Breaking News
light_mode
Beranda » Makassar » Rehabilitasi Asrama Mahasiswa Mamasa di Makassar Mangkrak, Pemda Dinilai Tutup Mata

Rehabilitasi Asrama Mahasiswa Mamasa di Makassar Mangkrak, Pemda Dinilai Tutup Mata

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • visibility 367
  • comment 0 komentar

MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Sejumlah mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Mamasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluapkan kekecewaan terhadap lambannya proses rehabilitasi gedung asrama yang hingga kini tak kunjung rampung.

Proyek yang dikerjakan sejak akhir Desember lalu itu dinilai terbengkalai dan mengganggu produktivitas mahasiswa. Informasi yang diperoleh saat ini kondisi bangunan belum layak huni sepenuhnya.

Material bangunan masih berserakan di area asrama, sementara aktivitas pengerjaan yang tidak menentu membuat suasana hunian menjadi tidak kondusif bagi para pencari ilmu tersebut.

​”Sudah berbulan-bulan dikerjakan, tapi sampai sekarang belum selesai. Kami sangat terdampak; aktivitas belajar terganggu dan istirahat pun tidak nyaman,” keluh salah satu penghuni asrama yang enggan disebutkan namanya.

​Lambannya renovasi ini memicu kritik keras dari tokoh pemuda, Hery Virgo. Ia menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa tidak serius dalam memerhatikan fasilitas penunjang pendidikan bagi putra-putri daerah di perantauan.

​”Pemda Mamasa seharusnya memiliki komitmen jelas terhadap kesejahteraan mahasiswa. Asrama ini adalah rumah bagi mereka di Makassar. Keterlambatan ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan dari pihak terkait,” tegas Hery Virgo dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

​Hery juga mempertanyakan transparansi anggaran dan profesionalisme manajemen proyek. Menurutnya, proyek yang dimulai sejak akhir tahun lalu seharusnya sudah memiliki target capaian yang jelas.

​”Jika ada kendala teknis atau administrasi, sampaikan secara terbuka. Jangan biarkan mahasiswa menjadi korban ketidakjelasan dan kelalaian birokrasi,” tambahnya.

​Para mahasiswa mendesak Pemda Mamasa untuk segera mengambil langkah konkret guna mempercepat penyelesaian proyek. Selain menuntut percepatan, mereka juga meminta adanya komunikasi resmi terkait progres pekerjaan serta jaminan standar kelayakan hunian.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa mengenai penyebab pasti keterlambatan rehabilitasi asrama tersebut.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Tim Sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan di Gunung Serindu Majene, Warga Khawatir Meluas

    Kebakaran Lahan di Gunung Serindu Majene, Warga Khawatir Meluas

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan dan vegetasi melanda kawasan Gunung Serindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Hingga Rabu pagi, kobaran api dilaporkan masih terlihat di area perbukitan dan memicu kekhawatiran warga sekitar serta pengguna jalan. ​Informasi mengenai peristiwa ini awalnya beredar melalui siaran langsung di media sosial TikTok serta […]

  • Peletakan Batu Pertama Masjid An-Nur Tanete Guru, Gubernur Sulbar Beri Semangat

    Peletakan Batu Pertama Masjid An-Nur Tanete Guru, Gubernur Sulbar Beri Semangat

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka bersama Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur Tanete Guru, Lingkungan Danga Kelurahan Binanga, Mamuju dirangkaikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Jumat, 16 Januari 2026. Hadir juga mendampingi Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sulbar, Anggota DPRD Mamuju, Anggota […]

  • Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026). Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas. 1. Kebebasan […]

  • Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

    Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

    • 0Komentar

    Majene – Sulbarupdate.id – Upaya pelestarian dan pengenalan budaya lokal terus dilakukan oleh pengelola Museum Mandar melalui berbagai strategi publikasi media. Museum Mandar yang terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini semakin aktif memanfaatkan media cetak, elektronik, dan digital sebagai sarana untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Mandar kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Publikasi […]

  • Bupati dan Ketua DPRD Mateng Sumbang Sapi Kurban di Masjid Al-Arsal Topoyo

    Bupati dan Ketua DPRD Mateng Sumbang Sapi Kurban di Masjid Al-Arsal Topoyo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Panitia kurban Masjid Al-Arsal, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sukses melaksanakan penyembelihan sembilan ekor sapi kurban pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman masjid di Jalan Poros Topoyo–Tumbu ini berjalan dengan khidmat dan lancar. ​Dari total sembilan ekor sapi yang disembelih, dua di antaranya merupakan […]

  • Korsleting Listrik, 5 Ruang Belajar Ponpes Hidayatullah Mamuju Ludes Terbakar

    Korsleting Listrik, 5 Ruang Belajar Ponpes Hidayatullah Mamuju Ludes Terbakar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah di Jalan Abdul Syakur, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (19/4) siang sekitar pukul 12.30 WITA. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas pendidikan dan memaksa ratusan siswa berhenti sekolah untuk sementara waktu. Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Mamuju, Kombes […]

expand_less