Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

Merawat Pohon Peradaban, Revitalisasi Adat di Banua Layuk Mamasa

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • visibility 616
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah naungan atap Banua Layuk Buntukasisi, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa yang megah, sejarah seolah kembali memanggil para penjaganya.

Suasana di jantung Kabupaten Mamasa itu tidak sekadar riuh oleh kehadiran manusia, melainkan khidmat oleh semangat “Kombongan Ada’”—sebuah musyawarah besar yang bertujuan membasuh kembali akar kearifan lokal yang mulai tertutup debu modernitas.

Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Kearifan Lokal Kabupaten Mamasa” ini bukan sekadar seremoni formal. Ia adalah sebuah konsolidasi batin antara pemerintah dan para pemangku adat dari seantero komunitas di Mamasa untuk memastikan bahwa identitas budaya tidak hanya menjadi pajangan masa lalu, melainkan kompas bagi masa depan.

Kombongan Ada’ di Banua Layuk Buntu Kasisi, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Sabtu 20/12/2025. (Foto. Ancha).

Bupati Mamasa, Welem, dalam narasinya yang lugas namun bernas, menegaskan bahwa forum ini harus melahirkan “titik temu” yang strategis. Ia memandang adat sebagai entitas yang dinamis—harus kuat secara fundamental namun tetap adaptif terhadap dinamika zaman.

“Kombongan Ada’ ini harus melahirkan rumusan kolektif yang berlaku universal di Mamasa, tanpa menegasikan keunikan aturan lokal di masing-masing komunitas adat,” ujar Welem, Sabtu 21 Desember 2025.

Bagi Welem, revitalisasi ini adalah benteng terakhir dalam menjaga harmoni sosial. Di tengah gempuran globalisasi yang seringkali mengikis jati diri, sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dipandang sebagai kunci pembangunan yang berkeadilan dan bermartabat.

Kehadiran Dandim 1428/Mamasa serta perwakilan dari Polres Mamasa dalam forum tersebut memberikan dimensi baru bagi penguatan lembaga adat.

Kehadiran mereka menegaskan sebuah pesan penting bahwa hukum adat dan hukum negara bukanlah dua garis yang saling menjauh, melainkan dua pilar yang menyangga rumah besar bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketertiban dan keamanan daerah dinilai akan jauh lebih kokoh jika berpijak pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan leluhur secara turun-temurun.

Adat menjadi mitra strategis negara dalam meredam konflik dan mempererat ikatan persaudaraan antar warga.

Forum ini diharapkan mampu menjadi momentum pemersatu pandangan. Di saat persoalan sosial dan hukum adat semakin kompleks, Kombongan Ada’ menawarkan jalan keluar melalui musyawarah untuk mufakat.

Kesepakatan yang dirumuskan di Buntukasisi ini nantinya akan menjadi rujukan moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat di seluruh pelosok Mamasa.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa secara tegas menyatakan bahwa kemajuan pembangunan tidak boleh menumbalkan akar budaya.

Di Mamasa, masa depan dibangun bukan dengan meninggalkan masa lalu, melainkan dengan merawatnya sebagai fondasi peradaban yang berkelanjutan.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyaris Rudapaksa Anak Tirinya, Pria di Mamuju Ditangkap Polisi

    Nyaris Rudapaksa Anak Tirinya, Pria di Mamuju Ditangkap Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Personel Polsek Sampaga menangkap seorang pria berinisial AR (43) atas dugaan percobaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak tirinya di wilayah Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (23/7/2026). Kapolsek Sampaga, Ipda Hariadi, menyebut pihak kepolisian bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP) begitu menerima laporan dari masyarakat. “Personel piket Polsek Sampaga […]

  • Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Pegawai Bank Ditemukan Meninggal dalam Kamar Pondok 3R Majene, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE-Sulbarupdate.id – Warga Kabupaten Majene digegerkan dengan penemuan seorang wanita berusia 44 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Kabupaten Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026). Penemuan mayat tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar dan […]

  • Harga TBS Sawit Sulbar Desember 2025 Capai Rp 3 Ribu Per Kg

    Harga TBS Sawit Sulbar Desember 2025 Capai Rp 3 Ribu Per Kg

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah merampungkan penetapan Indeks “K” dan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang dihasilkan oleh para pekebun untuk periode Desember 2025. Proses penetapan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Resmi Tim Penetapan Harga TBS Produksi Pekebun Provinsi Sulawesi Barat yang diselenggarakan di Hotel Berkah, Jalan Soekarno Hatta, […]

  • Jejak Sunyi Sang Jenderal Humanis, Mengenang Salim S. Mengga

    Jejak Sunyi Sang Jenderal Humanis, Mengenang Salim S. Mengga

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sabtu pagi, 31 Januari 2026, Sulawesi Barat terbangun dalam selimut duka. Kabar itu merambat cepat dari mulut ke mulut, melintasi lembah-lembah di Mamasa hingga pesisir Polewali Mandar, sebab Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga, sang Wakil Gubernur yang dikenal bersahaja, telah berpulang ke hadirat Sang Pencipta. Bagi banyak orang, almarhum bukan […]

  • Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang perhelatan akbar Hari Raya Natal tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, Kabupaten Mamasa menyaksikan sebuah fenomena pasar yang cukup mencolok yakni meroketnya harga komoditas ayam potong. Eskalasi harga ini secara fundamental dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen yang sangat tinggi, sebuah karakteristik lazim pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data […]

  • Elegi di Lereng Bulusaraung Sulsel, Asa di Balik Puing ATR 42-500

    Elegi di Lereng Bulusaraung Sulsel, Asa di Balik Puing ATR 42-500

    • 0Komentar

    PANGKEP, Sulbarupdate.id — Kabut tipis yang menyelimuti Puncak Gunung Bulusaraung pada Minggu pagi (18/1/2026) perlahan tersingkap, menyisakan sebuah pemandangan pilu yang mengakhiri ketidakpastian panjang. Di antara vegetasi hutan yang rapat dan tebing terjal perbatasan Pangkep-Maros, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jejak-jejak sunyi dari burung besi ATR 42-500 yang sempat hilang dari radar. Sekitar pukul 08.02 […]

expand_less