Arwin Rahman Apresiasi Respon Kodim Mamasa Atas Jembatan Gantung di SDN Botteng
- account_circle Ancha
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- visibility 279
- comment 0 komentar

Wakil Ketua II DPRD Mamasa Arwin Rahman. Dok. Sulbarupdate
MAMASA, Sulbarupdate.id – Di balik riak sungai pembela siswa di SDN 006 Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, tersimpan sebuah narasi tentang keteguhan hati para pencari ilmu.
Belum lekang dari ingatan, potret siswa dan guru SDN 006 Botteng yang harus bertaruh nyawa, menantang derasnya arus sungai demi mencapai gerbang sekolah.
Kondisi ini terpaksa dilakukan, lantaran jembatan gantung menuju sekolah lapuk dan rusak total. Terpisah hanya dua tali penyangga. Itupun sudah karatan pula.
Namun kini, kecemasan itu telah bertransformasi menjadi garis senyum yang membentang kokoh.
Keberhasilan restorasi jembatan gantung tersebut menuai apresiasi mendalam dari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman.
Ia menilai, langkah taktis yang diambil oleh Kodim 1428/Mamasa bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan sebuah manifesto nyata dari kehadiran negara di tengah urgensi publik.
Arwin Rahman menegaskan bahwa kecepatan respons Dandim 1428/Mamasa beserta jajarannya merupakan bukti otentik dari sinergi yang harmonis antara aparat keamanan dan kebutuhan krusial masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh jajaran Kodim 1428/Mamasa adalah bukti nyata sebuah dedikasi yang melampaui tugas pokok. Ini adalah respons progresif terhadap jeritan nurani pendidikan kita,” ujar Arwin Rahman saat dihubungi pada Jumat, 19 Desember 2025.
Bagi politisi ini, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung dua daratan, melainkan urat nadi bagi masa depan generasi muda di pelosok Mamasa.
Ia menitikberatkan bahwa sektor pendidikan tidak boleh terhambat oleh kendala geografis yang mengancam keselamatan.
Dulunya kondisi memprihatinkan dengan hanya menyisakan tali penyangga yang memicu kekhawatiran publik secara masif, kini sebuah jembatan gantung yang representatif telah terbentang rapi, menjadi “Titian Asa” yang memastikan langkah para siswa menuju sekolah tak lagi dihantui rasa takut.
Kini, jembatan menuju sekolah SDN Botteng berdiri sebagai monumen kepedulian.
Kehadiran TNI dalam menginisiasi pengerjaan baru jembatan ini membuktikan bahwa ketika solidaritas bertemu dengan ketegasan manajerial, kendala seberat apa pun dapat teratasi dengan tempo yang singkat.
Keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan dapat memantik semangat baru bagi tenaga pendidik dan siswa di SDN 006 Botteng untuk terus berkarya, tanpa perlu lagi menantang maut di atas derasnya arus sungai.(*)
- Penulis: Ancha
