Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

  • account_circle SARMAN SAHUDING
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 209
  • comment 0 komentar

Aceh, Sulbarupdate.id – Nama Muzakir Manaf sudah lama melekat kuat dalam ingatan kolektif rakyat Aceh. Nyaris, tidak ada warga di Tanah Rencong ini yang tak mengenal sosok pria berwajah tampan, tegas dan berkarisma itu.

Apalagi sekarang ini, di saat-saat Aceh sedang pemulihan pascabanjir. Hampir tidak ada media massa dan media sosial yang tidak mengekspos Mualem, sang Gubernur Aceh. Bahkan, di tahun ini, ia termasuk sosok yang viral. Layak dinobatkan “Tokoh of the Year.”

*Siapa Muzakir Manaf?*

Muzakir Manaf, adalah putra dari pasangan Manaf (ayah) dan Zubaidah (ibu) dan tiga bersaudara itu, dilahirkan pada 3 April 1964 di Seuneudon, Aceh Utara.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa.

Ia bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tetapi juga menjadi figur sentral dalam transformasi politik Aceh pasca konflik.

Setelah menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Kuta Blang, Bireuen, Muzakir Manaf tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia pernah masuk TNI, tapi tidak lulus saat seleksi. Karena tidak lulus di TNI, pada usia muda, ia justru memilih jalan perjuangan: bergabung dengan barisan militer GAM yang saat itu mengangkat senjata melawan Pemerintah Republik Indonesia demi memperjuangkan kemerdekaan Aceh.

Tahun 1986 menjadi titik awal dari episode penting dalam hidupnya. Bersama puluhan pemuda Aceh lainnya, ia berangkat ke Camp Tajura, Libya, yakni markas pelatihan militer GAM di bawah perlindungan Muammar Khadafi.

Di sanalah ia digembleng selama berbulan-bulan, menguasai taktik gerilya, strategi tempur, dan ideologi perjuangan.

Muzakir Manaf juga pernah “belajar” tentang kehidupan dengan gurunya Hasan Tiro.

Sepulang dari Libya, ia terus meniti jenjang dalam struktur militer GAM. Puncaknya, pada tahun 2002, setelah wafatnya Panglima GAM, Tgk. Abdullah Syafi’i, dalam sebuah kontak senjata dengan TNI di Pidie, Muzakir Manaf diangkat menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka.

Di bawah kepemimpinan, suami dari Nyonya Marlina Usman dan dikarunia lima putra-putri ini, GAM tetap solid hingga tercapainya kesepakatan damai dengan Pemerintah Indonesia dalam Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Perjanjian damai itu menjadi titik balik bagi Aceh dan juga bagi Muzakir Manaf. Dari seorang panglima gerilyawan, ia bertransformasi menjadi tokoh sipil.

Sebagai orang sipil, Ia memelopori pembentukan Partai Aceh (PA), partai lokal yang menjadi wadah politik bagi para eks kombatan dan simpatisan GAM.

Muzakir menjabat sebagai Ketua Umum PA dan berhasil mengonsolidasikan kekuatan politik di seluruh Aceh.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2012, Muzakir Manaf mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh mendampingi dr. Zaini Abdullah. Pasangan ini terpilih dan menjabat dari 2012 hingga 2017.

Dalam masa kepemimpinan, mereka fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Meskipun sempat mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Mualem tidak meninggalkan panggung politik.

Ia tetap aktif membina kader dan simpatisan Partai Aceh serta memperkuat konsolidasi politiknya di tingkat lokal dan nasional.

Puncaknya, pada Pilkada Aceh 2024, Muzakir Manaf kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.

Dengan dukungan kuat dari basis akar rumput dan koalisi partai politik lokal dan nasional, ia berhasil memenangkan kontestasi dan resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2024–2029.

Kepemimpinan Mualem saat ini menjadi harapan baru bagi rakyat Aceh. Ia diharapkan mampu membawa Aceh keluar dari stagnasi pembangunan dan menjawab berbagai tantangan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, korupsi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Karakter kepemimpinannya yang tegas dan berakar kuat di tengah masyarakat Aceh menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola provinsi yang kaya sumber daya namun masih bergulat dengan tantangan pasca konflik ini.

Dengan latar belakang militer, pengalaman di medan perjuangan, dan jejak politik yang panjang, Muzakir Manaf kini memikul amanah besar: memimpin Aceh menuju kemajuan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan.

*Pahlawan di Hati*

Belum lama Muzakir Manaf menjadi Gubernur Aceh, di saat ekonomi, pendidikan, kehidupan sosial termasuk infrastruktur Aceh mulai ditata dengan mendatangkan berbagai investor dan lobi-lobi ke berbagai pihak, Muzakir Manaf harus kembali ‘turun gunung” menjadi panglima.

Namun kali ini, bukan panglima perang, melainkan “Panglima Banjir” yang bertugas ekstra untuk memulihkan dan membangun Aceh pasca dilanda banjir besar.

Ia turun ke daerah bahkan kampung-kampung pelosok yang dilanda banjir dan tanah longsor. Ia menyaksikan dan menjenguk rakyat dan infrastruktur yang tertimpa dan terdampak.

