Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

Publikasi Museum Mandar Melalui Media untuk Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

  • account_circle Reporter Sulbarupdate.id
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 279
  • comment 0 komentar

MajeneSulbarupdate.id – Upaya pelestarian dan pengenalan budaya lokal terus dilakukan oleh pengelola Museum Mandar melalui berbagai strategi publikasi media. Museum Mandar yang terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini semakin aktif memanfaatkan media cetak, elektronik, dan digital sebagai sarana untuk memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Mandar kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Publikasi melalui media dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke museum sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Berbagai informasi mengenai koleksi museum, kegiatan edukasi, pameran temporer, hingga nilai-nilai sejarah Mandar disampaikan secara rutin melalui pemberitaan media lokal maupun platform media sosial resmi museum.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si di dampingi Sekertaris Disbudpar Afiat Mulwan,Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudpar Majene Muhammad Irsyan, kepala UPTD Museum Mandar Majene Sussanna.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ahmad mengatakan dalam rangka mempublikasikan museum mandar di kabupaten Majene Sulawesi Barat, Senin (22/12/2025) di aula Museum Mandar Majene Sulawesi Barat, mengapresiasi pemerintah daerah untuk mencerminkan suatu daerah kebudayaan dan sektor pariwisata.

Ahmad terus berupaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengenalan Museum Mandar ke sekolah-sekolah yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara langsung memperkenalkan Museum Mandar sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya Mandar. Selain itu, target sosialisasi di sekolah-sekolah agar para siswa diberikan pemahaman mengenai peran museum sebagai tempat penyimpanan, perawatan, dan pameran berbagai benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, khususnya yang berkaitan dengan peradaban dan kearifan lokal masyarakat Mandar.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Oleh karena itu, pengenalan museum sejak dini dianggap sangat penting agar siswa tidak hanya mengenal budaya melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui benda-benda nyata yang memiliki nilai sejarah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Mandar. Museum Mandar bukan hanya tempat menyimpan benda lama, tetapi juga sarana pembelajaran yang hidup dan menyenangkan bagi siswa,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dalam sambutannya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan penjelasan mengenai koleksi Museum Mandar, seperti pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional, peralatan rumah tangga, serta dokumentasi sejarah kerajaan dan tokoh-tokoh Mandar.

Komitmen pemerintah daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diperiode kedua Bupati Andi Syukri Tammalele bersama Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd mempertajam misi yaitu maju, mandiri dan berbudaya dalam bingkai religi.

Ahmad menekankan tidak boleh berjalan sendiri harus ada kerjasama pemerintah,pihak swasta, komunitas, pers dan perguruan tinggi untuk membangun pariwisata di Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Lalu museum Mandar menjadikan pusat literasi kebudayaan dan menjadikan pelataran museum untuk di jadikan tempat senam oleh masyarakat kabupaten Majene.

Kepala UPTD Museum Mandar Majene Susanna menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjembatani museum dengan masyarakat. Selama ini, museum sering dianggap sebagai tempat yang kaku dan kurang menarik. Oleh karena itu, publikasi yang kreatif dan informatif diharapkan mampu mengubah pandangan tersebut.

“Melalui publikasi media, kami ingin menunjukkan bahwa Museum Mandar bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar, ruang dialog budaya, dan sumber pengetahuan tentang jati diri orang Mandar,” ujarnya.

Museum Mandar menyimpan berbagai koleksi berharga, seperti peralatan tradisional, pakaian adat, senjata tradisional, naskah kuno, hingga dokumentasi sejarah kerajaan-kerajaan Mandar. Seluruh koleksi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi yang perlu dikenalkan secara luas agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Selain media cetak dan elektronik, Museum Mandar juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi.

Konten berupa foto koleksi, video edukasi, cerita sejarah, serta informasi kegiatan dipublikasikan secara berkala untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Menurut salah satu pengunjung museum, publikasi melalui media sosial sangat membantu dalam mengenalkan museum kepada masyarakat.

Banyak pengunjung yang mengetahui Museum Mandar setelah melihat informasi dan konten yang dibagikan melalui media digital.

