Wapres Gibran Dorong Penguatan RSUD Kondosapata agar Warga Tak Berobat Jauh
- account_circle Ancha
- calendar_month Sen, 2 Nov 2026
- visibility 159
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelayanan RSUD Kondosapata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Hal itu disampaikan Gibran saat meninjau RSUD Kondosapata di Dusun Katoing, Desa Penanian, Kecamatan Balla, Senin (2/11/2026).

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat tinjau ruang Obgyn RSUD Kondosapata Kabupaten Mamasa, Senin (2/11/2026). Foto/Ancha.
Gibran meninjau sejumlah poliklinik, ruang persalinan, serta pembangunan gedung baru rumah sakit. Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur harus diikuti kesiapan tenaga medis, peralatan kesehatan, dan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk kebutuhan yang seharusnya dapat ditangani di daerah tersebut,” ujarnya.
Menurut Gibran, pembangunan rumah sakit tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian gedung. Ketersediaan dokter dan peralatan medis juga menjadi faktor penting agar fasilitas kesehatan dapat beroperasi secara optimal.
“Jangan sampai gedungnya sudah selesai, tetapi fasilitas dan tenaga medisnya belum siap,” tegasnya.
Ia juga meminta agar proses pembangunan tidak mengganggu pelayanan yang sedang berjalan, terutama menyangkut keselamatan dan kenyamanan pasien.
“Selama pembangunan, bagaimana pelayanan pasien? Tolong pastikan tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan pasien,” pesannya.
Kebutuhan Dokter Spesialis Masih Menjadi Perhatian
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Kondosapata, Naomi Bungan, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut telah memiliki sejumlah dokter spesialis, di antaranya spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), kedokteran gigi, serta anestesi.
Namun, pemenuhan tenaga medis masih menjadi tantangan. Khusus dokter obgyn, rumah sakit baru memiliki satu orang, sementara kebutuhan yang disampaikan mencapai dua orang.
Naomi mengatakan, pihak rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk memenuhi kebutuhan dokter lainnya.
Dalam peninjauan itu, Gibran turut menanyakan jumlah dokter spesialis yang tersedia serta perkembangan kerja sama dengan perguruan tinggi.
Kapasitas Ruang Persalinan Terbatas
Selain kebutuhan tenaga medis, keterbatasan ruang persalinan menjadi persoalan yang turut disoroti. RSUD Kondosapata saat ini hanya memiliki dua ruang persalinan.
Apabila jumlah pasien melampaui kapasitas, sebagian pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar Kabupaten Mamasa.
Kondisi tersebut dapat menambah beban pasien dan keluarga, terutama biaya transportasi serta akomodasi selama menjalani perawatan atau mendampingi pasien. Meski biaya pelayanan dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai ketentuan, kebutuhan perjalanan dan pendampingan tetap berpotensi menjadi beban tersendiri.
Karena itu, penguatan kapasitas RSUD Kondosapata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pemenuhan dokter spesialis, kelengkapan alat kesehatan, serta ketersediaan ruang pelayanan yang memadai.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
