Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Paradoks Keadilan, Saat Vonis Bersalah Tak Berujung Penjara

Paradoks Keadilan, Saat Vonis Bersalah Tak Berujung Penjara

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 389
  • comment 0 komentar

JAKARTA,Sulbarupdate.id – Indonesia memasuki era baru dalam penegakan hukum pidana. Sejak berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional pada 2 Januari 2026, konsep Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) resmi menjadi instrumen hukum yang menggeser paradigma pembalasan menjadi keadilan yang manusiawi.

​Melalui mekanisme ini, seorang terdakwa bisa dinyatakan terbukti bersalah secara hukum, namun hakim memiliki wewenang penuh untuk tidak menjatuhkan pidana.

​Berlandaskan Pasal 54 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023, hakim kini diberikan diskresi luas untuk mempertimbangkan aspek di luar teks undang-undang. Ringannya perbuatan, keadaan pribadi pelaku, hingga peristiwa yang terjadi setelah tindak pidana menjadi variabel penentu bagi hakim untuk melepaskan jerat sanksi.

​”Ini bukan bentuk impunitas atau pembebasan tanpa syarat,” tegas Darius Leka, advokat sekaligus pengurus DPC PERADI SAI Jakarta Barat. Menurutnya, putusan ini bersifat sangat selektif.

​”Hakim tidak lagi sekadar menjadi ‘corong undang-undang’, melainkan penjaga nurani keadilan. Tujuannya agar hukum tidak kehilangan sentuhan kemanusiaan, terutama pada kasus ringan yang jika dipidana justru kontraproduktif bagi masyarakat,” ujar Darius dalam keterangannya, Selasa (3/2).

​Meski tergolong baru, implementasi Rechterlijk Pardon mulai terlihat di sejumlah daerah. Pengadilan Negeri Garut dan Pengadilan Negeri Muaro tercatat sebagai pionir yang menerapkan prinsip ini di awal tahun 2026.

​Dalam kasus-kasus tersebut, hakim memilih tidak menjatuhkan pidana setelah mempertimbangkan iktikad baik pelaku, seperti kesediaan berdamai atau mengganti kerugian (restoratif), serta profil pelaku yang dinilai tidak membahayakan masyarakat.

​Kendati membawa angin segar, kebijakan ini tetap menyimpan tantangan besar. Potensi penyalahgunaan diskresi dan munculnya disparitas (perbedaan) putusan antarhakim menjadi sorotan.

​Darius menekankan pentingnya peran advokat dalam mengedukasi publik agar tidak terjadi salah tafsir. “Masyarakat harus paham bahwa ini bukan ‘tiket gratis’ untuk melanggar hukum. Setiap kasus unik dan syaratnya sangat ketat,” imbuhnya.

​Kehadiran pemaafan hakim mempertegas posisi pidana sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir. Dengan semangat yang juga tertuang dalam Pasal 5 dan Pasal 99 KUHP Baru, Indonesia perlahan meninggalkan wajah hukum yang kaku menuju sistem yang lebih mengedepankan rehabilitasi dan pemulihan hubungan sosial.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menyiapkan layanan pengelolaan lumpur tinja yang ditargetkan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Layanan tersebut akan dijalankan melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), dengan cakupan lima kecamatan dan 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah. Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, mengatakan infrastruktur IPLT beserta […]

  • Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara terkait namanya yang kerap dikaitkan dalam berbagai kasus hukum yang menjerat sejumlah menteri dan pejabat negara. Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah maupun arahan kepada bawahannya untuk melakukan tindakan korupsi. Menurut Presiden, penyebutan namanya dalam pusaran kasus hukum merupakan konsekuensi dari sistem […]

  • Dugaan Penyimpangan Dana Hibah STT Arastamar Mamasa Disorot, Nama Sekda Terseret

    Dugaan Penyimpangan Dana Hibah STT Arastamar Mamasa Disorot, Nama Sekda Terseret

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Dugaan penyimpangan alokasi dana hibah Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sebesar Rp700 juta kepada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa kian mengerucut. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2022 tersebut diduga bermasalah pada penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). ​Pegiat Anti-Korupsi, Marten Ma’dika, menyatakan bahwa berdasarkan […]

  • “Mati Ikan” Limbah Pabrik Sawit Terus Mengalir Kebijakan “Tergantung”

    “Mati Ikan” Limbah Pabrik Sawit Terus Mengalir Kebijakan “Tergantung”

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Baras Desa Kasano Kabupateng Pasangkayu akan terus berjuang akibat adanya dampak kerusakan lingkungan yang terjadi diwilayah tersebut. Sulbarupdate.id menerima kiriman berupa gambar dan potongan video memperlihatkan banyaknya ikan warga yang mati dan aliran sungan sungai yang berwarna hitam. Dampak kerusakan lingkungan tersebut diduga berasal dari limbah salah satu […]

  • Wabup Mateng Askary Anwar Dorong Pembangunan Desa di Topoyo

    Wabup Mateng Askary Anwar Dorong Pembangunan Desa di Topoyo

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di halaman Kantor Kecamatan Topoyo pada Senin, 9 Februari 2026. Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat agar tetap tepat sasaran. ​Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar. Turut hadir […]

  • AZKO dan Chatime Buka Gerai Perdana di Mamuju

    AZKO dan Chatime Buka Gerai Perdana di Mamuju

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — AZKO bersama Chatime x Cupbop resmi membuka gerai perdana di Sulawesi Barat, Senin (28/9/2026). Gerai itu berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju. Grand Opening gerai dihadiri jajaran manajemen AZKO, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Mamuju. Diantaranya Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, […]

expand_less