Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

Muzakir Manaf: Panglima GAM, Gubernur Pahlawan Hati Rakyat Aceh

  • account_circle SARMAN SAHUDING
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Aceh, Sulbarupdate.id – Nama Muzakir Manaf sudah lama melekat kuat dalam ingatan kolektif rakyat Aceh. Nyaris, tidak ada warga di Tanah Rencong ini yang tak mengenal sosok pria berwajah tampan, tegas dan berkarisma itu.

Apalagi sekarang ini, di saat-saat Aceh sedang pemulihan pascabanjir. Hampir tidak ada media massa dan media sosial yang tidak mengekspos Mualem, sang Gubernur Aceh. Bahkan, di tahun ini, ia termasuk sosok yang viral. Layak dinobatkan “Tokoh of the Year.”

*Siapa Muzakir Manaf?*

Muzakir Manaf, adalah putra dari pasangan Manaf (ayah) dan Zubaidah (ibu) dan tiga bersaudara itu, dilahirkan pada 3 April 1964 di Seuneudon, Aceh Utara.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa.

Ia bukan hanya dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tetapi juga menjadi figur sentral dalam transformasi politik Aceh pasca konflik.

Setelah menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Kuta Blang, Bireuen, Muzakir Manaf tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia pernah masuk TNI, tapi tidak lulus saat seleksi. Karena tidak lulus di TNI, pada usia muda, ia justru memilih jalan perjuangan: bergabung dengan barisan militer GAM yang saat itu mengangkat senjata melawan Pemerintah Republik Indonesia demi memperjuangkan kemerdekaan Aceh.

Tahun 1986 menjadi titik awal dari episode penting dalam hidupnya. Bersama puluhan pemuda Aceh lainnya, ia berangkat ke Camp Tajura, Libya, yakni markas pelatihan militer GAM di bawah perlindungan Muammar Khadafi.

Di sanalah ia digembleng selama berbulan-bulan, menguasai taktik gerilya, strategi tempur, dan ideologi perjuangan.

Muzakir Manaf juga pernah “belajar” tentang kehidupan dengan gurunya Hasan Tiro.

Sepulang dari Libya, ia terus meniti jenjang dalam struktur militer GAM. Puncaknya, pada tahun 2002, setelah wafatnya Panglima GAM, Tgk. Abdullah Syafi’i, dalam sebuah kontak senjata dengan TNI di Pidie, Muzakir Manaf diangkat menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka.

Di bawah kepemimpinan, suami dari Nyonya Marlina Usman dan dikarunia lima putra-putri ini, GAM tetap solid hingga tercapainya kesepakatan damai dengan Pemerintah Indonesia dalam Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Perjanjian damai itu menjadi titik balik bagi Aceh dan juga bagi Muzakir Manaf. Dari seorang panglima gerilyawan, ia bertransformasi menjadi tokoh sipil.

Sebagai orang sipil, Ia memelopori pembentukan Partai Aceh (PA), partai lokal yang menjadi wadah politik bagi para eks kombatan dan simpatisan GAM.

Muzakir menjabat sebagai Ketua Umum PA dan berhasil mengonsolidasikan kekuatan politik di seluruh Aceh.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2012, Muzakir Manaf mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Aceh mendampingi dr. Zaini Abdullah. Pasangan ini terpilih dan menjabat dari 2012 hingga 2017.

Dalam masa kepemimpinan, mereka fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Meskipun sempat mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Mualem tidak meninggalkan panggung politik.

Ia tetap aktif membina kader dan simpatisan Partai Aceh serta memperkuat konsolidasi politiknya di tingkat lokal dan nasional.

Puncaknya, pada Pilkada Aceh 2024, Muzakir Manaf kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh.

Dengan dukungan kuat dari basis akar rumput dan koalisi partai politik lokal dan nasional, ia berhasil memenangkan kontestasi dan resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2024–2029.

Kepemimpinan Mualem saat ini menjadi harapan baru bagi rakyat Aceh. Ia diharapkan mampu membawa Aceh keluar dari stagnasi pembangunan dan menjawab berbagai tantangan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, korupsi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Karakter kepemimpinannya yang tegas dan berakar kuat di tengah masyarakat Aceh menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola provinsi yang kaya sumber daya namun masih bergulat dengan tantangan pasca konflik ini.

Dengan latar belakang militer, pengalaman di medan perjuangan, dan jejak politik yang panjang, Muzakir Manaf kini memikul amanah besar: memimpin Aceh menuju kemajuan, keadilan, dan perdamaian yang berkelanjutan.

*Pahlawan di Hati*

Belum lama Muzakir Manaf menjadi Gubernur Aceh, di saat ekonomi, pendidikan, kehidupan sosial termasuk infrastruktur Aceh mulai ditata dengan mendatangkan berbagai investor dan lobi-lobi ke berbagai pihak, Muzakir Manaf harus kembali ‘turun gunung” menjadi panglima.

Namun kali ini, bukan panglima perang, melainkan “Panglima Banjir” yang bertugas ekstra untuk memulihkan dan membangun Aceh pasca dilanda banjir besar.

