Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Aksi Jilid II PMII Unsulbar, Desak Bupati Majene Copot Plt Direktur PDAM 

Aksi Jilid II PMII Unsulbar, Desak Bupati Majene Copot Plt Direktur PDAM 

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
  • visibility 292
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa mendesak Bupati Majene segera mengevaluasi sekaligus mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Majene.

Aksi tersebut menjadi bentuk lanjutan dari sikap kritis mahasiswa terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Majene. 

PMII Komisariat Unsulbar menilai persoalan yang terjadi di tubuh perusahaan daerah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Majene selaku pemegang kewenangan pemerintahan daerah.

Koordinator lapangan aksi, Andi Ikram, menyampaikan bahwa tuntutan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pergantian Plt Direktur PDAM Tirta Majene. 

PMII juga mendesak Pemerintah Kabupaten Majene melakukan audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan PDAM.

Menurutnya, audit diperlukan untuk memastikan tata kelola perusahaan daerah berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selain pencopotan, PMII Komisariat Unsulbar juga meminta Bupati Majene untuk mengaudit PDAM Tirta Majene,” kata Andi Ikram dalam aksi tersebut.

Namun, mahasiswa mempertanyakan mekanisme audit apabila pihak yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan justru berada dalam posisi yang juga menjadi sorotan massa aksi.

PMII menyoroti fakta bahwa Plt Direktur PDAM Tirta Majene disebut merupakan Kepala Inspektorat Kabupaten Majene. 

Kondisi tersebut dinilai mahasiswa berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi independensi apabila proses pemeriksaan atau audit terhadap PDAM melibatkan pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan objek yang diperiksa.

“Miris jika yang mengaudit dirinya sendiri,” tegas Andi.

Mahasiswa meminta Bupati Majene tidak mengabaikan tuntutan tersebut dan segera menghadirkan mekanisme pemeriksaan yang independen serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dalam orasinya, massa aksi juga mempertanyakan kondisi dan tata kelola PDAM Tirta Majene. Mahasiswa meminta pemerintah daerah membuka informasi mengenai bagaimana perusahaan daerah tersebut dikelola, termasuk kebijakan yang diambil selama masa kepemimpinan Plt Direktur.

“Ada apa dengan PDAM Tirta Majene?” menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan massa dalam aksi tersebut.

PMII menilai pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar berbagai pertanyaan yang berkembang tidak menjadi spekulasi di tengah publik.

Bagi mahasiswa, PDAM memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, yakni pelayanan air bersih. 

Karena itu, pengelolaan perusahaan daerah tersebut dinilai harus mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan kepentingan masyarakat.

Mahasiswa juga meminta agar setiap persoalan yang muncul di tubuh PDAM tidak hanya diselesaikan secara internal, tetapi dibuka kepada publik sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum dan aturan mengenai informasi yang dikecualikan.

Dalam aksi jilid II ini, PMII Komisariat Unsulbar secara tegas meminta Bupati Majene mengambil langkah konkret terhadap tuntutan mereka.

Mahasiswa menginginkan adanya evaluasi terhadap posisi Plt Direktur PDAM Tirta Majene serta audit menyeluruh yang dilakukan oleh pihak yang independen dan tidak memiliki konflik kepentingan.

Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan terhadap PDAM berjalan objektif dan hasilnya dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Bupati harus hadir menjawab keresahan masyarakat dan mahasiswa. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut,” seru massa aksi dalam orasinya.

PMII juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan daerah. Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan PDAM Tirta Majene hingga terdapat kejelasan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Dalam jalannya aksi, terdapat pula pernyataan keras yang disampaikan salah seorang mahasiswa saat berorasi. Pernyataan tersebut ditujukan kepada sosok yang disebut sebagai “Pak Kasman”.

“Andai saya Tuhan, yang pertama yang cabut nyawanya Pak Kasman,” ucap salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari situasi emosional dalam penyampaian aspirasi di lapangan. 

Meski demikian, substansi aksi tetap berkaitan dengan tuntutan mahasiswa terhadap pengelolaan PDAM Tirta Majene dan permintaan evaluasi terhadap pejabat yang saat ini menjabat sebagai Plt Direktur.

