Wisata Puncak Mamasa Dipadu Pohon Keberkatan Menjulang
- account_circle Ancha
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- visibility 344
- comment 0 komentar

Kampung Natal Hutan Pinus Lenong di Desa Wisata Tondok Bakaru Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa. Foto. Ancha
MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebuah transformasi visual dan spiritual kembali memukau khalayak pada penghujung tahun di Mamasa.
Destinasi yang dikenal sebagai Wisata Kampung Natal di Desa Wisata Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, menjadi episentrum keramaian malam, memancarkan pesona yang tak tertandingi.
Lokasi nan elok ini, yang mudah diakses baik oleh kendaraan roda dua maupun empat, sesungguhnya merupakan hutan pinus lenong yang megah di hari-hari biasa.
Namun, menjelang perayaan agung, pengelola dengan mahir ‘menyulap’ lanskap alam tersebut menjadi sebuah panorama bertabur cahaya.
Ribuan lampu hias berkelip menciptakan atmosfer magis, menyajikan pemandangan malam yang luar biasa indahnya dan menawarkan kenyamanan tersendiri bagi para pelancong.
Sejak tirai pembukaan resminya pada 6 Desember 2025, arus kunjungan dilaporkan terus meningkat.
Menurut pengelola, Benyamin, antusiasme publik sangat tinggi. Pada malam-malam biasa di luar akhir pekan, kawasan ini telah didatangi oleh sekitar 200 hingga 300 jiwa.
Puncak keramaian pengunjung, menurut Benyamin, terjadi pada malam menjelang Sabtu dan Minggu.
“Pada Malam Sabtu, rata-rata pengunjung mencapai angka 400-an. Namun, pada Malam Minggu, jumlahnya melesat tajam, kerap menembus kisaran 500 hingga 700 orang,” ujarnya saat dijumpai di lokasi pada Senin, 16 Desember 2025, pukul 21:30 WITA.
Untuk menikmati keindahan instalasi tematik ini, setiap pengunjung dikenakan kontribusi sebesar Rp. 20.000,00 per individu, tarif tersebut sudah mencakup fasilitas parkir kendaraan.
Benyamin juga menjelaskan bahwa anak-anak yang belum mampu berjalan tidak dikenakan biaya masuk.
Berkaca pada statistik tahun sebelumnya, animo masyarakat diprediksi akan terus memuncak.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, total akumulasi pengunjung dalam satu bulan penuh masa operasi mencapai kisaran 15.000 orang,” pungkas Benyamin.
Benyamin mengutarakan, penduduk desa setempat dikecualikan dari kewajiban pembayaran tiket masuk sebagai bentuk apresiasi komunitas.
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim editor
