Sepanjang Tahun 2025, Wisata Desa Tondok Bakaru Sumbang PAD Rp 100,9 Juta
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 246
- comment 0 komentar

Desa Wisata Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa. (Dok.Istimewa)
MAMASA, Sulbarupdate.id – Sektor pariwisata Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Sepanjang tahun 2025, kontribusi retribusi dari desa wisata ini berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamasa sebesar Rp 100.980.000.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Mamasa, total kunjungan wisatawan ke Desa Tondok Bakaru selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 23.796 orang. Jumlah ini mencakup wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.
Kepala Desa Tondok Bakaru, M. Daniel Dessaratu, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pola pengelolaan kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tondok Bakaru yang dimulai sejak Juni 2025.
“Total pengunjung tahun 2025 sebanyak 23.796 orang. Rinciannya terdiri dari 11.954 tamu wisata reguler dan 11.842 pengunjung yang khusus datang untuk Event Kampung Natal,” ujar Daniel.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Desa dan BUMDes Tondok Bakaru.
Menurutnya, capaian ini adalah bukti nyata bahwa pengelolaan potensi lokal yang transparan dan melibatkan masyarakat dapat berdampak langsung pada kesejahteraan daerah.
“Kontribusi PAD dari Tondok Bakaru menunjukkan bahwa jika wisata desa dikelola dengan profesional dan berkelanjutan, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga dan pemerintah daerah,” kata Welem.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Mamasa berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur penunjang dan penguatan kelembagaan agar standar pelayanan wisata di desa tersebut semakin meningkat di masa mendatang.
Evaluasi dan Rencana Strategis ke Depan
Meski meraih capaian positif, Daniel Dessaratu tetap menekankan pentingnya evaluasi, terutama terkait penyelenggaraan Event Kampung Natal.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang ada dan berjanji akan menjadikan masukan pengunjung sebagai bahan perbaikan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pariwisata telah menyiapkan langkah ekspansi. Kepala Bidang Pendapatan, Harun, menyatakan akan memperluas kerja sama retribusi dengan desa-desa lain.
Pemerintah juga telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW) yang memprioritaskan tiga kawasan strategis, yaitu Kawasan Wisata Tondok Bakaru, Kawasan Wisata Taupe dan Kawasan Wisata Liawan.(*)
- Penulis: Ancha
