PUPR Mamuju Tengah Sosialisasi Program DAK Sanitasi TA 2026
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rab, 3 Jun 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar

Dok. Ruly Syamsil
MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Sosialisasi Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi Tahun Anggaran 2026.
Acara ini dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Mamuju Tengah, kawasan KTM Tobadak, Jalan Tammauni Pue Ballung, Selasa 2 Juni 2026.
Terpantau kegiatan ini diikuti sebanyak 151 peserta penerima manfaat yang berasal dari tiga desa di Kabupaten Mamuju Tengah. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Mateng Dr. Askary Anwar, Sekretaris Daerah Litha Febriani, Kepala Dinas PUPR Mateng Ir. Usaman, Ketua DPRD Mateng Nirmala Sari Aras, serta Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Dr. Amalia Fitri Aras.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memahami mekanisme pelaksanaan program, mulai dari tahapan pembangunan, pengelolaan, hingga pemeliharaan sarana sanitasi yang akan dibangun.
Kepala Dinas PUPR Mamuju Tengah, Ir. Usaman, dalam sala satu sambutannya mengatakan Program DAK Sanitasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan akses sanitasi yang layak dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang kurang memadai. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai hak dan kewajiban penerima manfaat, tata cara pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Bupati Dr. Arsal Aras, kepada wartawan menjelaskan bahwa program bantuan sanitasi tahun 2026 memiliki cakupan yang lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 program tersebut menjangkau tujuh desa, sedangkan tahun ini hanya menyasar tiga desa di Kecamatan Topoyo dengan total 151 penerima manfaat.
“Setiap tahun pemerintah daerah mendapatkan program bantuan sanitasi. Namun tahun ini jumlah penerima berkurang. Tahun lalu ada tujuh desa penerima manfaat, sementara tahun ini hanya tiga desa,” kata Arsal.
Ia merinci, Desa Tumbu memperoleh bantuan untuk 50 penerima manfaat, Desa Pangalloang sebanyak 50 penerima manfaat, dan Desa Tapilina sebanyak 51 penerima manfaat.
Meski jumlah penerima manfaat berkurang, Arsal berharap pelaksanaan program tetap berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Walaupun tahun ini jumlah penerimanya berkurang, kami berharap pembangunan sanitasi ini dapat berjalan sukses dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
