Pemprov Sulbar Beri Lampu Hijau bagi Investor Cina dengan Syarat Ketat
- account_circle Ancha
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan keterbukaan terhadap masuknya investasi asing demi mempercepat pembangunan daerah.
Hal ini ditegaskan saat Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menerima kunjungan delegasi investor asal Cina di Mamuju, Kamis (15/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para investor dari Negeri Tirai Bambu itu menyatakan ketertarikan kuat untuk menggarap sektor Mineral dan Batubara (Minerba), khususnya komoditas mangan.
Sekda Sulbar, Junda Maulana, mengungkapkan bahwa meski Pemprov menawarkan berbagai potensi di sektor pertanian dan energi, pihak investor cenderung memberikan perhatian khusus pada kekayaan mineral Sulbar.
“Dari potensi yang kami paparkan, kelihatannya investor ini lebih tertarik di sektor minerba, spesifiknya pada kandungan mangan. Saat ini mereka tengah mendalami data teknis yang kami miliki,” ujar Junda usai pertemuan.
Meski membuka ruang seluas-luasnya, Junda menekankan bahwa Penjabat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, telah menetapkan standar tinggi bagi investor asing. Pemprov Sulbar tidak ingin daerah hanya menjadi lokasi pengerukan bahan mentah tanpa memberi nilai tambah bagi warga lokal.
“Kami ingin industri itu ada di Sulbar, bukan hanya mengirim bahan mentah ke luar. Tenaga kerja lokal harus terserap dan proses hilirisasi harus terjadi di sini agar hasilnya dinikmati daerah,” tegas Junda.
Selain hilirisasi, investor Cina juga diwajibkan mematuhi regulasi perlindungan lingkungan hidup. Junda mengingatkan bahwa keseriusan dan konsistensi menjadi tolok ukur utama pemberian izin bagi perusahaan asing.
Di sisi lain, pihak investor sempat mempertanyakan ketersediaan infrastruktur pendukung seperti pasokan listrik dan fasilitas pelabuhan. Menanggapi hal tersebut, Junda menjelaskan bahwa Sulbar saat ini masih memiliki surplus listrik.
“Kita punya potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga air dari beberapa perusahaan besar. Ini butuh pasar (industri), jadi bisa berjalan paralel. Untuk pelabuhan, kita sudah siapkan lokasi yang layak untuk pengembangan terminal khusus distribusi hasil industri,” tambahnya.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pengkajian data lebih dalam oleh pihak investor. Pemprov Sulbar berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi untuk menggerakkan roda ekonomi provinsi lebih cepat melalui sektor pertambangan yang berkelanjutan.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
