Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

  • account_circle Ruli Syamsil
  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ratusan petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi damai di depan Mapolres Mamuju Tengah, Rabu (1/4/2026).

Massa menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam mengusut kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit di wilayah Tobadak yang dinilai jalan di tempat.

​Aksi ini dipicu oleh kekecewaan petani atas laporan kasus pencurian di Blok H64 kawasan perkebunan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM) yang telah bergulir sejak 11 Februari 2026, namun hingga kini belum membuahkan penetapan tersangka.

​Koordinator lapangan, Suryadi, menyayangkan lambatnya respons aparat penegak hukum. Ia menyebutkan bahwa sudah 50 hari berlalu sejak laporan resmi dibuat, namun pelaku penjarahan belum juga diamankan.

​”Kami datang untuk meminta kejelasan. Sudah lama laporan masuk, tapi sampai sekarang belum ada tersangka. Penanganan ini terkesan sangat lamban,” tegas salah satu orator di atas mobil komando.

​Meski sempat memanas dalam orasi, aksi tetap berjalan kondusif. Perwakilan massa akhirnya diterima langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah untuk melakukan audiensi di ruang lobi Mapolres.

​Penjelasan Kapolres: Kendala Status Lahan
​Menanggapi tuntutan massa, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky K. Abadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama dalam kasus ini adalah verifikasi legalitas lahan yang menjadi lokasi pencurian.

​”Kasus ini dilaporkan oleh perwakilan PT WKSM, Ronal Regen. Kami harus memastikan status kepemilikan lahan tersebut terlebih dahulu melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mateng,” ujar Hengky.

​Hengky menambahkan, setelah mendapatkan kepastian bahwa lahan tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan pada akhir Maret lalu, pihaknya langsung mengambil langkah cepat.

​Kabar baik bagi para petani, kasus ini secara resmi telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan per tanggal 31 Maret 2026.

​”Perkembangannya sudah kami sampaikan kepada pelapor. Saat ini penyidik fokus memperkuat alat bukti agar proses hukum berjalan sesuai prosedur,” pungkas Hengky.

​Usai mendapatkan penjelasan tersebut, massa membubarkan diri dengan tertib. Suryadi menyatakan pihaknya mengapresiasi keterbukaan Kapolres dan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku benar-benar ditangkap.(*)

  • Penulis: Ruli Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar Esok Hari, BMKG:”Waspada Angin Kencang di Pesisir”

    Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar Esok Hari, BMKG:”Waspada Angin Kencang di Pesisir”

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tampa Padang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) untuk Sabtu, 28 Februari 2026 esok. Dalam keterangan resmi BMKG Tampa Padang, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Barat. Hal ini disampaikan melalui rilis resmi BMKG Stasiun […]

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    • 2Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir. ​Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, […]

  • Kapolda Sulbar Tinjau Mamasa, Perkuat Keamanan dan Infrastruktur

    Kapolda Sulbar Tinjau Mamasa, Perkuat Keamanan dan Infrastruktur

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menerima kunjungan kerja resmi Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, di Rumah Jabatan Bupati pada Jumat malam (23/01/2026). Kunjungan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan institusi kepolisian guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah berjuluk “Bumi Kondosapata” tersebut. Dalam rombongan tersebut, Kapolda […]

  • Khamenei Tuding AS dan Zionis di Balik Kerusuhan Iran

    Khamenei Tuding AS dan Zionis di Balik Kerusuhan Iran

    • 0Komentar

    TEHERAN, Sulbarupdate.id – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Imam Ali Khamenei, melontarkan pernyataan keras terkait situasi keamanan dalam negeri. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis merupakan dalang di balik rangkaian “fitnah” dan kerusuhan terbaru yang melanda Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di hadapan ribuan warga dalam peringatan Idul Mab’ats […]

  • Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang perhelatan akbar Hari Raya Natal tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, Kabupaten Mamasa menyaksikan sebuah fenomena pasar yang cukup mencolok yakni meroketnya harga komoditas ayam potong. Eskalasi harga ini secara fundamental dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen yang sangat tinggi, sebuah karakteristik lazim pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data […]

expand_less