Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

  • account_circle SARMAN SAHUDING
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 378
  • comment 0 komentar

Aceh, Sulbarupdate.id – Nama Muzakir Manaf sudah lama melekat kuat dalam ingatan kolektif rakyat Aceh. Nyaris, tidak ada warga di Tanah Rencong ini yang tak mengenal sosok pria berwajah tampan, tegas dan berkarisma itu.

Apalagi sekarang ini, di saat-saat Aceh sedang pemulihan pascabanjir. Hampir tidak ada media massa dan media sosial yang tidak mengekspos Mualem, sang Gubernur Aceh. Bahkan, di tahun ini, ia termasuk sosok yang viral. Layak dinobatkan “Tokoh of the Year.”

*Siapa Muzakir Manaf?*

Muzakir Manaf, adalah putra dari pasangan Manaf (ayah) dan Zubaidah (ibu) dan tiga bersaudara itu, dilahirkan pada 3 April 1964 di Seuneudon, Aceh Utara.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa.

Ia bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tetapi juga menjadi figur sentral dalam transformasi politik Aceh pasca konflik.

Setelah menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Kuta Blang, Bireuen, Muzakir Manaf tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia pernah masuk TNI, tapi tidak lulus saat seleksi. Karena tidak lulus di TNI, pada usia muda, ia justru memilih jalan perjuangan: bergabung dengan barisan militer GAM yang saat itu mengangkat senjata melawan Pemerintah Republik Indonesia demi memperjuangkan kemerdekaan Aceh.

Tahun 1986 menjadi titik awal dari episode penting dalam hidupnya. Bersama puluhan pemuda Aceh lainnya, ia berangkat ke Camp Tajura, Libya, yakni markas pelatihan militer GAM di bawah perlindungan Muammar Khadafi.

Di sanalah ia digembleng selama berbulan-bulan, menguasai taktik gerilya, strategi tempur, dan ideologi perjuangan.

Muzakir Manaf juga pernah “belajar” tentang kehidupan dengan gurunya Hasan Tiro.

Sepulang dari Libya, ia terus meniti jenjang dalam struktur militer GAM. Puncaknya, pada tahun 2002, setelah wafatnya Panglima GAM, Tgk. Abdullah Syafi’i, dalam sebuah kontak senjata dengan TNI di Pidie, Muzakir Manaf diangkat menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka.

Di bawah kepemimpinan, suami dari Nyonya Marlina Usman dan dikarunia lima putra-putri ini, GAM tetap solid hingga tercapainya kesepakatan damai dengan Pemerintah Indonesia dalam Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Perjanjian damai itu menjadi titik balik bagi Aceh dan juga bagi Muzakir Manaf. Dari seorang panglima gerilyawan, ia bertransformasi menjadi tokoh sipil.

Sebagai orang sipil, Ia memelopori pembentukan Partai Aceh (PA), partai lokal yang menjadi wadah politik bagi para eks kombatan dan simpatisan GAM.

Muzakir menjabat sebagai Ketua Umum PA dan berhasil mengonsolidasikan kekuatan politik di seluruh Aceh.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2012, Muzakir Manaf mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh mendampingi dr. Zaini Abdullah. Pasangan ini terpilih dan menjabat dari 2012 hingga 2017.

Dalam masa kepemimpinan, mereka fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Meskipun sempat mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Mualem tidak meninggalkan panggung politik.

Ia tetap aktif membina kader dan simpatisan Partai Aceh serta memperkuat konsolidasi politiknya di tingkat lokal dan nasional.

Puncaknya, pada Pilkada Aceh 2024, Muzakir Manaf kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.

Dengan dukungan kuat dari basis akar rumput dan koalisi partai politik lokal dan nasional, ia berhasil memenangkan kontestasi dan resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2024–2029.

Kepemimpinan Mualem saat ini menjadi harapan baru bagi rakyat Aceh. Ia diharapkan mampu membawa Aceh keluar dari stagnasi pembangunan dan menjawab berbagai tantangan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, korupsi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Karakter kepemimpinannya yang tegas dan berakar kuat di tengah masyarakat Aceh menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola provinsi yang kaya sumber daya namun masih bergulat dengan tantangan pasca konflik ini.

Dengan latar belakang militer, pengalaman di medan perjuangan, dan jejak politik yang panjang, Muzakir Manaf kini memikul amanah besar: memimpin Aceh menuju kemajuan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan.

*Pahlawan di Hati*

Belum lama Muzakir Manaf menjadi Gubernur Aceh, di saat ekonomi, pendidikan, kehidupan sosial termasuk infrastruktur Aceh mulai ditata dengan mendatangkan berbagai investor dan lobi-lobi ke berbagai pihak, Muzakir Manaf harus kembali ‘turun gunung” menjadi panglima.

Namun kali ini, bukan panglima perang, melainkan “Panglima Banjir” yang bertugas ekstra untuk memulihkan dan membangun Aceh pasca dilanda banjir besar.

Ia turun ke daerah bahkan kampung-kampung pelosok yang dilanda banjir dan tanah longsor. Ia menyaksikan dan menjenguk rakyat dan infrastruktur yang tertimpa dan terdampak.

