Hari Sumpah Pemuda, Aliansi BEM Sulbar Desak Evaluasi Kebijakan Nasional dan Daerah
- account_circle Akbar
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026
- visibility 171
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Hari sumpah pemuda ke-98 tahun 2026 diwarnai aksi unjuk rasa (UNRAS) oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sulawesi Barat (Sulbar).
Aksi ini digelar di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju, Rabu (28/10/2026).
Dalam aksinya BEM Sulbar mendesak evaluasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan perluasan militerisme ke ranah sipil, transparansi Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, hingga pengendalian harga kebutuhan pokok.
Aliansi BEM Sulbar juga menuntut perlindungan perempuan dan korban kekerasan seksual, penyediaan lapangan kerja yang layak, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Di tingkat daerah, mahasiswa menyoroti rencana atau aktivitas pertambangan logam tanah jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju.
Mereka menegaskan, aktivitas pertambangan harus memenuhi ketentuan hukum dan lingkungan, disertai keterbukaan informasi serta pelibatan masyarakat terdampak.
Selain itu, mahasiswa mendesak transparansi dalam pembahasan tata ruang wilayah (RTRW), menolak penyalahgunaan beras subsidi, serta meminta pengawasan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang adil bagi petani.
Aliansi BEM Sulbar menilai, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengawal kebijakan publik dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas pemerintah.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Aliansi BEM Sulbar dan pihak DPRD Provinsi Sulawesi Barat masih melakukan audiensi di ruang paripurna DPRD Sulbar.
Belum ada keterangan mengenai hasil audiensi tersebut.(***)
- Penulis: Akbar
- Editor: Ancha
