Aktivis Mamasa Ultimatum Kontraktor RSUD Kondosapata’ Terkait Pemberdayaan Lokal
- account_circle Whelson
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar

Poto: Akbar salah satu Aktivist Mamasa (8, Mei, 2026).
MAMASA, Mamasa – Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ yang merupakan “hadiah” dari Presiden Joko Widodo untuk Kabupaten Mamasa mulai menuai sorotan tajam.
Aktivis setempat melayangkan ultimatum keras kepada pemegang proyek agar memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja dan pengusaha lokal selama masa konstruksi.
Pasca peletakan batu pertama beberapa waktu lalu, ekspektasi masyarakat terhadap dampak ekonomi proyek ini meningkat.
Aktivis menekankan bahwa proyek strategis nasional ini seharusnya tidak hanya menjadi simbol pembangunan infrastruktur, tetapi juga motor penggerak ekonomi bagi warga Bumi Kondosapata’.
Aktivis menuntut agar pihak kontraktor secara aktif melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Selain itu, pengusaha lokal diharapkan diberi ruang sebagai penyedia bahan bangunan (supplier) selama ketersediaan material di wilayah Mamasa mencukupi.
“Ini adalah proyek negara. Sangat penting bagi anggaran ini untuk berputar di Mamasa. Selama penyedia lokal mampu menyiapkan bahan yang dibutuhkan, tidak ada alasan untuk tidak melibatkan mereka,” ujar salah satu perwakilan aktivis, Akbar, kepada Sulbarupdate.id, Sabtu (9/5/2026).
Meski mengedepankan dialog, kelompok aktivis memberikan peringatan keras kepada pemegang proyek. Jika elemen lokal diabaikan, mereka tidak segan menuntut pihak kontraktor untuk menghentikan aktivitasnya di wilayah tersebut.
“Jika pemberdayaan masyarakat dan pengusaha lokal tidak terlihat, kami sampaikan kepada pemegang proyek untuk angkat kaki dari Bumi Kondosapata’. Kami pastikan akan melakukan aksi berjilid-jilid sebagai bentuk pengawalan,” tegasnya.
Akbar menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan sejak tahap awal pembangunan.
Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa pembangunan RSUD Kondosapata’ membawa manfaat ganda yakni peningkatan fasilitas kesehatan sekaligus kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat lokal.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
