Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Puluhan Kades di Mamasa Ngaku Resah Akibat Pemberitaan Tak Berimbang Oknum Wartawan

Puluhan Kades di Mamasa Ngaku Resah Akibat Pemberitaan Tak Berimbang Oknum Wartawan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengaku resah terhadap sejumlah pemberitaan oknum wartawan.

Keresahan itu menyoal pemberitaan yang dinilai menyudutkan pemerintah desa dan tidak mengedepankan prinsip keberimbangan dalam karya jurnalistik.

Para kades mempertanyakan profesionalitas peliputan yang, menurut mereka, tidak selalu disertai konfirmasi yang memadai, verifikasi informasi, serta penggunaan narasumber yang relevan dan berkompeten (Cover Both Sides)

Sejumlah kades menilai terdapat pemberitaan yang lebih banyak memuat narasi atau kesimpulan sepihak, sementara penjelasan dari pihak yang diberitakan tidak disajikan secara utuh.

Salah seorang kades berinisial JZ, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku pernah menerima pesan WhatsApp dari oknum wartawan yang hendak melakukan wawancara.

JZ mengaku telah merespons dan menyatakan kesediaannya memberikan informasi. Namun, sebelum proses wawancara dilakukan, ia justru mendapati berita mengenai dirinya telah diterbitkan.

“Saya diberitakan tanpa konfirmasi. Setahu saya wartawan dalam menulis berita harus ada wawancara dulu dengan narasumber. Ini belum ada wawancara, tetapi berita sudah terbit. Isinya juga menyudutkan saya,” ujar JZ, Minggu (23/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan kades lainnya, PTS, yang mengaku pernah memberikan penjelasan melalui WhatsApp terkait salah satu program di desanya.

Menurut PTS, penjelasan tersebut memang digunakan dalam pemberitaan, tetapi hanya sebagian. Sementara itu, narasi lain dalam berita dinilainya lebih dominan sehingga berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap pemerintah desa.

Sebagaimana diketahui, Wartawan melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi, kemudian mengolahnya menjadi karya jurnalistik.

Namun, jika masih ada keraguan terhadap keterangan narasumber, tentu bisa mencari narasumber pembanding yang berkompeten agar informasi yang disajikan berimbang.

“Saya kira Wartawan kan tau tugasnya, tapi heran juga karena masih ada yang mungkin belum tau tugasnya,” Ujar PTS.

PTS juga menyoroti pola peliputan yang menurutnya terlalu jauh masuk pada permintaan dokumen administrasi desa.

“Kami resah dan sangat terganggu jika ada oknum wartawan yang datang seperti melakukan pemeriksaan, meminta bukti sampai SPJ, kemudian membuat berita seolah-olah kepala desa melakukan penyimpangan atau menggelapkan dana desa, tanpa menghadirkan narasumber yang berkompeten dan menyajikan data secara utuh,” tegasnya.

Meski demikian, PTS menegaskan dirinya tidak alergi terhadap kritik maupun pemberitaan media.

Ia justru mengapresiasi keberadaan pers di desa karena media memiliki fungsi penting sebagai kontrol sosial sekaligus sarana menyampaikan informasi mengenai pembangunan dan potensi desa kepada masyarakat.

“Saya tidak marah dikritik. Saya justru mengapresiasi wartawan yang datang meliput di desa. Pers bisa menjadi kontrol dalam pembangunan dan membantu mempublikasikan potensi desa. Hanya saja, profesionalitas dalam menjalankan tugas tetap harus dijaga,” ujarnya.

Soroti Tanggung Jawab Perusahaan Media
Para kades juga menyentil perusahaan media yang menaungi wartawan dalam melakukan peliputan di lapangan.

Menurut mereka, media yang telah mendirikan dan menjalankan perusahaan pers semestinya memahami bahwa kerja jurnalistik tidak berhenti pada proses memperoleh informasi dari lapangan.

Ada tanggung jawab redaksional untuk memastikan informasi yang akan dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan memenuhi prinsip keberimbangan.

Kata dia, jika sebuah media menyatakan berita disusun berdasarkan investigasi lapangan oleh reporter, kemudian diverifikasi editor sebelum ditayangkan, semestinya proses itu benar-benar dijalankan.

