Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran.

Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa, Senin (21/4/2026).

Zul, salah satu aktivis yang hadir menyoroti kontradiksi antara gaya hidup birokrasi dengan realita ekonomi masyarakat.

“Dengan kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja, Pemda harus berani mengurangi kegiatan yang sifatnya hura-hura,” tegas Zul di hadapan para pejabat yang hadir.

Menurut Zul, lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 seharusnya menjadi lampu kuning bagi Pemda untuk lebih selektif dalam mengambil kebijakan keuangan.

Ia khawatir, jika tata kelola anggaran yang boros terus dipelihara, masa depan Mamasa akan terancam.

“Kalau kita terus terjebak dalam paradigma boros, saya yakin Mamasa ke depan hanya akan tinggal nama,” tuturnya dengan nada getir.

Lebih lanjut Zul mengutarakan, Mamasa saat ini telah berada di tangan pemerintah yang tepat meski dalam kondisi yang tidak tepat.

Namun demikian, Aktivis asal Kecamatan Tandukalua itu meminta agar kondisi fisikal daerah saat ini menjadi tantangan untuk Bupati dan Wakil Bupati Mamasa dalam menata kemajuan Kabupaten berjuluk Bumi Kondospata ini.

Kegiatan yang diinisiasi oleh panitia Bulan Mamase ini memang dirancang sebagai ruang terbuka.

Selain para aktivis dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), hadir pula jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda.

Menanggapi kritikan tersebut, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia menegaskan bahwa dialog ini sengaja dibuka agar pemerintah tidak “anti-kritik”.

“Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Bulan Mamase. Kami ingin mendengar langsung saran dan kritik dari masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting demi mewujudkan Mamasa yang mandiri dan sejahtera (Mamase),” pungkas Welem.

Kini, masyarakat menunggu apakah “jeritan” aktivis ini akan mengubah gaya kepemimpinan Pemda Mamasa menjadi lebih hemat atau sekadar menjadi angin lalu di meja dialog.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adaptif dan Profesional, UPTD Samsat Polman Ikuti Webinar Layanan Kepegawaian BKPSDM Sulbar

    Adaptif dan Profesional, UPTD Samsat Polman Ikuti Webinar Layanan Kepegawaian BKPSDM Sulbar

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id — UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar (Polman), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang adaptif dan profesional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan UPTD Samsat Polman dalam Webinar Layanan Kepegawaian yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi […]

  • Pemkab Mamasa Laksankan Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD

    Pemkab Mamasa Laksankan Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD

    • 0Komentar

    Mamasa – Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa Welem Sambolangi, didampingi Wakil Bupati Mamasa H Sudirman, memimpin secara langsung Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mamasa di ruang rapat Bupati Mamasa, Selasa (24/2/2026). Turut hadir dalam rapat tersebut Forkopimda, Sekertaris Daerah, serta beberapa Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa, yang secara aktif menyampaikan laporan, masukan, […]

  • SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

    SPI 2025: Sulbar Dalam Jerat Dinasti, Intervensi Tak Tergusur Angka 

    • 0Komentar

    Oleh: Muchtadin Al Attas,S.H.,M.H (Ketua Pusat Studi Antikorupsi dan Kebijakan Hukum Unsulbar) KEMARIN, bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, KPK merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025. Namun, angka bisa menipu. Itulah pesan utama dari hasil SPI di Sulawesi Barat. Di atas kertas, skor integritas daerah ini tampak meningkat, seolah-olah birokrasi mulai berbenah. Tetapi […]

  • Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

    Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali dikeluhkan oleh kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram. Selain sulit didapat, harga di tingkat pengecer kini melonjak drastis hingga menembus angka Rp 50.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). ​Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama […]

  • Jejak Kasih di Tanah Mamasa, Manifestasi Iman Melalui Aksi Nyata GMKI

    Jejak Kasih di Tanah Mamasa, Manifestasi Iman Melalui Aksi Nyata GMKI

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit Tawalian, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar) yang teduh, sebuah komitmen mulia dipancangkan. Perayaan Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) 2025 tidak sekadar bertumpu pada kemegahan seremoni, melainkan membumi melalui tindakan filantropis yang menyentuh sanubari umat di Jemaat Sadabossa. Hari ini menjadi momentum sakral saat batu pertama pembangunan Gereja […]

  • IPMAPUS Sulbar Minta Kapolri Evaluasi Kapolresta Mamuju!

    IPMAPUS Sulbar Minta Kapolri Evaluasi Kapolresta Mamuju!

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulbar bersama Tenaga Honorer Nakes dan Guru di Mamuju menggelar aksi damai pada Minggu, 4 Januari 2026 di Kantor Bupati Mamuju. Unjuk rasa tersebut diwarnai dengan kekecewaan dan keributan. Pasalnya, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi belum menemui massa aksi hingga massa aksi memilih […]

expand_less