Rudi Alfonso Dukung Pembentukan DOB PUS, Siap Kawal hingga Jakarta
- account_circle Hamsah
- calendar_month Sen, 7 Sep 2026
- visibility 484
- comment 0 komentar

MAMBI, Sulbarupdate.id — Salah satu tokoh nasional asal Pitu Ulunna Salu (PUS), Rudi Alfonso, silaturrahmi dengan Komite Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten PUS. Pertemuan itu dilaksanakan di Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (6/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di tanah kelahiran Rudi Alfonso itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan masa depan wilayah Pitu Ulunna Salu, khususnya terkait perjuangan pembentukan kabupaten baru.
Dalam pertemuan itu, Rudi Alfonso turut menceritakan perjalanan hidup dan proses panjang yang mengantarkannya hingga dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal.
Di tengah cerita mengenai perjalanan kariernya di tingkat nasional dan internasional, pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu menjadi salah satu pembahasan utama.
Rudi Alfonso menyatakan dukungannya terhadap perjuangan pembentukan daerah otonomi baru itu. Menurutnya, pemekaran wilayah dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama apabila diikuti dengan perencanaan pembangunan dan pengelolaan potensi daerah yang matang.
Ia menilai, masyarakat PUS membutuhkan ruang pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
“Dukungan saya bukan hanya secara moral, tetapi juga moril. Saya beranggapan bahwa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya masyarakat Pitu Ulunna Salu, memang harus menjadi satu otonomi baru,” ujar Rudi.
Dukungan Rudi Alfonso tidak berhenti pada pernyataan. Ia secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk membantu Komite Percepatan Pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu ketika proses pengajuan telah sampai di tingkat pemerintah pusat di Jakarta.
Menurut Rudi, sebagai putra daerah, dirinya memiliki tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian dalam perjuangan tersebut sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.
“Saya siap bantu komite ketika pengajuannya sudah sampai di Jakarta. Itu sudah tugas saya sebagai putra daerah,” katanya.
Rudi juga menyampaikan kesediaannya membantu apabila dalam proses perjuangan terdapat kebutuhan pembiayaan yang harus dipenuhi. “Ketika ada hal yang perlu dibiayai, silakan kontak saya. Oleh karena itu, lengkapi semua persyaratan administrasinya,” sambungnya.
Ia menekankan agar perjuangan pembentukan DOB dilakukan dengan menempatkan kelengkapan administrasi sebagai prioritas. Kata Rudi, seluruh persyaratan harus dipersiapkan secara serius agar usulan tersebut memiliki dasar yang kuat ketika dibawa ke pemerintah pusat.
Terkait persoalan jumlah penduduk dan cakupan wilayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembahasan pemekaran daerah, Rudi meminta agar hal tersebut dikaji secara objektif dan tidak menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan sejak awal.
Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan pengalamannya selama berada di Portugal. “Soal jumlah penduduk belakangan. Di Portugal lebih sedikit lagi jumlah penduduknya, tetapi tetap bisa satu ibu kota. Luas wilayahnya juga sebanding dengan jarak Tapalinna dan Keppek. Saya rasa bisa kita bicarakan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rudi ingin agar pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu tidak hanya dilihat dari persoalan administratif, tetapi juga dari aspek geografis, pelayanan pemerintahan, potensi ekonomi, serta kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Selain berbicara mengenai aspek pemerintahan, Rudi Alfonso juga mengingatkan Komite dan masyarakat Pitu Ulunna Salu agar tidak hanya fokus pada pembentukan daerah otonomi baru.
Menurutnya, perjuangan membentuk kabupaten baru harus dibarengi dengan kesiapan ekonomi. Daerah yang nantinya terbentuk harus memiliki sumber pendapatan dan sektor unggulan yang mampu menopang keberlangsungan pembangunan.
Ia mendorong masyarakat untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pariwisata dan pertanian.
Rudi mengatakan, Pitu Ulunna Salu memiliki sumber daya alam dan karakter wilayah yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara serius.
Pariwisata, kata dia, dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat, sementara sektor pertanian dapat menjadi fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kehidupan sebagian besar masyarakat.
“Karena itu masyarakat harus fokus juga pada pengembangan wisata dan pertanian. Sumber daya alam kita sangat mendukung. Itu yang nantinya menjadi penopang kabupaten baru,” ungkapnya.
Ia menilai, kemampuan daerah dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu aspek fundamental yang harus dipikirkan sejak awal.
Sebab lanjut Rudi, pembentukan kabupaten baru bukan semata-mata persoalan perubahan status administratif. Lebih dari itu kata Rudi Alfonso, DOB harus mampu membangun pemerintahan, memberikan pelayanan publik, menyediakan infrastruktur, sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dukungan Rudi Alfonso menjadi tambahan energi bagi Komite Percepatan Pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu yang selama ini mendorong agar wilayah itu mendapatkan status sebagai daerah otonomi baru.
Namun, dukungan tokoh daerah maupun nasional saja tidak cukup. Perjuangan tersebut tetap membutuhkan kesiapan dokumen, pemenuhan persyaratan, kajian akademik, data kependudukan, kemampuan fiskal, batas wilayah, hingga dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Karena itu, pesan Rudi agar seluruh persyaratan administrasi segera dilengkapi. Perjuangan menuju Jakarta harus dibangun dengan data dan dokumen yang kuat sehingga usulan DOB Pitu Ulunna Salu dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.
Di sisi lain, gagasan mengenai pengembangan pertanian dan pariwisata juga menunjukkan bahwa perjuangan pembentukan DOB idealnya berjalan beriringan dengan pembangunan basis ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, cita-cita membentuk Kabupaten Pitu Ulunna Salu tidak berhenti pada terbentuknya pemerintahan baru, tetapi berorientasi pada tujuan yang lebih besar yakni mendekatkan pelayanan publik, membuka akses pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan taraf hidup warga Pitu Ulunna Salu.
Pertemuan di Mambi itu pun menjadi salah satu momentum penting. Dari tanah kelahiran seorang putra daerah yang pernah mengemban tugas di panggung internasional, muncul kembali komitmen untuk ikut mendorong perjuangan pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu hingga ke tingkat pemerintah pusat.(*)
- Penulis: Hamsah
- Editor: Tim Redaksi