Pernyataan tersebut juga perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika aksi dan tidak serta-merta mewakili sikap institusi PMII secara keseluruhan, kecuali terdapat pernyataan resmi organisasi mengenai hal tersebut.

PMII Komisariat Unsulbar pada prinsipnya mendorong agar polemik mengenai PDAM Tirta Majene diselesaikan melalui mekanisme yang transparan dan dapat diuji secara objektif.

Audit yang independen diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan mengenai tata kelola, kebijakan, serta kondisi perusahaan daerah tersebut. 

Jika ditemukan adanya pelanggaran, mahasiswa meminta pemerintah mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, pemerintah juga dinilai perlu menyampaikan hasilnya secara terbuka sehingga tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.

Dengan demikian, tuntutan mahasiswa tidak berhenti pada pergantian pejabat, tetapi juga menyangkut bagaimana Pemerintah Kabupaten Majene memastikan perusahaan daerah dapat dikelola secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Bupati Majene maupun pihak manajemen PDAM Tirta Majene terkait seluruh tuntutan yang disampaikan PMII Komisariat Unsulbar dalam aksi jilid II tersebut.

PMII Komisariat Unsulbar menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan meminta Pemerintah Kabupaten Majene segera memberikan respons terhadap tuntutan mahasiswa.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • BREAKING NEWS: Dua Kendaraan Kecelakaan di Ujung Jembatan Mambi, Satu Terjun ke Pinggir Sungai

    BREAKING NEWS: Dua Kendaraan Kecelakaan di Ujung Jembatan Mambi, Satu Terjun ke Pinggir Sungai

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil pick up berwarna putih dan truk berwarna merah terjadi di ujung Jembatan Mambi, tepat di belokan menuju Desa Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (21/9/2026). Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, kedua kendaraan terlihat melaju dari arah berlawanan di sekitar lokasi kejadian.  Keduanya tampak melakukan manuver […]

  • BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kebakaran terjadi di wilayah Melahaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026) sore. Hingga pukul 20.40 WITA, api masih terlihat menyala di lokasi kejadian. Pantauan Sulbarupdate.id, nampak kobaran api bahkan susah mendekati pemukiman warga. Warga setempat bersama personel Polsek Mambi masih berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api agar tidak meluas […]

  • Wakil Ketua DPRD Mamasa Apresiasi Langkah Pemda Optimalkan PAD

    Wakil Ketua DPRD Mamasa Apresiasi Langkah Pemda Optimalkan PAD

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa bersama Forkopimda dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Arwin, langkah yang ditempuh Pemda melalui rapat koordinasi dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PAD merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah “𝐾𝑎𝑚𝑖 𝐷𝑃𝑅𝐷 𝑀𝑎𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑝𝑟𝑒𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑠𝑒𝑟𝑖𝑢𝑠𝑎𝑛 […]

  • Tabrakan Maut Dua Truk di Mamuju Tengah, 1 Sopir Tewas dan 1 Anak Balita Kritis

    Tabrakan Maut Dua Truk di Mamuju Tengah, 1 Sopir Tewas dan 1 Anak Balita Kritis

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID – Kecelakaan lalu lintas, melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Kilometer 10, Desa Salogatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.  Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang pengemudi tewas di lokasi kejadian dan seorang balita dalam kondisi kritis. Korban meninggal dunia […]

  • PKC PMII Sulbar Desak APH dan Ombudsman Usut Dugaan Penggunaan Solar pada Proyek Sekolah Rakyat

    PKC PMII Sulbar Desak APH dan Ombudsman Usut Dugaan Penggunaan Solar pada Proyek Sekolah Rakyat

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id, — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat untuk usut dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga tidak sesuai peruntukan dalam pengerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat. Desakan tersebut disampaikan Ketua Bidang Hukum, […]

  • Diduga SPBU Lembang Menantang Aturan Pemda Majene

    Diduga SPBU Lembang Menantang Aturan Pemda Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene telah mengeluarkan surat aturan pengisian jerigen di seluruh SPBU di Kabupaten Majene terutama SPBU Lembang dan Rangas setelah satu bulan lebih kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Namun faktanya dilapangan, SPBU Lembang terang-terangan melakukan pengisian jerigen di pukul 20:00 WITA, Jumat (9/10/2026). Padahal diketahui isi aturan Pemerintah Majene menuliskan, khusus […]

expand_less