SMSI Mateng Jadikan Pancasila Filter Mutakhir Hadapi Polarisasi Digital 2026
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sen, 1 Jun 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kerja jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya polarisasi di ruang publik.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SMSI Mateng, Sandi Anugrah, dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Sandi mengungkapkan, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga menjadi kompas moral bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.
“Di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat, jurnalisme yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting,” ujar Sandi, Senin 1 Juni 2026.
Ia menegaskan, SMSI Mamuju Tengah berkomitmen menjalankan fungsi pers yang akurat, berimbang, serta mampu menghadirkan informasi yang menyejukkan dan memperkuat persatuan masyarakat.
Sandi menjelaskan, setiap sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan tanggung jawab moral dan etika dalam penyebaran informasi.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mendorong jurnalis untuk menghormati martabat manusia dan menjaga hak-hak narasumber.
Sementara itu, Sila Persatuan Indonesia menjadi landasan untuk menghindari pemberitaan yang mengandung provokasi, hoaks, maupun isu SARA yang dapat mengancam integrasi bangsa.
Adapun Sila Kerakyatan mengarahkan pers agar memberikan ruang bagi berbagai aspirasi masyarakat, sedangkan Sila Keadilan Sosial menegaskan pentingnya keberpihakan pada kebenaran dan kepentingan publik.
Ia juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik pada tahun 2026 yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi digunakan untuk memproduksi konten manipulatif serta algoritma media sosial yang dapat memperkuat polarisasi.
“Dalam kondisi seperti ini, jurnalis harus menjadi penjernih informasi, bukan sekadar pemburu klik dan sensasi. Pancasila menjadi filter sekaligus pegangan dalam menjalankan profesi,” katanya.
Di tempat terpisah, Sekretaris SMSI Mamuju Tengah, Abdul Wahid, menyampaikan bahwa organisasi yang baru terbentuk secara resmi pada 5 Mei 2026 berdasarkan Surat Keputusan SMSI Sulawesi Barat Nomor 005/SK/SMSI-SB/V/2026 itu saat ini beranggotakan 11 media siber dan televisi lokal.
Ia menegaskan, SMSI Mamuju Tengah akan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam setiap program kerja organisasi ke depan.
“Kami ingin SMSI Mamuju Tengah tidak hanya menjadi wadah peningkatan profesionalisme wartawan, tetapi juga berperan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Mamuju Tengah merupakan miniatur Indonesia yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Wahid.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
