Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Ketua IMI Mamasa Klarifikasi Istilah ‘Janda’ di Event JELATA: Itu Singkatan Jalur Andalan

Ketua IMI Mamasa Klarifikasi Istilah ‘Janda’ di Event JELATA: Itu Singkatan Jalur Andalan

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 306
  • comment 1 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Mamasa, Daniel Pumbu, resmi memberikan klarifikasi terkait polemik penamaan jalur dalam event Jelajah Wisata (JELATA) yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Mamase.

Penamaan jalur yang menggunakan istilah “Janda Terjepit” tersebut sebelumnya sempat memicu kontroversi dan menuai kritik tajam di media sosial karena dinilai merendahkan kaum perempuan.

Dalam keterangannya kepada awak media di Rumah Jabatan (Rujab) Mamasa pada Selasa (21/4/2026), Daniel menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat melecehkan pihak mana pun.

Ia menjelaskan bahwa nama tersebut merupakan istilah teknis di kalangan rider.

“Janda itu sebenarnya akronim dari Jalur Andalan bagi para rider. Sedangkan kata ‘Terjepit’ digunakan karena ada titik di jalur tersebut di mana terdapat bebatuan yang kerap menjepit ban kendaraan peserta,” ujar Daniel.

Meski telah memberikan penjelasan mengenai asal-usul penamaan tersebut, Daniel menyatakan pihaknya menerima semua kritik dan saran dari masyarakat dengan tangan terbuka.

Ia menganggap polemik ini sebagai bahan evaluasi penting untuk pelaksanaan kegiatan di masa mendatang.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Mamasa atas kritik dan sarannya. Ini menjadi catatan penting bagi kami agar lebih berhati-hati dan lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.

Selain masalah penamaan jalur, IMI Mamasa juga merespons keluhan warga terkait kerusakan infrastruktur jalan dan adanya ternak warga yang mati akibat dampak kegiatan tersebut.

Daniel berkomitmen bahwa panitia akan bertanggung jawab penuh.

Ia mengaku pihak panitia akan turun tangan memperbaiki titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.

Daniel juga akan segera menemui pemilik ternak yang terdampak untuk membicarakan solusi dan kompensasi secara kekeluargaan.

Menutup keterangannya, Daniel memaparkan sumber pendanaan event JELATA.

Ia menjelaskan bahwa anggaran kegiatan berasal dari beberapa sumber yakni biaya pendaftaran sebesar Rp200.000 per orang.

Bantuan pihak ketiga berupa barang dan dukungan lainnya dan dukungan dana dari Pemda Mamasa.

Walau membenarkan adanya kucuran dana dari pemerintah daerah, Daniel tidak merinci secara spesifik besaran nilai anggaran yang diterima untuk menyelenggarakan event tersebut.

Daniel juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mamasa atas adanya insiden tersebut.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    Minibus Hantam Dua Rumah di Majene, Dua Orang Terluka

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Minggu dini hari (3/5/2026) sekitar pukul 02.20 WITA. Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus Daihatsu Sigra berwarna silver dengan nomor polisi DD 1544 MS. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Fattoni (29), warga Dusun […]

  • Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

    Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Apresiasi yang baru saja diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait keberhasilan menekan angka pengangguran justru memicu gelombang skeptisisme di dalam daerah.  Penghargaan tersebut dinilai kontradiktif dengan realitas sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat di enam kabupaten se-Sulawesi Barat. Kritik pedas salah satunya datang dari aktivis pemuda Sulbar, […]

  • Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    Kampung Natal Tondok Bakaru Mamasa, Oase Ekonomi Kreatif di Bawah Naungan Pinus

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Desember kembali menyapa, dan bersamaan dengannya, spirit adiwarna Natal berdenyut kencang dari jantung topografi Sulawesi Barat. Desa Tondok Bakaru, sebuah anomali eksotis di Kabupaten Mamasa, sekali lagi menyingkap tirai atas panggung rindu yang bertajuk Kampung Natal. Sebuah tradisi kontemplatif yang kini menapaki usia paruh dasawarsa kelima, perhelatan ini telah resmi diluncurkan pada […]

  • Pastikan Keamanan Pangan Program MBG, Dokkes Polres Mamuju Tengah Inspeksi SPPG Tobadak

    Pastikan Keamanan Pangan Program MBG, Dokkes Polres Mamuju Tengah Inspeksi SPPG Tobadak

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID – Seksi Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) melaksanakan inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, Sulawesi Barat, pada Sabtu (30/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan melekat guna memastikan seluruh makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) […]

  • Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    Istilah ”Tanjakan Janda Terjepit” di Mamasa Tuai Kecaman

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan istilah yang dinilai tidak etis dalam penamaan jalur atau lokasi tertentu kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Mamasa. Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial Facebook memicu diskusi publik setelah menampilkan sebuah spanduk bertuliskan “Tanjakan Janda Terjepit” di sebuah jalur lintasan motor trail. ​Penamaan tersebut dinilai melampaui batas kewajaran […]

  • Efisiensi Anggaran, SDK-JSM Tetap Buktikan Pembangunan Tetap Maju: IPM Naik, Jalan Membaik

    Efisiensi Anggaran, SDK-JSM Tetap Buktikan Pembangunan Tetap Maju: IPM Naik, Jalan Membaik

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Setahun sudah duet Suhardi Duka dan Salim S Mengga memimpin Sulawesi Barat. Dalam kurun waktu itu, sejumlah capaian mulai terlihat. Salah satunya pemerataan pembangunan. Tak ada lagi ketimpangan antarwilayah seperti sebelumnya. Program provinsi dan kabupaten kini berada dalam satu jalur yang sama. Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyebut, pemerintahannya mengsinergikan program pembangunan di […]

expand_less