Setelah melihat fakta dan menyaksikan kenyataan getir wilayah yang terkena banjir, kepada semua orang ia mengajak bergerak untuk bisa berbuat memulihkan Aceh pascabanjir dan tak lupa memotivasi agar Aceh bangkit kembali.

Dalam masa pemulihan Aceh dari banjir, Mualem bagaikan jenderal yang tidak hanya memimpin di balik meja, di ruang ber-AC dan gedung megah yang hanya menerima laporan asal bapak senang (ABS).

Muzakir Manaf, dalam situasi Aceh porak-poranda yang disebut-sebutnya bencana terdahsyat setelah tsunami, Muzakir Manaf hadir dan memikul beban yang sama dengan rakyat. Ia menyatukan batin antara dirinya dengan rakyatnya.

Sebagai pemimpin Mualem sadar betul, rakyatnya Aceh sangat membutuhkan pemimpin yang hadir dalam suka dan duka,” atau “Ia tidak berdiri di atas derita rakyatnya, tapi berdiri dan bergerak bersama mereka”.

Kemudian ketika banjir dan masa pemulihan pascabanjir Mualem telah menunjukkan, true leadership sebagai mana yang dinukilkan oleh Thomas Phillip “Tip” O’Neill Jr, mantan “Speaker of the House” (Ketua Kongres) Amerika Serikat (1977-1987), dalam bukunya All Politics is Local:

“Jika Anda menjadi politisi dan hendak menjadi pemimpin hebat, maka lakukan sesuatu secara nyata. Perhatikanlah kebutuhan rakyat, beri solusi atas masalah yang dihadapi mereka.

Ketika ada sesuatu dengan rakyat, duduklah sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyat, berkomitmen mencari solusi dari kesulitan mereka dan mau membangun mereka.”

Itu semua sudah ditunjukan Mualem. Rakyat Aceh sangat rindu pemimpin seperti itu. Mualem Anda bisa. Insya Allah, sanggup membangun dan menyejahterakan negeri. Anda adalah pahlawan di hati kami. _Sumber: Internet_

  • Penulis: SARMAN SAHUDING
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID– Bupati Mamasa Welem Sambolangi menghadiri kegiatan penanaman padi serentak bersama petani di Desa Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan mendorong swasembada pangan. Dalam kegiatan itu, Bupati Welem turun langsung ke sawah bersama masyarakat […]

  • HUT ke-32 Klasis Malimbong, Bupati Mamasa Ajak Gereja Jadi Solusi Persoalan Masyarakat

    HUT ke-32 Klasis Malimbong, Bupati Mamasa Ajak Gereja Jadi Solusi Persoalan Masyarakat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Klasis Malimbong ke-32 yang dipusatkan di Desa Matande, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Jumat (20/2/2026). ​Acara yang berlangsung khidmat di Jemaat Matande ini dihadiri oleh perwakilan dari tujuh jemaat, yakni Jemaat Pasapa’, Paladan, Sipaing, Garonggong, Salutimbu, Dadeko, dan Salubungin. Selain ibadah syukur, prosesi […]

  • Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 59 Tahun 2025 tentang Panduan Perayaan Menyambut Tahun Baru 2026 di Provinsi Sulawesi Barat. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhidmatan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Surat edaran tersebut ditujukan kepada para bupati se-Sulawesi Barat, pimpinan instansi […]

  • Perkuat Layanan Air Bersih, Pemkab Mamasa Gandeng Perusahaan CleanTech Asal Belgia

    Perkuat Layanan Air Bersih, Pemkab Mamasa Gandeng Perusahaan CleanTech Asal Belgia

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa kembali menerima kunjungan tim ahli dari perusahaan teknologi air asal Belgia, BOSAQ, pada Kamis (9/4/2026). Kunjungan ini merupakan tahap ketiga dalam rangkaian kerja sama strategis untuk survei dan pengembangan infrastruktur air bersih di wilayah Kabupaten Mamasa. ​Bertempat di Rumah Jabatan Bupati, rombongan disambut langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. […]

  • Wagub Salim Ajak Seluruh Unsur Perkuat Sinergi Demi Ketertiban dan Keamanan Selama Nataru

    Wagub Salim Ajak Seluruh Unsur Perkuat Sinergi Demi Ketertiban dan Keamanan Selama Nataru

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Wakil Gubernur Sulbar Salim. S Mengga mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat dan Daerah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/12/2025). Rakor ini membahas strategi mitigasi serta penanganan terpadu menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini menekankan, dalam momentum Nataru […]

  • Bencana Longsor Landa Mamasa, 5 Desa Terisolir

    Bencana Longsor Landa Mamasa, 5 Desa Terisolir

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id — Lima desa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini berada dalam situasi terisolasi yang kian memprihatinkan. Selama dua pekan terakhir, akses vital menuju desa-desa tersebut terputus total sejak Jumat, 21 November 2025, menyusul bencana longsor hebat. Ironisnya, hingga saat ini belum ada intervensi signifikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa untuk menyingkirkan […]

expand_less