Kasus HIV Tahun 2025 di Sulbar Melonjak, Polman Tertinggi Disusul Mamuju
- account_circle Tim Reporter Sulbarupdate
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 284
- comment 0 komentar

Ilustrasi
Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) terus meningkatkan upaya penemuan kasus HIV seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes kesehatan.
Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus positif baru yang terdeteksi, menyoroti urgensi penanganan di tingkat kabupaten.
Pengelola HIV Dinkes Sulbar, Nurul Iman, mengungkapkan bahwa kerja keras dalam skrining dan pelacakan kontak telah membuahkan hasil dalam mendeteksi kasus baru.
“Data yang kami miliki menunjukkan bahwa di tahun 2025 ada 168 kasus positif baru yang berhasil terdeteksi. Angka ini adalah hasil dari kerja keras dalam skrining dan pelacakan kontak,” kata Nurul.
Data Dinkes Sulbar, Polewali Mandar Tertinggi, Mamuju Menyusul
Nurul menjelaskan, sebaran kasus menunjukkan konsentrasi temuan tertinggi berada di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Polewali Mandar memimpin dengan 67 kasus positif baru, di mana 59 pasien telah memulai pengobatan antiretroviral (ARV).
Angka tersebut menjadikan Polman sebagai kabupaten dengan temuan kasus tertinggi sepanjang tahun 2025.
Di urutan kedua, Kabupaten Mamuju menyumbang 42 kasus positif baru, dengan 33 di antaranya sudah menjalani pengobatan.
Sementara itu, kabupaten lain juga mencatatkan temuan kasus yang perlu diwaspadai, Kabupaten Pasangkayu 24 kasus, Majene 21 kasus, Mamuju Tengah 8 kasus dan Mamasa 6 kasus.
Menyikapi temuan ini, Nurul Iman menekankan bahwa deteksi dini harus diikuti dengan tindakan pengobatan yang disiplin.
Ia menggarisbawahi pentingnya kepatuhan pasien untuk secara rutin menjalani pengobatan ARV. Tujuannya adalah untuk menekan jumlah virus (viral load) serendah mungkin, yang secara efektif dapat mencegah penularan lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Upaya Dinkes Sulbar ini menunjukkan komitmen daerah dalam menanggulangi penyebaran HIV, sekaligus mengajak seluruh masyarakat yang berisiko untuk segera melakukan tes kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Mamasa, dr. Ratna Sari Dewi, membenarkan adanya kasus HIV di Mamasa itu.
“Saat ini yang sementara pengobatan ada 7 kasus,” singkat Ratna saat dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya baru – baru ini.
- Penulis: Tim Reporter Sulbarupdate
- Editor: Tim editor
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
