Kebakaran Landa Desa Bonde Majene, Damkar Kerahkan 3 Unit Mobil dan 25 Personel
- account_circle Juita
- calendar_month Ming, 16 Agu 2026
- visibility 208
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) dilaporkan terjadi di wilayah Desa Bonde, Kecamatan Bababulo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Minggu sore, sekitar pukul 16.30 WITA.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima oleh tim pemadam kebakaran setelah adanya laporan dari masyarakat terkait kobaran api yang melanda area lahan di wilayah Desa Bonde.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 25 personel turut dilibatkan dalam operasi pemadaman dan pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.
Pelaksanaan penanganan di lapangan dipimpin oleh Danru Junaedi, yang mengoordinasikan personel dalam upaya pemadaman, pengendalian titik api, serta pencegahan agar kobaran api tidak semakin meluas.
Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh seorang petani yang diduga tidak bertanggung jawab.
Api kemudian dilaporkan membesar dan berpotensi menjalar ke area lahan lainnya, sehingga masyarakat melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab masih perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak berwenang.
Upaya pemadaman
Sesaat setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran segera melakukan pengerahan personel dan armada menuju lokasi.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk melakukan pemadaman terhadap titik-titik api.
Petugas berupaya mengendalikan kobaran api dengan melakukan penyemprotan secara langsung serta mengantisipasi kemungkinan api merambat akibat kondisi lahan dan arah angin.
Sebanyak 25 personel bekerja di lapangan untuk memastikan proses pemadaman berjalan secara maksimal.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pemantauan terhadap area sekitar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Danru Junaedi menghimbau kepada Masyarakat, peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan menyebar, terutama ketika kondisi lahan kering dan terdapat angin yang cukup kencang.
Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan api atau bara api setelah melakukan aktivitas di lahan. Apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran, warga diharapkan segera melaporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, lahan pertanian, permukiman, maupun keselamatan warga.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
