Polda Sulbar dan Inspektorat Tinjau Puskesmas Karampuang, Tindak Lanjut Aduan Dugaan Korupsi Rp2,1 Miliar
- account_circle Akbar
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Barat bersama auditor Inspektorat Kabupaten Mamuju melakukan peninjauan lapangan di Puskesmas Karampuang, Kabupaten Mamuju, Selasa (13/10/2026).
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan pengaduan masyarakat yang diajukan Gerakan Intelektual Aktivis Muda Sulawesi Barat atau Gerakan Vendetta terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan dan indikasi penyimpangan pada proyek pembangunan puskesmas senilai Rp2,1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025.
Ketua Gerakan Vendetta, Amrozi, mengatakan pihaknya turut mendampingi tim gabungan untuk menunjukkan sejumlah bagian bangunan dan fasilitas yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut.
Menurut Amrozi, persoalan yang menjadi perhatian meliputi kondisi fisik bangunan, instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta ketersediaan air bersih yang dinilai belum memadai untuk mendukung pelayanan kesehatan.
“Kami mendampingi langsung penyidik Tipidkor Polda Sulbar dan auditor Inspektorat Mamuju untuk menunjukkan sejumlah bagian yang menjadi dasar laporan kami,” ujar Amrozi seusai peninjauan.
Ia juga meminta auditor memeriksa proses serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada proyek yang dikerjakan CV Delapan-delapan Group.
Gerakan Vendetta menduga proses serah terima tersebut dilakukan sebelum seluruh fasilitas pendukung berfungsi secara optimal. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian berdasarkan dokumen kontrak serta hasil pemeriksaan teknis.
Dalam peninjauan itu, tim gabungan disebut mengumpulkan data awal, dokumentasi kondisi fisik bangunan, serta melakukan pengukuran untuk dicocokkan dengan dokumen pekerjaan.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi bagian dari bahan evaluasi teknis dan administrasi. Adapun kepastian mengenai ada atau tidaknya penyimpangan serta potensi kerugian keuangan daerah masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Gerakan Vendetta menyatakan akan mengawal proses penanganan laporan tersebut dan meminta agar pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari Polda Sulbar maupun Inspektorat Kabupaten Mamuju mengenai hasil peninjauan lapangan.(***)
- Penulis: Akbar
- Editor: Ancha