“Awalnya saya tahu Museum Mandar dari media sosial. Setelah datang langsung, ternyata koleksinya sangat menarik dan menambah wawasan tentang budaya Mandar,” ungkapnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Majene juga memberikan dukungan terhadap upaya publikasi Museum Mandar. Publikasi yang baik diharapkan dapat mendorong sektor pendidikan dan pariwisata budaya, sekaligus memperkuat identitas daerah Sulawesi Barat sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dan tradisi.

Dengan optimalisasi publikasi melalui media, Museum Mandar diharapkan mampu menjadi pusat informasi budaya yang inklusif dan edukatif.

Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menanamkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Mandar sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.

Ke depan, pengelola Museum Mandar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, institusi pendidikan, dan komunitas budaya, demi menjaga keberlanjutan pelestarian sejarah dan budaya Mandar.(*)

  • Penulis: Reporter Sulbarupdate.id
  • Editor: Tim Editor Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sulbar Ajak ASN Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54 KORPRI

    Wagub Sulbar Ajak ASN Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54 KORPRI

    • 0Komentar

    Mamuju, sulbarupdate.id — Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, menjadi pembina upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/12/2025). Dalam sambutannya, Salim Mengga membacakan pesan seragam Ketua Umum KORPRI Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini mengajak seluruh anggota […]

  • Bupati Mamasa Sosialisasi Proyek Jalan Mamasa-Toraja di Tadokalua

    Bupati Mamasa Sosialisasi Proyek Jalan Mamasa-Toraja di Tadokalua

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa resmi memulai tahapan sosialisasi proyek peningkatan Jalan Poros Nasional segmen Mamasa–Toraja. Kegiatan dipusatkan di Desa Todokalua, Kabupaten Mamasa pada Sabtu, 03 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan lancar tanpa hambatan sosial. Acara dihadiri langsung Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, perwakilan kontraktor, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), […]

  • Satu Tahun Kepemimpinan Zadrak-Erianto di Tana Toraja Raih UHC

    Satu Tahun Kepemimpinan Zadrak-Erianto di Tana Toraja Raih UHC

    • 0Komentar

    ​TORAJA, Sulbarupdate.id – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di bawah nakhoda Bupati Zadrak Tombeg dan Wakil Bupati Erianto Laso’ Paundanan menunjukkan rapor positif. Sejumlah capaian strategis berhasil ditorehkan, mulai dari jaminan kesehatan semesta, perlindungan pekerja informal, hingga inovasi pelayanan publik yang menyentuh wilayah terpencil. ​Salah satu pencapaian paling mencolok adalah keberhasilan Tana […]

  • Polemik SHM di Kawasan Hutan Mamasa, DPRD Desak Pemda dan BPN Segera Bertindak

    Polemik SHM di Kawasan Hutan Mamasa, DPRD Desak Pemda dan BPN Segera Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera melakukan inventarisasi lahan menyusul banyaknya laporan terkait Sertifikat Hak Milik (SHM) warga yang masuk dalam kawasan hutan lindung dan konservasi. ​Kondisi ini dinilai memicu ketimpangan sosial yang serius, lantaran warga kehilangan akses untuk mengelola […]

  • Satu Tahun Pemerintahan SDK-JSM, Arah Pembangunan Pariwisata dan Ekraf Makin Terstruktur   

    Satu Tahun Pemerintahan SDK-JSM, Arah Pembangunan Pariwisata dan Ekraf Makin Terstruktur  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang sekaligus menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM). Acara tersebut berlangsung di Masjid Raya Suada Mamuju pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam suasana Ramadan yang sarat makna dan kekhusyukan, Suhardi Duka mengajak seluruh […]

  • Jembatan S. Nipa-Nipa Batas Tapalang – Tapalang Barat Capai 100%

    Jembatan S. Nipa-Nipa Batas Tapalang – Tapalang Barat Capai 100%

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Pekerjaan fisik Jembatan S. Nipa-Nipa yang menghubungkan wilayah Tapalang – Tapalang Barat kini telah mencapai 100 Persen progres melalui program Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) BPBD Sulawesi Barat (Sulbar). Infrastruktur strategis ini menjadi salah satu titik penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta memperkuat akses evakuasi dan logistik kebencanaan di Kabupaten Mamuju. Jembatan […]

expand_less