Breaking News
light_mode
Beranda » Cipayung Plus » LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

LMND Sulbar Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

  • account_circle Amr
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

SULAWESI BARAT – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Barat (Sulbar) dengan tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Wacana ini tidak hanya keliru secara konstitusional, tetapi juga berpotensi mengancam prinsip demokrasi, profesionalisme Polri, serta stabilitas sistem ketatanegaraan Indonesia.

Ketua LMD Sulawesi Barat, Ramli mengatakan, dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 ditegaskan, Polri merupakan alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam praktik ketatanegaraan pasca-reformasi, Polri ditempatkan langsung di bawah Presiden sebagai bentuk kontrol sipil tertinggi dan untuk mencegah politisasi institusi kepolisian oleh kepentingan sektoral kementerian.

Wacana menempatkan Polri di bawah kementerian, justru membuka ruang Intervensi politik praktis terhadap penegakan hukum, pelemahan independensi dan profesionalisme Polri, tumpang tindih kewenangan dalam sistem pemerintahan serta berpotensi menghidupkan kembali pola kekuasaan represif ala pra-reformasi.

“LMND Sulawesi Barat, menilai bahwa masalah utama Polri hari ini bukan terletak pada struktur kelembagaan, melainkan pada reformasi internal, penegakan hukum yang berkeadilan, pemberantasan korupsi di tubuh Polri serta penguatan akuntabilitas dan transparansi kepada publik,” kata Ramli, Kamis 29 Januari 2026.

Dengan demikian, LMND Sulawesi Barat menyatakan dengan tegas menolak wacana Polri di bawah kementerian dalam bentuk apa pun, serta mendukung Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sesuai semangat UUD 1945 dan agenda reformasi. Selain itu, mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan wacana yang berpotensi melemahkan demokrasi dan supremasi hukum, mendorong reformasi Polri yang substantif, berorientasi pada kepentingan rakyat, HAM, dan keadilan sosial.

Ramli mengatakan, LMND Sulbar juga mengajak mahasiswa dan masyarakat sipil, untuk terus mengawal isu ini sebagai bagian dari perjuangan menjaga demokrasi dan negara hukum.

“Bagi LMND Sulawesi Barat, reformasi institusi keamanan harus berpijak pada kepentingan rakyat dan konstitusi, bukan pada kepentingan elit kekuasaan. Polri harus menjadi alat negara yang profesional, demokratis, dan berpihak pada keadilan sosial, bukan instrumen politik kekuasaan,” tegas Ramli.***

Sumber: Pikiran Rakyat Sulbar

 

 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Singkat Annisa Suci Ramadhani, Bupati Perempuan Pertama di Sumbar

    Profil Singkat Annisa Suci Ramadhani, Bupati Perempuan Pertama di Sumbar

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Sejarah baru kepemimpinan daerah tercipta di Sumatera Barat. Annisa Suci Ramadhani, resmi dilantik sebagai Bupati Dharmasraya periode 2025–2030, menjadikannya bupati perempuan pertama di Kabupaten Dharmasraya sekaligus bupati perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat. Diketahui prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis (20/2/2025) lalu. […]

  • Dinas Perpusip Sulbar Laksanakan Layanan Perpustakaan Keliling di Area Pantai Wisata Pelabuhan Feri Simboro

    Dinas Perpusip Sulbar Laksanakan Layanan Perpustakaan Keliling di Area Pantai Wisata Pelabuhan Feri Simboro

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar), Pemprov Sulbar terus menggalakkan berbagai program literasi melalui Gerakan Sulbar Mandarras. Gerakan Sulbar Mandarras digagas oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakilnya Salim S. Mengga, bertujuan membudayakan membaca serta memperluas akses layanan literasi bagi seluruh […]

  • Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengukuhkan posisinya sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen. Angka tersebut melampaui lembaga hukum lainnya seperti […]

  • Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    Tabung Gas Elpiji 3 KG di Mamasa Langka, Jeritan Rakyat Miskin Dibungkam Dalih “Habis”!

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Sebuah skandal pasokan energi rakyat kecil terkuak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tabung gas Elpiji 3 KG, yang seharusnya menjadi hak subsidi bagi masyarakat kurang mampu, kini seolah menguap ditelan bumi. Kelangkaan ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sebuah indikasi kegagalan sistematis yang mencekik ekonomi rakyat. Keluhan masif dari berbagai pelosok Mamasa kini […]

  • Implementasi PHTC, DKPPKB Sulbar Matangkan Pengembangan Desa Siaga TBC

    Implementasi PHTC, DKPPKB Sulbar Matangkan Pengembangan Desa Siaga TBC

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Koordinasi Pengembangan Desa Siaga TBC di Aula Andi Depu DKPPKB Sulbar, Jumat (27/2/2026). Program ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah melalui konsep Panca Daya, yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan […]

  • BPBD Sulbar Tepis Isu Gempa dan Tsunami, Murni Hoax 

    BPBD Sulbar Tepis Isu Gempa dan Tsunami, Murni Hoax 

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara resmi memberikan klarifikasi terkait maraknya spekulasi yang meresahkan masyarakat. Berdasarkan koordinasi intensif dengan BMKG Gowa, BPBD menegaskan bahwa kabar mengenai ancaman gempa bumi dan tsunami yang akan melanda wilayah Sulbar dalam waktu dekat adalah hoaks atau disinformasi yang tidak memiliki landasan saintifik. Hingga […]

expand_less