Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 416
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran.

Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa, Senin (21/4/2026).

Zul, salah satu aktivis yang hadir menyoroti kontradiksi antara gaya hidup birokrasi dengan realita ekonomi masyarakat.

“Dengan kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja, Pemda harus berani mengurangi kegiatan yang sifatnya hura-hura,” tegas Zul di hadapan para pejabat yang hadir.

Menurut Zul, lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 seharusnya menjadi lampu kuning bagi Pemda untuk lebih selektif dalam mengambil kebijakan keuangan.

Ia khawatir, jika tata kelola anggaran yang boros terus dipelihara, masa depan Mamasa akan terancam.

“Kalau kita terus terjebak dalam paradigma boros, saya yakin Mamasa ke depan hanya akan tinggal nama,” tuturnya dengan nada getir.

Lebih lanjut Zul mengutarakan, Mamasa saat ini telah berada di tangan pemerintah yang tepat meski dalam kondisi yang tidak tepat.

Namun demikian, Aktivis asal Kecamatan Tandukalua itu meminta agar kondisi fisikal daerah saat ini menjadi tantangan untuk Bupati dan Wakil Bupati Mamasa dalam menata kemajuan Kabupaten berjuluk Bumi Kondospata ini.

Kegiatan yang diinisiasi oleh panitia Bulan Mamase ini memang dirancang sebagai ruang terbuka.

Selain para aktivis dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), hadir pula jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda.

Menanggapi kritikan tersebut, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia menegaskan bahwa dialog ini sengaja dibuka agar pemerintah tidak “anti-kritik”.

“Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Bulan Mamase. Kami ingin mendengar langsung saran dan kritik dari masyarakat. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting demi mewujudkan Mamasa yang mandiri dan sejahtera (Mamase),” pungkas Welem.

Kini, masyarakat menunggu apakah “jeritan” aktivis ini akan mengubah gaya kepemimpinan Pemda Mamasa menjadi lebih hemat atau sekadar menjadi angin lalu di meja dialog.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Fondasi, SMSI Mamuju Tengah Gelar Rapat Perdana Usai Terbentuk

    Perkuat Fondasi, SMSI Mamuju Tengah Gelar Rapat Perdana Usai Terbentuk

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai tancap gas. Pasca resmi terbentuk pada 5 Mei 2026 lalu, organisasi perusahaan media siber ini menggelar rapat perdana untuk menyatukan visi dan memperkuat struktur internal di Bumi Lalla’ Tassisara’. ​Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal bagi SMSI Mateng dalam membangun organisasi yang […]

  • Perkuat Layanan Air Bersih, Pemkab Mamasa Gandeng Perusahaan CleanTech Asal Belgia

    Perkuat Layanan Air Bersih, Pemkab Mamasa Gandeng Perusahaan CleanTech Asal Belgia

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa kembali menerima kunjungan tim ahli dari perusahaan teknologi air asal Belgia, BOSAQ, pada Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini merupakan tahap ketiga dalam rangkaian kerja sama strategis untuk survei dan pengembangan infrastruktur air bersih di wilayah Kabupaten Mamasa. ​Bertempat di Rumah Jabatan Bupati, rombongan disambut langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. […]

  • SMM Desak Polres Mamasa Periksa Eks Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa

    SMM Desak Polres Mamasa Periksa Eks Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap dugaan skandal dalam realisasi belanja Tunjangan Profesi Guru (TPG), Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD), serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2024. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2024, terungkap bahwa realisasi belanja TPG, PNSD, dan TKG tersebut tidak sesuai ketentuan dan […]

  • SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke 2.259 Penerima Manfaat

    SPPG Sesenapadang Mamasa Salurkan MBG ke 2.259 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Sebanyak 2.259 penerima manfaat mendapatkan program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Desa Orobua, Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026). Dari total 2.259 penerima manfaat, sebanyak 1.268 merupakan peserta didik jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Selain itu, terdapat 456 guru dan tenaga kependidikan […]

  • Buntut Temuan Belatung, Pengawasan Dapur MBG di Mamasa Diperketat

    Buntut Temuan Belatung, Pengawasan Dapur MBG di Mamasa Diperketat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi memperketat pengawasan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tegas ini diambil menyusul temuan belatung pada menu makanan di wilayah Aralle yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya bersama […]

  • 4 Rumah Warga di Majene Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

    4 Rumah Warga di Majene Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Empat unit rumah milik warga di Lingkungan Galung Utara, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene Sulawesi Barat dilalap api pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga berawal dari rumah milik As’ad (Acca), seorang […]

expand_less