Diprotes di Medsos, KONI Mamasa Bantah Atlet Tinju Tak Terima Piagam dan Uang Pembinaan
- account_circle Hamsah
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 98
- comment 0 komentar

Tangkapan layar postingan Facebook
MAMASA, Sulbarupdate.id — Informasi mengenai atlet tinju yang disebut tidak menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan setelah mengikuti event tinju di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan di media sosial (Medsos)
Informasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan Facebook dan kemudian dibagikan oleh pengguna media sosial di sejumlah grup.
Salah satu unggahan dibuat akun Facebook Sindi Cahyani. Dalam unggahannya, Sindi mengaku sebagai kakak dari salah satu atlet yang disebut meraih juara pertama dalam event tersebut.
Ia menyampaikan kekecewaan karena adiknya disebut pulang tanpa memperoleh medali dan piagam penghargaan, meski telah menjalani latihan sebelum mengikuti pertandingan.
“Saya sebagai kakak dari salah satu atlet yang juara 1 di event tinju Mamasa kemarin sangat kecewa. Adik saya sampai rumah nangis karena tidak dapat medali dan sertifikat,” tulis Sindi dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dan dibagikan oleh sejumlah pengguna media sosial.
Akun Facebook lain bernama Phinisi Boxingcamp, juga ikut membagikan postingan di grup Warkop to Mamasa.
“Kami sangat kecewa tanding tinju di mamasa. anak2 kami yg juara tidak di hargai sama sekali mendali tidak ada sertifikat TDK ada, padahal itu yang paling di harap kan anak2 kami agar sertifikat nya bisa mereka gunakan nanti ketika tamat sekolah. di atas ring anak2 kami pertaruhkan nyawa. kami jauh2 lewati beberapa kabupaten untuk datang ke mamasa sangat kecewa,” tulis akun bernama Phinisi Boxingcamp.

Ketua KONI Kabupaten Mamasa, Yusak Nole Lolang. Foto/Istimewa.
Menanggapi informasi itu, Ketua KONI Mamasa, Yusak Nole Lolang, membantah adanya atlet yang tidak mendapatkan penghargaan maupun uang pembinaan sebagaimana disebutkan dalam unggahan tersebut.
Yusak mengatakan, pihaknya telah menghubungi Sindi Cahyani untuk meminta data atlet yang dimaksud guna dilakukan klarifikasi. Namun, hingga saat ini menurut Yusak, data tersebut belum diterima.
“Kalau Sindi Cahyani, kami sudah hubungi dan meminta datanya atlet yang ia maksud, tapi sampai sekarang tidak ada dia kirim,” ujar Yusak saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Senin (21/9/2026).
Menurut Yusak, persoalan yang berkembang di media sosial bukan mengenai tidak adanya penghargaan atau uang pembinaan, melainkan adanya peserta asal Sulawesi Tengah yang disebut kecewa karena kontingennya tidak meraih predikat juara umum.
Ia menjelaskan, kontingen Sulawesi Tengah dalam event tersebut terdiri atas tiga perwakilan, yakni Poso, Donggala, dan Kota Palu. Masing-masing mengikuti pertandingan dengan membawa nama kontingen atau daerah masing-masing.
Yusak menyebut panitia telah menyiapkan penghargaan berdasarkan kategori yang telah disepakati dalam technical meeting sebelum pertandingan berlangsung.
Penghargaan tersebut, kata dia, meliputi piagam dan uang pembinaan untuk juara umum, serta penghargaan bagi petinju terbaik putra dan putri, petinju berbakat, dan petinju favorit dalam dua kategori pertandingan, yakni Open Turnamen dan Kejurprov.
“Uang pembinaan dan piagam ada, cuma itu untuk dua kategori yang disebut di atas,” jelasnya.
Bukan Sertifikat, Melainkan Piagam Penghargaan
Yusak juga meluruskan penyebutan sertifikat yang beredar dalam informasi di media sosial.
Menurutnya, penghargaan yang disiapkan panitia adalah piagam penghargaan, bukan sertifikat.
“Alasan panitia berikan piagam, bukan sertifikat, karena selama di KONI yang datang meminta untuk disahkan adalah piagam,” tuturnya.
Ia menjelaskan, piagam penghargaan digunakan sebagai bentuk apresiasi terhadap atlet atas prestasi maupun pencapaian dalam suatu kejuaraan. Sementara sertifikat lebih umum digunakan sebagai bukti seseorang telah mengikuti atau menyelesaikan kegiatan, pelatihan, kursus, atau kegiatan tertentu.
“Waktu sangat mepet sekali, sementara pembuatan sertifikat butuh waktu lama juga,” ujarnya.
Terkait tidak semua peserta memperoleh piagam penghargaan, Yusak menyebut hal tersebut berkaitan dengan mekanisme penghargaan yang telah ditentukan serta keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan.
Ia menegaskan, penghargaan dan uang pembinaan yang disiapkan panitia diberikan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan sebelumnya.
KONI Mamasa meminta pihak yang merasa dirugikan atau memiliki keberatan terkait pelaksanaan event tersebut menyampaikan data dan informasi secara jelas agar dapat dilakukan klarifikasi.(**)
- Penulis: Hamsah
- Editor: Tim Redaksi
