk Nasional sebelum dilakukan perubahan sistem ketatanegaraan terkait pemilihan kepala daerah.

Petisi Selamatkan Demokrasi ini disampaikan sebagai bentuk partisipasi publik dalam menjaga keberlanjutan demokrasi dan kedaulatan rakyat, sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi partai politik dalam mengambil sikap terhadap arah demokrasi Indonesia ke depan.

  • Penulis: Sulbarupdate.id
  • Editor: Am*

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian intensif terhadap Sakir (14), seorang remaja asal Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan sejak Minggu (29/3/2026) lalu. Hingga saat ini memasuki pekan kedua dikabarkan hilang, keberadaan korban masih misterius. ​Dari informasi yang dihimpun TIm Sulbarupdate.id, peristiwa bermula saat korban terakhir […]

  • Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa Welem Sambolangi, melantik enam orang Pejabat Stuktural Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Daerah( Pemda) Kabupaten Mamasa. Pelantikan di laksanakan di Tribun Kondosapata, Jl. Demmajannang, Kelurahan Mamasa, Jumat (10/04/2026) Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengucapkan selamat kepada delapan orang Eselon II yang di lantik. “Banyak selamat kepada bapak dan ibu yang telah […]

  • Potret Dedikasi TNI di Majene, “Bergelantungan” di Atas Air Demi Jembatan Harapan Warga

    Potret Dedikasi TNI di Majene, “Bergelantungan” di Atas Air Demi Jembatan Harapan Warga

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  – Di tengah keterbatasan sarana dan beratnya medan, semangat pengabdian prajurit TNI kembali terlihat nyata. Personel Kodim 1401/Majene bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Dusun Bawappu, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (20/4/2026). Pemandangan penuh dedikasi tampak di lokasi pembangunan. Para prajurit terlihat bekerja di atas […]

  • Permandian Ziling di Mamuju Tengah, Rekomendasi Wisata Saat Libur Nataru

    Permandian Ziling di Mamuju Tengah, Rekomendasi Wisata Saat Libur Nataru

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Guratan keceriaan terpancar di wajah para pengunjung yang memadati Wisata Permandian Ziling, Desa Salumanurung, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Di bawah naungan langit Mateng yang cerah, destinasi ini menjadi primadona bagi warga yang ingin menghabiskan masa libur sekolah dan perayaan Natal 2025 dengan suasana yang menyegarkan. Sejak fajar menyapa pada […]

  • Sulbar Dikepung 3.000 Titik Panas, Gubernur: “Jangan Bakar Lahan”!

    Sulbar Dikepung 3.000 Titik Panas, Gubernur: “Jangan Bakar Lahan”!

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Kemarau panjang mulai menunjukkan dampaknya di Sulawesi Barat. Ribuan titik panas terpantau di sejumlah wilayah, sementara kasus kebakaran terus bermunculan di tengah kondisi cuaca yang kering. Data pemantauan terbaru mencatat sekitar 3.000 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Sulawesi Barat. Pada periode musim kering yang sama, sedikitnya 155 kejadian kebakaran juga telah […]

  • Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema takbir bersahutan memecah keheningan malam di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Jumat 20 Maret 2026 malam. Ribuan obor bambu dengan berbagai desain kreatif tampak berderet rapi, dibawa oleh warga yang antusias menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah. ​Kegiatan bertajuk Pawai Obor dan Lomba Takbiran antar-dusun ini merupakan hasil kolaborasi apik […]

expand_less