Kunjungi Tiongkok, Sukriadi Amil Dorong Penguatan Industri Nasional
- account_circle Ancha
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar

BEIJING, Sulbarupdate.id — Delegasi Partai Gerindra dan Gerindra Muda melakukan kunjungan strategis ke berbagai pusat industri di Tiongkok pada 7–14 April 2026.
Agenda ini bertujuan memperkuat wawasan global sekaligus memetakan kekuatan ekonomi negara maju untuk diadaptasi di Indonesia.
Dalam delegasi tersebut, hadir sejumlah tokoh nasional seperti Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Rocky Candra, hingga Billy Mambrasar.
Mereka meninjau langsung perusahaan-perusahaan besar yang menjadi tulang punggung ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
Sukriadi Amil, kader muda asal Mamuju yang turut serta dalam rombongan, mengungkapkan kekagumannya terhadap integrasi sistem industri dan pertanian di Tiongkok. Menurutnya, keberhasilan Tiongkok terletak pada kemandirian ekonomi yang matang.
”Negeri Cina memang mantap; industrinya maju, pertaniannya modern, dan swasembadanya berjalan efektif. Mereka memiliki sistem yang sangat siap menghadapi dinamika global,” ujar Sukriadi via WhatsApp, Senin (13/4).
Sekretaris Partai Gerindra wilayah Sulawesi ini menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak tersebut. Ia menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan dan dukungan teknologi sebagai fondasi kemandirian nasional.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia mampu membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai persatuan nasional.
”Harapan kami, Indonesia bisa mencontoh hal-hal baik dari sini. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, kita bisa menjadi negara kuat secara ekonomi. Namun, kuncinya tetap pada persatuan seluruh rakyat agar pembangunan berjalan optimal,” tambahnya.
Keikutsertaan Sukriadi, yang juga menjabat sebagai anggota Komite Pusat sayap Muslim Gerindra, menjadi bukti nyata peran strategis kader daerah di level internasional.
Kunjungan ini diharapkan membawa perspektif baru dalam perumusan kebijakan industri dan pertanian di tingkat regional maupun nasional.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