Ia turun ke daerah bahkan kampung-kampung pelosok yang dilanda banjir dan tanah longsor. Ia menyaksikan dan menjenguk rakyat dan infrastruktur yang tertimpa dan terdampak.

Setelah melihat fakta dan menyaksikan kenyataan getir wilayah yang terkena banjir, kepada semua orang ia mengajak bergerak untuk bisa berbuat memulihkan Aceh pascabanjir dan tak lupa memotivasi agar Aceh bangkit kembali.

Dalam masa pemulihan Aceh dari banjir, Mualem bagaikan jenderal yang tidak hanya memimpin di balik meja, di ruang ber-AC dan gedung megah yang hanya menerima laporan asal bapak senang (ABS).

Muzakir Manaf, dalam situasi Aceh porak-poranda yang disebut-sebutnya bencana terdahsyat setelah tsunami, Muzakir Manaf hadir dan memikul beban yang sama dengan rakyat. Ia menyatukan batin antara dirinya dengan rakyatnya.

Sebagai pemimpin Mualem sadar betul, rakyatnya Aceh sangat membutuhkan pemimpin yang hadir dalam suka dan duka,” atau “Ia tidak berdiri di atas derita rakyatnya, tapi berdiri dan bergerak bersama mereka”.

Kemudian ketika banjir dan masa pemulihan pascabanjir Mualem telah menunjukkan, true leadership sebagai mana yang dinukilkan oleh Thomas Phillip “Tip” O’Neill Jr, mantan “Speaker of the House” (Ketua Kongres) Amerika Serikat (1977-1987), dalam bukunya All Politics is Local:

“Jika Anda menjadi politisi dan hendak menjadi pemimpin hebat, maka lakukan sesuatu secara nyata. Perhatikanlah kebutuhan rakyat, beri solusi atas masalah yang dihadapi mereka.

Ketika ada sesuatu dengan rakyat, duduklah sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyat, berkomitmen mencari solusi dari kesulitan mereka dan mau membangun mereka.”

Itu semua sudah ditunjukan Mualem. Rakyat Aceh sangat rindu pemimpin seperti itu. Mualem Anda bisa. Insya Allah, sanggup membangun dan menyejahterakan negeri. Anda adalah pahlawan di hati kami. _Sumber: Internet_

  • Penulis: SARMAN SAHUDING
  • Editor: Tim editor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Winmay Claudia Arsal dari Mamasa Menuju Panggung Duta Siswa Indonesia 2026

    Winmay Claudia Arsal dari Mamasa Menuju Panggung Duta Siswa Indonesia 2026

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah sejuknya udara pegunungan Mamasa, sebuah prestasi gemilang lahir dari tangan dingin seorang putri daerah. Winmay Claudia Arsal, siswa berbakat dari SMAN 01 Mamasa, kini tengah bersiap mengukir sejarah. Ia terpilih sebagai salah satu delegasi terbaik yang mewakili Provinsi Sulawesi Barat dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026. Perhelatan akbar […]

  • Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Pangandaran–Burana Lumpuh Akibat Longsor

    Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Pangandaran–Burana Lumpuh Akibat Longsor

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik, tepatnya di jalur yang menghubungkan Desa Pangandaran dan Desa Burana. Akibatnya, akses transportasi warga lumpuh total lantaran material tanah menutup badan jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat lima titik longsor utama di sepanjang ruas jalan poros tersebut. […]

  • Modus Beli Gorengan, Pemuda di Wonomulyo Gasak HP dan Uang Saat Korban Terlelap

    Modus Beli Gorengan, Pemuda di Wonomulyo Gasak HP dan Uang Saat Korban Terlelap

    • 1Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kepercayaan berbuah petaka. Seorang pelajar berinisial F (18) harus kehilangan sepeda motor, ponsel, hingga uang tunai setelah dikelabui oleh kenalannya sendiri. Aksi pencurian ini terjadi di sebuah rumah kos, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (21/4/2026). Pihak Polsek Urban Wonomulyo kini tengah memburu pelaku berinisial AA (21) yang diduga kuat membawa kabur harta […]

  • Oknum Guru Madrasah di Polman Dinonaktifkan Usai Diduga Cabuli Siswa

    Oknum Guru Madrasah di Polman Dinonaktifkan Usai Diduga Cabuli Siswa

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Seorang oknum guru pria berinisial A, harus menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pemeriksaan ini merupakan buntut dari dugaan aksi pencabulan yang dilakukan tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut terhadap sejumlah siswanya. ​Kepala Seksi Madrasah Kemenag Polman, H. Marzuki menyampaikan bahwa pihak […]

  • Truk Hino Seruduk Halaman Rumah Warga di Majene

    Truk Hino Seruduk Halaman Rumah Warga di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Diduga akibat pengemudi mengalami microsleep (tertidur sesaat), sebuah truk Hino Dutro bernomor polisi DP 8135 DL lepas kendali dan menghantam halaman rumah warga di Kabupaten Majene, Rabu (29/4/2026) tengah malam. ​Kecelakaan tunggal ini terjadi di tengah kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan, […]

  • Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

    Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memakan korban pada malam hari. Insiden tersebut mengakibatkan dua pengunjung menjadi korban, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki. Salah satu korban bahkan mengalami luka berat pada bagian wajah […]

expand_less