Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » Golkar Papua Dukung Pemekaran Papua Utara, Namun Ingatkan Kondisi Fiskal yang “Lampu Kuning”

Golkar Papua Dukung Pemekaran Papua Utara, Namun Ingatkan Kondisi Fiskal yang “Lampu Kuning”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar

JAYAPURA, Sulbarupdate.id – Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Utara terus menjadi perbincangan hangat. Menanggapi hal tersebut, DPD Partai Golkar Provinsi Papua menyatakan sikap mendukung rencana pemekaran, namun memberikan catatan kritis mengenai waktu pelaksanaan yang dinilai belum tepat.

Ketua DPD Partai Golkar Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan bahwa pihaknya secara prinsip tidak menolak aspirasi pemekaran. Kendati demikian, ia menyoroti realitas pahit terkait kondisi keuangan daerah yang saat ini dinilai tidak mampu menopang beban administratif provinsi baru.

Fakhiri memaparkan data konkret mengenai penyusutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua pasca-pemekaran tiga DOB sebelumnya (Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan).

“Saya sebagai Gubernur mengetahui persis bahwa kondisi keuangan Provinsi Papua tidak baik-baik saja,” ujar Fakhiri usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Golkar di Kota Jayapura, Kamis (29/1/2026).

Ancaman Defisit dan Gaji Pegawai
Lebih lanjut, Fakhiri memberikan simulasi jika Papua Utara dipaksakan mekar dalam waktu dekat. Menurutnya, pembagian anggaran yang tersisa akan membuat struktur keuangan menjadi minus.

“Kalau terjadi pemekaran lagi dan dibagi dua, maka anggarannya hanya tersisa sekitar Rp600 hingga Rp700 miliar. Sementara beban gaji pegawai saja mencapai hampir Rp990 miliar. Artinya, kita akan mengalami minus sekitar Rp200 miliar,” tegasnya.

Pesan untuk Aktor Politik

Menutup keterangannya, Fakhiri mengimbau para elit politik agar lebih rasional dan tidak hanya mengedepankan syahwat politik tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyat di masa depan. Ia berharap isu pemekaran tidak dijadikan komoditas janji manis yang justru menjadi beban bagi masyarakat.

“Saya berharap orang-orang yang bermain politik jangan ‘menjual jamu’ tetapi justru menyengsarakan masyarakatnya. Ini harus dipikirkan secara cerdas,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Lebaran Idul Adha, Air Terjun Sarambu Liawan Mamasa Padat Pengunjung

    Libur Lebaran Idul Adha, Air Terjun Sarambu Liawan Mamasa Padat Pengunjung

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Momen libur panjang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi pariwisata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pasalnya ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati wisata Air Terjun Sarambu Liawan yang terletak di Kecamatan Sumarorong, Rabu (27/5/2026). Kombinasi udara pegunungan yang sejuk, gemericik air yang menenangkan, serta panorama air terjun yang […]

  • Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

    Setahun Rampung, Jembatan Rp 500 Juta di Mamuju Tengah Sudah Amblas dan Miring

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sebuah jembatan beton sepanjang 14 meter di Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan tajam warga setempat. Meski baru rampung dikerjakan pada pertengahan 2025 lalu, infrastruktur yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sudah mengalami kerusakan parah hingga amblas sedalam 55 sentimeter (cm). ​Pantauan di […]

  • Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pengembangan Aplikasi Beasiswa, Upaya Meningkatkan Pelayanan

    Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pengembangan Aplikasi Beasiswa, Upaya Meningkatkan Pelayanan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id-  Biro Pemkesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat pengembangan aplikasi beasiswa sebagai langkah strategis dalam mendorong digitalisasi layanan serta peningkatan tata kelola program beasiswa daerah pada Rabu (24/12/2025). Rapat tersebut berlangsung di ruang kerja Plt. Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat dan diikuti oleh Tim dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan […]

  • Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    Sentil Kondisi Fisikal Daerah, Aktivis Mamasa Minta Pemda, “Kurangi Hura-hura”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah upaya pemerintah mengejar kemajuan, kritik tajam justru menghujam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Sejumlah aktivis menilai pemerintah daerah saat ini terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan pesta yang dinilai hanya membuang-buang anggaran. Kritik pedas ini mencuat dalam forum Dialog Mamase bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang digelar di […]

  • Usai Jembatan di Botteng Ambruk, Warga Gotong Royong Angkut Kayu dari Hutan

    Usai Jembatan di Botteng Ambruk, Warga Gotong Royong Angkut Kayu dari Hutan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Warga Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk bahu-membahu mengangkat material kayu secara manual untuk membangun jembatan darurat setelah jembatan utama di wilayah tersebut ambruk total. ​Ambruknya jembatan yang berlokasi di Desa Botteng tersebut menyebabkan akses transportasi […]

  • KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    • 0Komentar

    Bekasi – Sulbarupdate.id – Dinamika politik Kabupaten Bekasi mencatat kisah unik dua bersaudara, Eka Supria Atmaja dan Asep Surya Atmaja, yang sama-sama berada di lingkaran puncak kekuasaan daerah melalui situasi luar biasa yang menimpa pasangan kepala daerah mereka. Eka Supria Atmaja, kakak kandung Asep Surya Atmaja, mengawali kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah […]

expand_less