“Jangan sampai informasi dari wartawan di lapangan langsung disajikan kepada publik tanpa verifikasi kebenaran dan keberimbangan,” kata PTS.

Ia menilai fungsi editor dan mekanisme verifikasi dalam sebuah perusahaan pers penting untuk mencegah kesalahan informasi, narasi sepihak, maupun pemberitaan yang berpotensi merugikan pihak tertentu.

Para kades berharap persoalan tersebut menjadi evaluasi bersama bagi insan pers yang melakukan peliputan di wilayah pedesaan.
Mereka tidak mempersoalkan kritik terhadap pemerintah desa.

Namun, kritik dan pemberitaan diharapkan tetap berlandaskan data, fakta, verifikasi, serta memberikan ruang yang proporsional kepada pihak yang diberitakan.

Menurut mereka, pers memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial dalam negara demokrasi. Karena itu, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan akurasi, independensi, keberimbangan, dan tanggung jawab jurnalistik.

Para kades juga berharap setiap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan dapat menempuh mekanisme yang tersedia sesuai ketentuan pers, termasuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab kepada media yang bersangkutan.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hardiknas 2026, Bupati Mateng Tekankan Pentingnya Karakter dan Digitalisasi Pendidikan

    Hardiknas 2026, Bupati Mateng Tekankan Pentingnya Karakter dan Digitalisasi Pendidikan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Sabtu, 2 Mei 2026. Bupati Mamuju Tengah, H. Arsal Aras, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar […]

  • Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi, Pelapor Tegaskan Penyelidikan Masih Bergulir

    Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi, Pelapor Tegaskan Penyelidikan Masih Bergulir

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Dosen Q, pelapor dalam kasus dugaan pornografi yang menyeret nama Karta Jayadi, menegaskan bahwa proses hukum terhadap laporannya masih terus berjalan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Penegasan ini disampaikan Q usai menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel baru-baru ini. Menanggapi spekulasi yang […]

  • Wanita di Majene Dilarikan ke Puskesmas Usai Tertabrak Mobil

    Wanita di Majene Dilarikan ke Puskesmas Usai Tertabrak Mobil

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pejalan kaki wanita dan sebuah minibus terjadi di Jalan Poros Salutambung, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Minggu (5/7/2026). Korban dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan (Puskesmas) terdekat. ​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata di media sosial, kecelakaan tersebut melibatkan satu […]

  • Tampil Konsisten Bersama Como, Jesús Rodríguez Pantas Dapat Tempat di Skuad Spanyol 2026

    Tampil Konsisten Bersama Como, Jesús Rodríguez Pantas Dapat Tempat di Skuad Spanyol 2026

    • 0Komentar

    SPANYOL, SULBARUPDATE.ID — Bersinar Bersama Como di Serie A, Wonderkid Spanyol Jesús Rodríguez Jadi Sorotan Eropa Italia kembali menjadi panggung lahirnya bintang muda sepak bola Eropa. Kali ini sorotan tertuju kepada wonderkid asal Spanyol, Jesús Rodríguez, yang tampil gemilang bersama Como 1907 pada kompetisi Serie A musim 2025/2026. Pemain muda berusia 20 tahun itu perlahan […]

  • Diduga Lecehkan Dua Anak Tirinya, Pria 56 Tahun di Mamuju Diringkus Polisi

    Diduga Lecehkan Dua Anak Tirinya, Pria 56 Tahun di Mamuju Diringkus Polisi

    • 1Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Resmob Polresta Mamuju, bekuk seorang pria paruh baya berinisial MJ (56) atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap dua anak tirinya yang masih di bawah umur. Pelaku diamankan di lokasi persembunyiannya yang berada di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Jumat (24/04/2026). Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menyatakan bahwa penangkapan […]

  • Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Harga komoditas beras jenis premium di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga beras berkualitas tinggi tersebut telah menembus angka Rp 15.000 per liter. ​Sebelum melonjak, harga beras premium di pasaran lokal terpantau masih berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter. ​Salah seorang […]

expand_less