Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk mengaktifkan kembali Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Salurano menuai penolakan keras dari warga setempat.

Perwakilan masyarakat Salurano dan Mala’bo, Reynal Mesakaraeng, didampingi Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Barat, Ramli, mendatangi Jakarta untuk melaporkan persoalan ini langsung kepada Kementerian Hak Asasi Manusia dan Kementerian Lingkungan Hidup.

​Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia dalam proses rencana aktivasi TPA yang terletak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tersebut.

​Menurut Reynal Mesakaraeng, sejak awal pembangunan TPA Salurano sudah mendapat penolakan dari masyarakat. Terlebih, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut diduga kuat tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.

​Reynal menegaskan bahwa AMDAL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan dilaksanakan.

Faktanya, hingga hari ini warga Salurano tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunannya, bahkan tidak tahu apakah dokumen itu ada atau tidak.

​Ia menilai bahwa nihilnya pelibatan masyarakat ini merupakan bentuk pengabaian nyata terhadap prinsip partisipasi publik dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

​Ancam Kesehatan dan Sumber Air Bersih
​Selain persoalan administrasi dan legalitas, tata letak fisik TPA Salurano juga dinilai mengabaikan aspek kehati-hatian. Lokasi TPA dilaporkan berada sangat dekat dengan ruang hidup masyarakat.

​Berdasarkan data lapangan, jarak lokasi pembangunan hanya berkisar sekitar 300 meter dari permukiman warga. Sementara itu, jarak TPA ke sungai terdekat hanya berkisar 100 meter, padahal aliran air tersebut merupakan sumber air utama untuk kebutuhan harian warga Salurano.

​Reynal mengkhawatirkan aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut akan memicu pencemaran lingkungan yang berujung pada krisis air bersih dan penurunan kualitas kesehatan warga.

Ia menambahkan bahwa jika sungai tersebut tercemar, maka hak konstitusional masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas kehidupan yang layak jelas akan terancam.

​Dalam kunjungannya ke Jakarta, perwakilan warga bersama LMND Sulawesi Barat berkesempatan menemui Wakil Menteri HAM, Mugianto. Pertemuan tersebut menghasilkan lampu hijau bagi perjuangan warga Salurano.

​Pihak Kementerian HAM sepakat bahwa pembangunan atau aktivasi proyek infrastruktur yang mengabaikan pelibatan masyarakat serta berpotensi merusak lingkungan hidup memiliki dimensi pelanggaran HAM yang serius.

Hal ini sejalan dengan Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

​Reynal mengungkapkan bahwa Wakil Menteri HAM memandang persoalan ini sebagai isu serius. Beliau mengarahkan agar laporan resmi segera dimasukkan sesuai mekanisme sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara prosedural oleh kementerian.

​Desak Pemkab Mamasa Hentikan Aktivasi
​Sementara itu, Ketua LMND Sulawesi Barat, Ramli, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan warga Salurano hingga mendapatkan kepastian hukum dan jaminan perlindungan hak-hak mereka.

​Pihak pelapor mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera menghentikan seluruh proses persiapan aktivasi TPA Salurano.

Mereka menuntut pemerintah daerah menyelesaikan seluruh kewajiban hukum terlebih dahulu, terutama menyusun AMDAL yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Burhanuddin Muhtadi Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,9 Persen, Berikut Alasannya

    Burhanuddin Muhtadi Sebut Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,9 Persen, Berikut Alasannya

    • 0Komentar

    JAKARTA, sulbarupdate.id – Hasil survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. “Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers […]

  • Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    Sekda Sulbar: OPD Hasil Gabungan Jangan Berjalan Sendiri-sendiri dan Buanglah Ego

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana turun langsung mengecek kesiapan sejumlah organisasi perangkat daerah hasil restrukturisasi, Senin, 5 Januari 2026. Didampingi Asisten I Muh Jaun dan Asisten III Amujib. Pengecekan dilakukan untuk memastikan proses penggabungan OPD berjalan sesuai rencana dan bisa langsung beroperasi di awal tahun ini seperti yang diharapkan oleh Gubernur Sulbar, […]

  • Bukan Sekadar Kebaya, Sekda Mateng Ajak Perempuan Hidupkan Ruh Perjuangan Kartini

    Bukan Sekadar Kebaya, Sekda Mateng Ajak Perempuan Hidupkan Ruh Perjuangan Kartini

    • 1Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Peringatan Hari Kartini 21 April diharapkan tidak terjebak dalam seremoni simbolik belaka. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, menekankan bahwa esensi sejati dari hari besar ini adalah menghidupkan kembali api perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam realitas kehidupan modern. ​Menurut Litha, identitas budaya seperti mengenakan kebaya memang penting sebagai penghormatan akar […]

  • SPPI Sulbar dan Mitra Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aralle Mamasa

    SPPI Sulbar dan Mitra Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aralle Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) se-Sulawesi Barat bersama Mitra SPPG Kabupaten Mamasa menyalurkan bantuan logistik untuk warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, pada Sabtu (16/5/2026). ​Bantuan yang diserahkan meliputi bahan bangunan berupa semen, peralatan rumah tangga, serta paket sembako. Bantuan ini menyasar belasan Kepala […]

  • Proses Administrasi Sulit, Program Pupuk Gratis Pemda Mamasa Tuai Kecaman!

    Proses Administrasi Sulit, Program Pupuk Gratis Pemda Mamasa Tuai Kecaman!

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id- Pelaksana Tugas Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Mamasa, Johar Bonga Karaeng, memberikan catatan hitam atas kesemrawutan pengurusan program pupuk gratis oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa tahun 2025. Menurutnya bahwa puluhan Kelompok Tani dan masyarakat telah melengkapi seluruh administrasi sejak lama, namun hingga kini pupuk yang dijanjikan tak kunjung diterima. Johar menyampaikan […]

  • Siswi SDN 001 Messawa Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Saat Ikut Pramuka

    Siswi SDN 001 Messawa Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Saat Ikut Pramuka

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kabar duka menyelimuti kegiatan Pramuka di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang siswi SDN 001 Messawa, Arsyifa Swaqia (10), meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Messawa, Jumat (14/8/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun Sulbarupdate.id, peristiwa tersebut terjadi saat Arsyifa bersama salah seorang temannya hendak mandi di sungai. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban […]

expand_less