Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar

MAMUJU, TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah, khususnya dampak kekeringan ekstrem yang berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Arsal mengatakan, kondisi kekeringan tidak hanya menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga mulai berdampak terhadap sektor pertanian. 

Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kekeringan, bahkan sebagian di antaranya mulai mengalami kondisi tanah retak.

Di tengah kondisi tersebut, Arsal menilai semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perlu kembali diperkuat.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh warga.

“Kami mendorong bagaimana meningkatkan swadaya gotong royong kembali kepada masyarakat kita,” ujar Arsal kepada wartawan usai melaksanakan Upacara HUT RI-81, yang di laksanakan di Halaman Kantor Bupati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Menurut Arsal, perkembangan informasi yang begitu cepat harus disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas daerah.

“Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas sumbernya,” pesannya.

Sementara itu, terkait kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino, Arsal menyebut dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan sektor pertanian.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, sekitar 600 hektare lahan persawahan mulai terdampak kekeringan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya gagal panen bagi para petani.

“Potensi gagal panen cukup besar,” kata Arsal.

Menghadapi kondisi cuaca yang panas dan kering, Bupati juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pihaknya mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat menjalar dan berpotensi meluas hingga mengganggu keamanan lingkungan.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholat Istisqa di Mateng, MUI Jelaskan Makna dan Tujuannya

    Sholat Istisqa di Mateng, MUI Jelaskan Makna dan Tujuannya

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju Tengah, KM Muh Anwar Hasan, menjelaskan makna pelaksanaan sholat Istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah di halaman Kantor Bupati, Jalan Aras Tammauni Pue Ballung, KTM Tobadak, Kamis (20/8/2026) pagi. Menurut Muh Anwar Hasan, sholat Istisqa merupakan sholat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan dalam […]

  • Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Kegiatan yang fokus pada optimalisasi aplikasi ARKAS, SIPlah, dan Dapodik ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13 Mei 2026), bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Mamasa. ​Pelatihan […]

  • Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id– Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sebanyak 1.435 botol minuman keras (miras) pabrikan dan 200 liter minuman tradisional jenis ballo dimusnahkan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026). ​Barang bukti yang dihancurkan tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat Marano 2026. Operasi ini difokuskan […]

  • Dedikasi Tanpa Cela, 194 Personel Polda Sulbar Terima Satyalencana Pengabdian

    Dedikasi Tanpa Cela, 194 Personel Polda Sulbar Terima Satyalencana Pengabdian

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Sebanyak 194 personel Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Pengabdian dari Presiden Republik Indonesia. Penganugerahan ini diberikan dalam upacara khidmat yang berlangsung di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Kamis (29/1/2026). Penyematan penghargaan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso. Tanda kehormatan tersebut diberikan kepada personel yang dinilai […]

  • Kabid Humas Polda Sulbar Angkat Bicara Terkait Kasus Narkoba di Majene

    Kabid Humas Polda Sulbar Angkat Bicara Terkait Kasus Narkoba di Majene

    • 0Komentar

    Majene – Sulbarupdate.id – Menyikapi pemberitaan yang beredar mengenai oknum polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di Majene, Sulawesi Barat, Kabid Humas Kombes Pol Slamet Wahyudi angkat bicara setelah melakukan penelusuran lebih lanjut. “Memang benar, ada oknum anggota kepolisian berinisial Aipda AK yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan narkoba,” tuturnya. […]

  • Keributan Kembali Terjadi di Tengah Pawai Kuda di Majene

    Keributan Kembali Terjadi di Tengah Pawai Kuda di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Keributan kembali terjadi saat kegiatan pawai kuda dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lingkungan Teppo, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (4/10/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut beredar di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah situasi keributan yang disebut terjadi di tengah kegiatan. Salah satu unggahan di Facebook […]

expand_less