Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk mengaktifkan kembali Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Salurano menuai penolakan keras dari warga setempat.

Perwakilan masyarakat Salurano dan Mala’bo, Reynal Mesakaraeng, didampingi Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Barat, Ramli, mendatangi Jakarta untuk melaporkan persoalan ini langsung kepada Kementerian Hak Asasi Manusia dan Kementerian Lingkungan Hidup.

​Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia dalam proses rencana aktivasi TPA yang terletak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tersebut.

​Menurut Reynal Mesakaraeng, sejak awal pembangunan TPA Salurano sudah mendapat penolakan dari masyarakat. Terlebih, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut diduga kuat tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.

​Reynal menegaskan bahwa AMDAL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan dilaksanakan.

Faktanya, hingga hari ini warga Salurano tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunannya, bahkan tidak tahu apakah dokumen itu ada atau tidak.

​Ia menilai bahwa nihilnya pelibatan masyarakat ini merupakan bentuk pengabaian nyata terhadap prinsip partisipasi publik dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

​Ancam Kesehatan dan Sumber Air Bersih
​Selain persoalan administrasi dan legalitas, tata letak fisik TPA Salurano juga dinilai mengabaikan aspek kehati-hatian. Lokasi TPA dilaporkan berada sangat dekat dengan ruang hidup masyarakat.

​Berdasarkan data lapangan, jarak lokasi pembangunan hanya berkisar sekitar 300 meter dari permukiman warga. Sementara itu, jarak TPA ke sungai terdekat hanya berkisar 100 meter, padahal aliran air tersebut merupakan sumber air utama untuk kebutuhan harian warga Salurano.

​Reynal mengkhawatirkan aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut akan memicu pencemaran lingkungan yang berujung pada krisis air bersih dan penurunan kualitas kesehatan warga.

Ia menambahkan bahwa jika sungai tersebut tercemar, maka hak konstitusional masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas kehidupan yang layak jelas akan terancam.

​Dalam kunjungannya ke Jakarta, perwakilan warga bersama LMND Sulawesi Barat berkesempatan menemui Wakil Menteri HAM, Mugianto. Pertemuan tersebut menghasilkan lampu hijau bagi perjuangan warga Salurano.

​Pihak Kementerian HAM sepakat bahwa pembangunan atau aktivasi proyek infrastruktur yang mengabaikan pelibatan masyarakat serta berpotensi merusak lingkungan hidup memiliki dimensi pelanggaran HAM yang serius.

Hal ini sejalan dengan Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

​Reynal mengungkapkan bahwa Wakil Menteri HAM memandang persoalan ini sebagai isu serius. Beliau mengarahkan agar laporan resmi segera dimasukkan sesuai mekanisme sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara prosedural oleh kementerian.

​Desak Pemkab Mamasa Hentikan Aktivasi
​Sementara itu, Ketua LMND Sulawesi Barat, Ramli, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan warga Salurano hingga mendapatkan kepastian hukum dan jaminan perlindungan hak-hak mereka.

​Pihak pelapor mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera menghentikan seluruh proses persiapan aktivasi TPA Salurano.

Mereka menuntut pemerintah daerah menyelesaikan seluruh kewajiban hukum terlebih dahulu, terutama menyusun AMDAL yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, […]

  • Jaga Estetika Kota, Wabup Mamuju Tengah Larang Pasang Baliho di Pohon

    Jaga Estetika Kota, Wabup Mamuju Tengah Larang Pasang Baliho di Pohon

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Askary, menginstruksikan seluruh warga maupun pihak swasta untuk tidak memasang baliho, spanduk, atau media promosi lainnya dengan cara memaku di pohon maupun di fasilitas umum, khususnya di kawasan perkotaan. ​Langkah ini diambil karena praktik pemasangan alat peraga yang sembarangan dinilai merusak estetika kota dan menghambat pertumbuhan tanaman […]

  • Penghormatan dari Sahabat Seangkatan, Salim S Mengga Dimakankan di Kalibata

    Penghormatan dari Sahabat Seangkatan, Salim S Mengga Dimakankan di Kalibata

    • 0Komentar

    Penghormatan Terakhir dari Sahabat seangkatan, Presiden Minta Wagub Sulbar Dimakamkan di Kalibata.  SULAWESI BARAT – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) H. Salim S. Mengga, menghembuskan napas terakhir pada usia 74 tahun di RS Siloam, Makassar, Sabtu (31/1/2026) lalu. Kepergian Salim bukan sekadar hilangnya seorang pejabat publik, melainkan berpulangnya seorang prajurit tangguh yang dikenal […]

  • Refleksi Hari Lahir Pancasila, Bupati Mamasa Serukan ASN Komitmen Pulihkan Daerah

    Refleksi Hari Lahir Pancasila, Bupati Mamasa Serukan ASN Komitmen Pulihkan Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kondosapata’, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Selasa (2/6/2026) pagi.  Momen krusial ini dimanfaatkan Bupati Mamasa untuk menyerukan komitmen bersama dalam memulihkan dan memajukan daerah. Upacara dimulai tepat pukul 08.16 WITA saat Komandan Upacara, Letda Inf. Safar Mahaluddin, menyiapkan barisan.  Bertindak […]

  • Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ironi terjadi di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur yang telah puluhan tahun jadi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus, mendadak disegel oleh ahli waris lahan, Sabtu (2/5/2026). Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti […]

  • Kantor Kosong Melompong Saat Jam Kerja, Wabup Mamasa Berang Sidak di Dinas PUPR

    Kantor Kosong Melompong Saat Jam Kerja, Wabup Mamasa Berang Sidak di Dinas PUPR

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa kembali menjadi sorotan tajam. Hal ini menyusul temuan mengejutkan saat Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Jumat 30 Januari 2026. Dalam video yang beredar luas, tampak orang nomor dua di […]

expand_less