Setelah melihat fakta dan menyaksikan kenyataan getir wilayah yang terkena banjir, kepada semua orang ia mengajak bergerak untuk bisa berbuat memulihkan Aceh pascabanjir dan tak lupa memotivasi agar Aceh bangkit kembali.

Dalam masa pemulihan Aceh dari banjir, Mualem bagaikan jenderal yang tidak hanya memimpin di balik meja, di ruang ber-AC dan gedung megah yang hanya menerima laporan asal bapak senang (ABS).

Muzakir Manaf, dalam situasi Aceh porak-poranda yang disebut-sebutnya bencana terdahsyat setelah tsunami, Muzakir Manaf hadir dan memikul beban yang sama dengan rakyat. Ia menyatukan batin antara dirinya dengan rakyatnya.

Sebagai pemimpin Mualem sadar betul, rakyatnya Aceh sangat membutuhkan pemimpin yang hadir dalam suka dan duka,” atau “Ia tidak berdiri di atas derita rakyatnya, tapi berdiri dan bergerak bersama mereka”.

Kemudian ketika banjir dan masa pemulihan pascabanjir Mualem telah menunjukkan, true leadership sebagai mana yang dinukilkan oleh Thomas Phillip “Tip” O’Neill Jr, mantan “Speaker of the House” (Ketua Kongres) Amerika Serikat (1977-1987), dalam bukunya All Politics is Local:

“Jika Anda menjadi politisi dan hendak menjadi pemimpin hebat, maka lakukan sesuatu secara nyata. Perhatikanlah kebutuhan rakyat, beri solusi atas masalah yang dihadapi mereka.

Ketika ada sesuatu dengan rakyat, duduklah sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyat, berkomitmen mencari solusi dari kesulitan mereka dan mau membangun mereka.”

Itu semua sudah ditunjukan Mualem. Rakyat Aceh sangat rindu pemimpin seperti itu. Mualem Anda bisa. Insya Allah, sanggup membangun dan menyejahterakan negeri. Anda adalah pahlawan di hati kami. _Sumber: Internet_

  • Penulis: SARMAN SAHUDING
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara terkait namanya yang kerap dikaitkan dalam berbagai kasus hukum yang menjerat sejumlah menteri dan pejabat negara. Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah maupun arahan kepada bawahannya untuk melakukan tindakan korupsi. Menurut Presiden, penyebutan namanya dalam pusaran kasus hukum merupakan konsekuensi dari sistem […]

  • Massa Demonstran TPA Salurano Kecewa Tak Ditemui Bupati Mamasa, Ada Apa?

    Massa Demonstran TPA Salurano Kecewa Tak Ditemui Bupati Mamasa, Ada Apa?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Ratusan massa aksi dari Desa Malabo dan Desa Salurano yang menggelar aksi damai di Kantor Bupati Mamasa, kecewa lantaran tidak ditemui Bupati Mamasa, Rabu (22/7)2026). Massa yang datang untuk menolak aktivasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Salurano Kecamatan Tandukalua Kabupaten Mamasa, merasa diabaikan karena kepala daerah tidak menemui mereka untuk berdialog secara […]

  • Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

    Lamban Tangani Pencurian TBS Sawit, Ratusan Petani Geruduk Polres Mamuju Tengah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ratusan petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menggelar aksi damai di depan Mapolres Mamuju Tengah, Rabu (1/4/2026). Massa menuntut ketegasan pihak kepolisian dalam mengusut kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit di wilayah Tobadak yang dinilai jalan di tempat. ​Aksi ini dipicu oleh kekecewaan petani atas laporan […]

  • Wabub Mateng Sebut, Peran Orang Tua Jadi Fondasi Utama Pendidikan dan Moral Anak di Era Digital

    Wabub Mateng Sebut, Peran Orang Tua Jadi Fondasi Utama Pendidikan dan Moral Anak di Era Digital

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.  Pernyataan tersebut disampaikan di ruang kerjanya setelah menghadiri upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Senin, 29 Juni 2026. ​Menurut Askary, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi dan mengasuh […]

  • RSUD Majene Dorong Digitalisasi Lewat Kerja Sama Bank Sulselbar

    RSUD Majene Dorong Digitalisasi Lewat Kerja Sama Bank Sulselbar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui transformasi digital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperpanjang kerja sama pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan PT Bank Sulselbar untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Kesepakatan tersebut […]

  • Plt Kabag Umum Pemkab Gowa Benarkan Temuan BPK soal Mark-Up Jamuan Tamu Rp851 Juta

    Plt Kabag Umum Pemkab Gowa Benarkan Temuan BPK soal Mark-Up Jamuan Tamu Rp851 Juta

    • 0Komentar

    Gowa, Sulbarupdate.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Arham Rahmat, membenarkan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kelebihan pembayaran belanja makanan dan minuman (mamin) jamuan tamu senilai Rp851,36 juta pada Tahun Anggaran 2024. Hal tersebut disampaikan Arham saat dikonfirmasi pada Jumat, 30 Januari 2025, di salah satu kafe yang […]

expand_less