Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan di Mamasa Alami Kenaikan
- account_circle Whelson
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- visibility 364
- comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai goyah. Sejumlah komoditas pangan dilaporkan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada Senin (16/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging ayam, telur, dan cabai.
Harga daging ayam yang sebelumnya dibanderol Rp.55 ribu per ekor, kini melonjak menjadi Rp.65 per ekor.
Tren kenaikan juga diikuti oleh telur ayam yang kini menyentuh harga Rp.57 ribu per rak atau karpet, naik dari harga semula yang berada di angka Rp.55 ribu.
Sektor bumbu dapur pun tak luput dari tren kenaikan. Cabai merah besar yang semula berada di kisaran Rp18 ribu per kg, kini naik menjadi Rp23 ribu per kg.
Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit atau cabai kecil yang melompat dari harga Rp35 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg.
Sementara itu, harga bawang merah terpantau masih stabil di angka Rp35 ribu per kg. Namun, para pedagang memprediksi harga ini kemungkinan besar akan mengalami perubahan dalam beberapa hari ke depan.
Nisa, salah satu pedagang di pasar tersebut, menjelaskan bahwa harga jual sangat bergantung pada pasokan dari tingkat produsen.
”Untuk saat ini bawang merah masih berada pada harga yang sama dengan kemarin, tapi kita tidak tahu apakah menjelang hari puasa akan ada perubahan harga atau tidak. Semua tergantung dari harga bawang dari petani. Kalau naik, tentu kita juga akan menaikkan harga,” ujar Nisa.
Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa serta dinamika distribusi barang dari tingkat petani ke pasar.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
